AYOJAKARTA.COM - Nama Prof. Stella Christie, A.B., M.A., Ph.D. atau dikenal dengan Prof Stella Christie menjadi perhatian publik.
Dirinya dipanggil menghadap Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai kandidat calon anggota kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Belum diketahui apakah Stella Christie akan menjabat sebagai menteri atau wakil menteri, akan tetapi sosoknya sangat mencuri perhatian publik.
Guru besar dan researcher di Tsinghua University, Beijing, China ini ternyata menjadi otak program makan bergizi yang akan direalisasikan pada era pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Stella menjelaskan bahwa program makan bergizi yang diusung di era pemerintahan Prabowo Subianto dinilai mampu meningkatkan prestasi belajar anak.
"Ada bukti bahwa penyediaan makan siang gratis di sekolah itu meningkatkan prestasi belajar anak-anak," ujar Stella, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan Instagram @kepoin_trending, hari Jum'at, 18 Oktober 2024.
Baca Juga: Kurang Peminat? Ini 3 Tempat Wisata di DKI Jakarta yang Sepi Pengunjung, Ada Museum Nasional
"Kalau kita belajar kan perlu konsentrasi kalau perutnya lapar ntar mikirnya kemana-mana," tambahnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil riset, kalori yang dikonsumsi anak anak melalui makanan sangat penting untuk menunjang kinerja otak.
"Ternyata dari hasil riset itu 20% dari kalori yang kita asumsi dari yang kita makan itu 20% dipakai untuk kinerja otak," terang Stella.
Gizi itu bagus kalau itu memang berdampak bagus. Kalau misalnya kita bilang anak makannya tempe dan ternyata memang ada kenaikan itulah gizi bagus," ujarnya.
Stella mengaku lebih dahulu bertemu dengan Menteri Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat berasa di Beijing.
Setelah itu Stella diperkenalkan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan menjelaskan ide program makan bergizi yang bisa diterapkan di Indonesia.
Lalu siapakah sosok Stella Christie ini?
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Metro TV, Stella Christie menjadi sosok yang inspiratif.
Wanita kelahiran Medan, 11 Januari 1979 ini menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Santa Ursula Jakarta.
Stella pernah mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Singapura dan World College untuk menyelesaikan International Baccalaureate atau setingkat SMA di Red Cross Nordic United World College, Norwegia.
Wanita 45 tahun ini berhasil meraih beasiswa untuk program sarjana (S-1) secara penuh dari Fakultas Psikologi, Harvard University tahun 1999 dan lulus dengan predikat magna cum laude with Highest Honors.
Stella melanjutkan studi S-2 dan S-3 bidang Psikologi Kognitif di Northwestern University dan meraih gelar Ph.D pada tahun 2004.
Sebagai ilmuwan, beberapa karya ilmiah yang sudah diterbitkan Stella dalam Journal of Cognition and Development dan menjadi yang terbaik tahun 2010.
Stella mendapat jabatan sebagai profesor tahun 2012 dan 2018 di Swarthmore University, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Jabatan profesor tetap diraih tahun 2018 di Tsinghua University, Beijing, China, hingga saat ini.
Total 21 artikel yang sudah diterbitkan oleh Stella juga di dalam jurnal internasional dan dua buku pada tahun 2022.
Bukan hanya berkontribusi dalam bidang keilmuan di luar negeri, Stella juga aktif dalam kegiatan akademis di Indonesia.
Baca Juga: Capai 2 Ribu Kuintal! Ini 3 Daerah Penghasil Buah Durian Terbesar di DKI Jakarta
Salah satunya sebagai pembicara acara yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2020, bertemakan "Creating Ecosystem for Creativity in Higher Education".
Keahliannya juga dibuktikan dengan menulis kata pengantar untuk buku yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek dengan judul "Kumpulan Esai tentang Memupuk Kreativitas di Indonesia".

Share this article
Nama Prof. Stella Christie, A.B., M.A., Ph.D. atau dikenal dengan Prof Stella Christie menjadi perhatian publik.