AYOJAKARTA.COM - Minum teh sering dikaitkan dengan faktor kesehatan dan usia seseorang.
Orang yang sering minum teh disebut-sebut memiliki usia yang lebih panjang karena kandungan teh yang menyehatkan.
Menurut studi terbaru Annals of Internal Medicin, minum teh dua cangkir atau lebih setiap hari membuat risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan tidak minum teh.
Baca Juga: Top 5 Jurusan Kuliah Paling Underrated di Indonesia, Sepi Peminat Namun Prospek Kerja Cerah!
Teh dikenal mengandung senyawa bermanfaat seperti antioksidan yang meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Studi sebelumnya di China dan Jepang menyebutkan bahwa minum teh hijau secara teratur membuat kesehatan yang lebih baik dan risiko kematian yang lebih rendah. Namun, studi sebelumnya yang berfokus pada populasi yang sebagian besar minum teh hitam belum memberikan hasil yang jelas.
Tim peneliti dalam studi ini ingin melihat hubungan antara minum teh dan risiko kematian dalam populasi yang sebagian besar minum teh hitam, jadi mereka menggunakan data dari UK Biobank, sebuah basis data biomedis yang mencakup orang-orang di seluruh Inggris.
Manfaat Minum Teh
Dengan menggunakan data dari UK Biobank, studi ini mencakup respons dari hampir setengah juta pria dan wanita, berusia 40 hingga 69 tahun.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Pemanggilan Cak Imin oleh KPK Bukan Politisasi Hukum
Mereka melaporkan rata-rata jumlah cangkir teh yang mereka minum dalam sehari, baik itu teh hitam atau teh hijau, dan apakah mereka menambahkan susu dan gula. Tes genetik juga digunakan untuk memprediksi kemampuan peserta dalam memproses (metabolisme) kafein.
Dari mereka yang secara rutin minum teh yang termasuk dalam studi, sekitar 90 persen minum teh hitam.
Orang-orang yang ditanyai dalam studi ini diikuti selama rata-rata 11 tahun. Dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh, orang yang melaporkan minum dua atau lebih cangkir teh sehari memiliki risiko kematian 9 hingga 13 persen lebih rendah dari semua penyebab.
Ketika para peneliti memeriksa penyebab kematian khusus, minum teh terkait dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat stroke, penyakit jantung koroner, dan penyakit kardiovaskular secara umum.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa risiko kematian tidak semakin rendah dengan setiap cangkir teh tambahan dalam sehari. Risiko kematian secara kasar sama untuk mereka yang minum 2 hingga 10 cangkir sehari atau lebih.
Para peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara minum teh dan risiko kematian yang lebih rendah tetap ada, bahkan ketika orang menambahkan susu atau gula ke dalam teh mereka, atau ketika mereka diprediksi memiliki kemampuan genetik yang lebih lambat untuk memproses kafein.
Penelitian ini menunjukkan hubungan antara minum teh dan risiko kematian yang lebih rendah, terutama akibat stroke atau penyakit jantung. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menghubungkan teh hijau dengan hasil kesehatan yang lebih baik.
Penting untuk diingat bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan, dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Berdasarkan penelitian ini, tidak bisa dipastikan bahwa minum teh secara akan mengurangi risiko kematian Anda. Diperlukan penelitian lebih lanjut.
Meskipun tidak ada jaminan bahwa minum teh akan membuat Anda hidup lebih lama, manfaat kesehatan yang luar biasa yang ditawarkannya membuatnya menjadi pilihan minuman yang cerdas.***

Share this article
Benarkah minum teh bisa menambah umur? Mitos atau fakta? Ternyata ada penelitiannya, selengkapnya di sini