Viral! Jaksa Paris Manalu Usap Mata Berkali-kali Seolah Menangis Ketika Baca Replik Bharada E, Tuai Cibiran

Viral! Jaksa Paris Manalu Usap Mata Berkali-kali Seolah Menangis Ketika Baca Replik Bharada E, Tuai Cibiran
Viral! Jaksa Paris Manalu Usap Mata Berkali-kali Seolah Menangis Ketika Baca Replik Bharada E, Tuai Cibiran

AYOJAKARTA.COM – Jaksa Paris Manalu saat ini tengah menjadi sorotan warganet setelah sempat viral diduga menangis saat membacakan tuntutan bagi Bharada E.

Kini Jaksa Paris Manalu kembali menjadi perbincangan usai terlihat mengusap matanya berkali-kali seolah menangis saat membacakan replik bagi Bharada E.

Bukannya mendapat simpati atas aksinya, Jaksa Paris Manalu justru tuai cibiran dari para warganet yang justru seakan geram dengan tingkah para Jaksa.

Baca Juga: Senyum Sumringah Surya Paloh dengan Airlangga Hartarto, Silaturahmi Jelang Pilpres 2024?

Jaksa dinilai tidak konsisten atas keputusan yang mereka lakukan dari awal persidangan hingga akhirnya memberikan tuntutan bahkan sampai ke sidang replik bagi Bharada E.

Dari awal para jaksa seolah menggebu-gebu membela Bharada E dan terus mencari celah kesalahan Ferdy Sambo serta terdakwa lain.

Namun pada akhirnya, keputusan tuntutan para jaksa penuntut umum justru memberikan hukuman yang berat bagi Bharada E lebih dari terdakwa lain kecuali Ferdy Sambo.

Kelakuan Jaksa Paris Manalu yang mengusap matanya berkali-kali seolah sedang menyeka air mata terjadi saat dirinya membacakan replik pada Sidang pembacaan yang digelar pada Senin 31 Januari 2023 lalu.

Sama seperti hasil replik terdakwa lain, replik Richard Eliezer pun berisi penolakan mentah-mentah pleidoi atau nota pembelaan miliknya oleh JPU.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Memegang Rahasia Besar, Ketua IPW: Ada Kaitannya dengan Perwira Tinggi

Dalam repliknya, JPU tetap menganggap bahwa Bharada E bersalah karena mau melaksanakan perintah Ferdy Sambo yang sudah jelas-jelas melawan hukum.

Jaksa Paris Manalu saat itu sedang membacakan bagian replik dimana Bharada E tetap dinilai bersalah menerima perintah Ferdy Sambo yang salah.

“Apakah karena ikut dengan saksi Ferdy Sambo dapat dibenarkan untuk melaksanakan permintaan saksi Ferdy Sambo yang sah atau melawan hukum? Jawabannya tentu tidak dapat dibenarkan,” ujar Jaksa Paris seperti dikutip Ayojakarta.com pada siaran Kompas TV.

“Sehingga apa yang dikemukakan oleh ahli hukum dan berpendapat suatu perintah yang diberikan secara utuh tidak sah menyediakan sifat dapat dipidananya perbuatan karena sudah semestinya apa yang melawan hukum tidak berubah menjadi sejalan dengan hukum sekedar karena dilakukannya dasar perintah,” ucap Jaksa lagi sambil terlihat mengusap air mata.

Jaksa melanjutkan pembacaan repliknya dan lagi-lagi terlihat mengusap matanya lagi.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Memegang Rahasia Besar, Ketua IPW: Ada Kaitannya dengan Perwira Tinggi

Warganet menilai Jaksa Paris Manalu hanya berpura-pura melakukan itu agar dianggap seolah menangis, nyatanya tetap menolak pleidoi Richard Eliezer mentah-mentah.

Dan tetap pada keputusan Jaksa untuk menuntut Richard Eliezer dengan hukuman yang dinilai berat yaitu 12 tahun penjara.

“Tidak usah pura2 nangis. TIDAK AKAN ADA LAGI YANG MAU UNGKAP KEJAHATAN. Hidup orang dibuat jadi mainan. Aneh mereka2 ini,” tulis akun Aiko.

“Udah ga usah akting usap" mata. Toh pada ujungnya mengecewakan. Ga usah berharap KPD JPU yg sok tegas sok garang tapi ujung"a ZONK mengecewakan sakit & terluka, berharap vonis hakim yg mulia semoga memvonis yg adil seadil"nya,” tulis akun Fery Bae dalam kolom komentar.

Baca Juga: Sesar Garsela Kembali Berulah! Ini 5 Fakta Biang Kerok Penyebab Gempa Garut M4,4 Baru-baru Ini

Bahkan ada juga komentar yang memberikan saran kepada para JPU untuk memikirkan kembali keputusannya.

“Apakah benar para jpu ini mengusap air mata? Jika iya maka mereka membacakan tuntutan utk Richard adalah dibawah tekanan, tdk sesuai dgn kata hati mereka. Saran saya utk para jpu..cobalah merenung...anda2 semua saja tidak bisa menolak pesanan dari para atasan anda apalagi Richard yg hanya seorang barada. Saya pribadi dari semua pakar2 hukum, ahli2 yg diminta pendapatnya di tv CUMA kang Asep yg berani terang2an menyatakan sikap "jika saya hakimnya maka RE akan saya bebaskan" dan beliau tdk asal ngomong tetapi beliau juga hadir dlm sidangnya. RE. Dgn pasal2 dan penjabaran yg beliau berikan saya PERCAYA dan sependapat dgn beliau,” tulis akun SamsungA21s.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# pembunuhan Brigadir J
# Paris Manalu
# Richard Eliezer
# Bharada E
# Ferdy Sambo
# viral

News Update

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.