AYOJAKARTA.COM – Agus Buntung, seorang pria difabel bernama I Wayan Agus Suartama atau IWAS, menjadi sorotan atas kasus pelecehan yang melibatkan 15 korban, termasuk tiga di antaranya yang masih di bawah umur.
Kasus Agus Buntung kini sedang dilakukan rekonstruksi oleh Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 11 Desember 2024 untuk menggali lebih dalam mengenai peristiwa tersebut.
Baru-baru ini juga terungkap fakta melalui video yang beredar di media sosial terkait rayuan maut yang dilancarkan Agus Buntung terhadap para korban.
Menurut laporan Kepolisian yang dikutip dari tvOneNews, Agus diduga sering menggunakan rayuan maut untuk memanipulasi para korbannya.
Modus yang dilakukan Agus Buntung
Menurut laporan, ia sering memulai interaksi dengan mengajak berbicara dan menjalin hubungan sebelum melakukan tindakan pelecehan.
Dalam rekonstruksi, polisi menemukan bukti berupa video percakapan di mana Agus merayu korban dengan mengungkit masa lalu mereka, berusaha meyakinkan mereka bahwa ia berbeda dari pria lain.
“walaupun kita berdua di kamar saya tidak bisa apa-apa, saya masih dimandiin sama mama, saya bukan kayak cowok yang lain,” rayu Agus pada si Korban.
Baca Juga: Ditutup 16 Desember 2024! Begini Cara Ikut Sayembara Desain Jersey Baru Timnas Indonesia 2025
Kemudian, Agus menjalankan aksinya dalam merayu si korban dengan melakukan tindakan manipulasi agar si korban merasa empati terhadapnya.
“kamu mau berubah atau tidak? kalau kamu nggak mau berubah saya pergi, tapi kalau kamu berubah saya akan tetap di sini dengan mengasih tahu bagaimana cara kamu raih kesuksesan,” rayunya.
Tak hanya itu, hasil dari rekonstruksi yang dilakukan pada hari ini 11 Desember 2024 mengungkap lokasi pelecehan yang menjadi tempat Agus lancarkan modusnya yakni di homestay yang sama.
Baca Juga: Catat Tema dan Cara Daftarnya! Timnas Indonesia Gelar Sayembara Terbuka Desain Jersey Baru 2025
Dari modus kasus pelecehan yang dilakukan oleh Agus Buntun tersebut telah menyebabkan trauma psikologis yang signifikan pada para korban.
Beberapa dari mereka dilaporkan mengalami kondisi psikologis yang buruk hingga merasa terpaksa mengurung diri.
Lima korban telah mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memastikan keamanan dan kesehatan mental mereka

Share this article
Baru-baru ini terungkap fakta melalui video yang beredar di media sosial terkait rayuan maut yang Agus Buntung terhadap para korban.