AYOJAKARTA.COM - Sebuah musibah laut kembali terjadi di perairan Selat Bali. Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam pada Selasa, 2 Juli 2025 malam, tepatnya sekitar pukul 23.35 WIB, setelah dihantam gelombang tinggi.
Kapal yang mengangkut 53 penumpang, 12 kru, serta 22 kendaraan ini tenggelam di perairan antara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Gilimanuk, Bali.
Menurut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, hingga Rabu pagi, 3 Juli 2025, empat orang berhasil ditemukan selamat setelah menggunakan scotch boat (sekoci) untuk menyelamatkan diri.
Keempatnya kini dalam perawatan medis di Pelabuhan Gilimanuk. Salah satu dari mereka, seorang kru, sempat memperingatkan penumpang untuk naik ke dek sebelum kapal miring dan terbalik secara cepat.
Proses pencarian korban dan bangkai kapal masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, Lanal, KSOP, ASDP, serta dukungan dari masyarakat nelayan sekitar.
Total 12 unit kapal, termasuk perahu karet dan kapal patroli, telah dikerahkan. Pencarian difokuskan pada radius 20 nautical mile dari titik koordinat terakhir sebelum kapal hilang kontak, terbagi ke arah utara dan selatan.
"Kami juga melibatkan nelayan di sekitar pesisir pantai, baik di pantai pesisir Ketapang-Banyuwangi maupun wilayah Gilimanuk Bali. Selain itu, kami berkoordinasi dengan Kapolres Jembrana untuk memonitor update perkembangan," ujar Kombes Pol Rama Samtama Putra dilansir dari YouTube TVOneNews.
"Dari hasil wawancara korban diketahui bahwa kejadian terjadi begitu cepat. Salah satu ABK yang berada di dek mesin menyadari bahwa kapal dalam keadaan miring. Dia kemudian naik dan mengajak beberapa sopir yang ada di bawah untuk naik ke dek. Seketika itu kapal langsung miring dan terbalik. Untungnya ABK itu sempat mengeluarkan sekoci dan bisa menolong tiga orang yang ada di sebelah dia," sambungnya lagi.
Pencarian sempat terkendala ombak besar dan arus laut yang kuat ke arah selatan. Namun pada pagi ini, kondisi cuaca dan tinggi gelombang mulai membaik, memungkinkan pencarian diperluas.
Basarnas Denpasar juga turut membantu operasi ini, sementara Polda Jatim telah mengirim tim DVI untuk mengantisipasi evakuasi korban.
Posko pengaduan keluarga korban telah dibuka di ASDP Ketapang, Banyuwangi. Sejumlah keluarga penumpang mulai berdatangan sejak malam kejadian.
Saat ini, satu kapal fregat milik TNI AL KRI Abdul Halim Perdana Kusuma tengah menuju lokasi untuk memperkuat pencarian. Sementara opsi pencarian lewat udara masih dalam pertimbangan.
Penyebab tenggelamnya kapal belum dapat disimpulkan secara resmi. Dugaan awal mengarah pada cuaca buruk dan kemungkinan kelebihan beban.
Penyelidikan akan dilakukan setelah evakuasi selesai. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan terus mendoakan keselamatan seluruh korban.***

Share this article
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, 4 selamat, 61 orang masih dicari. Pencarian terkendala ombak dan arus laut.