AYOJAKARTA.COM - Seorang bakal calon Wakil Bupati Maros, Sulawesi Selatan, Suhartina Bohari, resmi didiskualifikasi dari pencalonan setelah hasil tes narkoba menunjukkan dirinya positif mengonsumsi sabu-sabu.
Tes narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan ini dijalani sebanyak tiga kali, dan seluruh hasilnya konsisten mengindikasikan penggunaan narkoba jenis metamfetamin.
Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Suhartina Bohari merupakan salah satu politikus yang diusung oleh Partai Golkar.
Sebagai calon petahana, Suhartina sebelumnya telah maju bersama Haidir Syam, calon Bupati Maros.
Namun, dengan hasil tes narkoba ini, Suhartina dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) untuk melanjutkan pencalonannya.
Badan Narkotika Nasional Sulawesi Selatan menyatakan bahwa dari total 140 bakal calon kepala daerah yang menjalani tes urin, hanya satu orang yang terindikasi positif.
Tes yang dilakukan mencakup pengujian berlapis guna memastikan hasil yang akurat, dan ketiga kali hasilnya tetap menunjukkan indikasi positif penggunaan sabu-sabu.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros, Jumaedi, menegaskan bahwa keputusan diskualifikasi ini berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang tidak dapat diabaikan.
"Kami hanya menjalankan regulasi yang ada, keputusan ini bukan berasal dari kami secara langsung, tetapi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang," ungkapnya.
Pasca-diskualifikasi, Partai Golkar dan koalisinya kini harus menyesuaikan strategi politik mereka.
Baca Juga: KDM Dapat Norut 4, Usung Filosofi Dasar Kesundaan untuk Jabar Istimewa
Haidir Syam, yang awalnya berpasangan dengan Suhartina, kini dipasangkan dengan Mutasi Mansur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perhubungan dan Pertanahan Maros, sebagai calon Wakil Bupati baru.
Namun, pasangan ini akan menghadapi situasi yang tidak biasa, yakni melawan kotak kosong dalam kontestasi Pilkada 2024 Kabupaten Maros.
Disskualifikasi ini menunjukkan pentingnya menjalankan tes kesehatan dan narkoba secara ketat bagi para calon kepala daerah, untuk memastikan mereka mampu menjalankan amanah dengan baik dan bebas dari pengaruh negatif.
Share this article
Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Suhartina Bohari merupakan salah satu politikus yang diusung oleh Partai Golkar.