AYOJAKARTA.COM - Rismon Hasiholan Sianipar, Pakar Digital Forensik dan Komputer Vision yang pernah menjadi saksi ahli Jessica Wongso, buka-bukaan soal CCTV Kafe Olivier yang menjadi TKP kasus kopi sianida.
Rismona Sianipar mengungkap bahwa rekaman CCTV kasus Jessica Wongso telah direkayasa.
Selama tujuh tahun berlalu, Rismon Sianipar menemukan adanya rekayasa dari semua file atau video yang telah diperiksa dalam kasus Jessica Wongso.
“Temuan setelah tujuh tahun itu sangat komperehensif yah, saya bandingkan ternyata hampir semua file atau file video yang diperiksa seperti kanal 2, kanal 3, kamera 3, kamera 7, kamera mahkota dan kamera 9, itu juga direkayasa,” kata Rismon Sianipar seperti yang dikutip dari YouTube Diskursus Net.
Tak hanya soal CCTV yang telah direkayasa, Rismon juga mengungkap siapa sosok yang diduga telah merekayasa kamera pengawas tersebut.
Awalnya, sang Pakar Digital Forensik itu menyadari bahwa ada perbedaan antara BAP dari Ahli Digital Forensik Mabes Polri yakni AKBP Nuh dengan Ahli Digital Forensik Universitas Monash Australia yakni Christoper Hariman Rianto.
“Saya sampaikan bahwa saya temukan dengan membandingkan dua BAP ini bahwa dalam satu kamera berbeda rentang 1 jam itu memiliki resolusi yang berbeda,” ujar Rismon.
“Jadi yang satu mengatakan FHD (Full High Definition), yang satu mengatakan 960x576 Standard Definition dan itu rekayasa,” pungkasnya.
Yasmin Muntaz selaku host pun penasaran dan bertanya pada Rismon “Menurut Anda siapa yang merekayasa?”.
“Muhammad Nuh Al Azhar,” kata Rismon.
Baca Juga: 7 Profesi yang Rawan Selingkuh Berdasarkan Riset, Nomor 2 Nggak Nyangka!
Ia pun menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah membuat objek menjadi kasar dan kabur.
“Muhammad Nuh, dia yang melakukan down scalling, down scalling itu menyebabkan objek menjadi kasar dan kabur,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan mengapa ia menduga yang melakukan rekayasa adalah Muhammad Nuh bukan Christoper.
“FHD itu adalah sebuah frame yang penuh, namanya resolusinya lebih tinggi yang HD resolusinya lebih rendah, informasi lebih rendah dan itu mungkin tampak pada akhirnya yang kita lihat sekarang ini bahwa kualitas videonya di bawah HD begitu ya, ada blur ada burem dan sebagainya,” jelas Rismon.
“Blur, burem, berbayang, artefaknya kasar, pinggir-pinggir tapi itu kasar, itu akibat dari skilling down 990 ke 960,” tambahnya.

Share this article
Rismon Sianipar buka-bukaan soal CCTV Kafe Olivier yang menjadi TKP kasus kopi sianida yang libatkan Jessica Wongso.