AYOJAKARTA.COM - Belakangan kasus Jessica Wongso ramai dan mendapatkan atensi publik.
Berbagai kalangan terus mengulik apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian Mirna Salihin tujuh tahun lalu?
Terpidana Jessica Wongso diketahui mendapatkan pembelaan oleh ribuan advokat yang siap untuk membongkar kembali kasus kopi sianida.
Kematian Mirna Salihin tujuh tahun lalu dinyatakan karena pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Jessica Wongso.
Namun, putusan tersebut dinilai tidak ada bukti kuat yang bersifat direct sehingga Jessica Wongso dinilai tak bersalah.
Hal ini tentu membuat kuasa hukum dan tim advokat pembela Jessica Wongso akan melakukan berbagai upaya termasuk melangsungkan upaya hukum luar biasa atau Peninjauan Kembali (PK).
Baru-baru ini ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan, menjadi bahan perbincangan publik karena pernyataan yang ia lontarkan sendiri di khalayak umum.
Salah satu pernyataan yang kini disorot adalah terkait kematian Mirna Salihin yang diduga terpaksa dijadikan kasus.
Dalam cuplikan video yang diunggah oleh akun TikTok @short.studios, terlihat Edi Darmawan memberikan pernyataan kepada awak media.
"Polisi datang sampai ngerayu maksa, udah kalau nggak, nggak ada kasus, katanya gitu. Ya udah kepaksa dong" kata Edi Darmawan.
Pernyataan Edi Darmawan tersebut diduga lantaran ia tak berniat melakukan autopsi atas jenazah Mirna Salihin.
Kemudian, oknum melakukan upaya untuk mengusut tuntas kasus kopi sianida yang diduga berupaya meyakinkan keluarga Mirna Salihin untuk melakukan autopsi.
Hingga kini perkembangan kasus Jessica Wongso, tim aliansi advokat sudah melaporkan dua orang yang diduga melakukan penyimpangan.
Laporan pertama yang melaporkan hakim BG sudah mendapatkan respons dari Komisi Yudisial.
Bahkan dalam keterangan yang disampaikan oleh kuasa hukum Jessica Wongso, hakim BG telah mendapatkan sanksi atas laporan tujuh tahun lalu.
Akan tetapi, menurut kuasa hukum Jessica Wongso masih ada beberapa hal yang belum diusut oleh KY terkait hakim yang menangani kasus kopi sianida.

Share this article
Salah satu pernyataan Edi Darmawan yang kini disorot adalah terkait kematian Mirna Salihin yang diduga terpaksa dijadikan kasus.