AYOJAKARTA.COM – Ada sebuah studi yang meneliti dan menemukan bahwa serangan jantung yang menyerang di pagi hari dikaitkan dengan 20 persen jaringan jantung yang mati.
Studi tentang serangan jantung yang menyerang di pagi hari tersebut dilakukan oleh Harvard Medical School.
Dalam temuannya itu di tahun 2011 dan bahkan sudah diterbitkan pada jurnal Heart, bahwa serangan jantung di pagi hari antara jam 6 hingga siang hari adalah yang paling mematikan.
Baca Juga: Berharap Jantung Janin Dalam Kandungannya Berdetak, Via Vallen: Hari ke-7 Masih Sunyi
Penulis utama studi Harvard Medical School menjelaskan terkait penelitiannya.
"Dalam penelitian kami, peristiwa yang terjadi di pagi hari dikaitkan dengan lebih banyak kerusakan. Keterkaitan tersebut bisa dibilang cukup kuat," ungkap penulis utama studi, Borja Ibanez, dikutip AyoJakarta.com pada laman PMJ News Jumat, 16 Desember 2022,
Studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School ini merupakan penelitian yang pertama yang berhasil menarik hubungan kuat antara sirkadian dan risiko serangan jantung.
Saat ini sudah banyak dilakukan penelitian-penelitian lanjutan yang berhasil mendukung dan memperkuat temuan studi Harvard Medical School.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Meninggal Dunia, Sempat Serangan Jantung
Terdapat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Trend in Endocrinology and Metabolism di tahun 2020 yang menunjukkan bahwa ketidakteraturan sistem sirkadian yang disebabkan oleh gaya hidup modern ternyata dapat berdampak buruk pada fungsi kardiovaskuler.
Diungkapkan oleh studi tersebut jika pada pagi hari sistem sirkadian mengirimkan sel PAI-1 dalam jumlah yang lebih tinggi, yang mencegah pemecahan gumpalan darah.
Oleh sebab itu, semakin tinggi kadar sel PAI-1, maka akan semakin besar risiko pembentukan bekuan darah yang menyebabkan serangan jantung pada seseorang.
Hal terburuk dari risiko ini dapat terjadi jika seseorang melakukan kebiasaan buruk menurut Profesor Srinath Reddy, ahli jantung, ahli epidemiologi, sekaligus presiden Public Health Foundation India.
"Jika seseorang memiliki beberapa faktor risiko koroner yang mendasarinya, tidak tidur nyenyak, mengalami dehidrasi dan melakukan olahraga, dapat menyebabkan ruptur dan memicu pembentukan gumpalan besar," ungkap Srinath.
Ada dua cara yang dapat dilakukan jika ingin menghindari serangan jantung di pagi yang mematikan.
Cara yang pertama adalah dengan cara tidur yang nyenyak di malam hari, agar tubuh dapat beristirahat dengan cukup, sehingga kondisi jantung tetap sehat.
Yang kedua adalah menunda untuk berolahraga di pagi hari, dimana olahraga yang tidak disarankan adalah olahraga berat yang dapat memaksa kerja jantung secara berlebihan.***

Share this article
Ada sebuah studi yang meneliti dan menemukan bahwa serangan jantung yang menyerang di pagi hari dikaitkan.