Presiden Jokowi: Nasabah PNM Mekaar Meningkat Tiap Tahun, Beri Manfaat Bagi Usaha Mikro
TEBET, AYOJAKARTA - Sektor ekonomi menjadi salah satu sektor yang tengah menjadi sorotan pemerintah. Mulai menurunnya kasus Covid-19, membuat pemerintah langsung mengambil langkah cepat untuk kembali memulihkan perekonomian Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, secara umum pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah mengambil langkah-langkah yang tidak bisa, akibat situasi krisis yang multi dimensional yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Sederet kebijakan diterapkan pemerintah demi menekan potensi penyebaran Covid-19 di tanah air yang berujung pada lesunnya perekonomian. Karenanya, di masa landainya kasus Covid-19 pemerintahan berupaya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi kembali.
Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, pandemi Covid-19 di Indonesia membuat perekonomian bangsa ini alami penurunan. Pada kuartal pertama di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 3,0. Kemudian alami penurunan ke angka -5,3 pada kuartal kedua. Lalu membaik di kuartal ketiga dan keempat di angka -3,5 dan -2,2.
"Di kuartal pertama 2021, pertumbuhan ekonomi kita ada di angka 0,7. Lalu naik pada kuartal kedua menjadi 7,1. Semoga bisa terus naik di kuartal tiga dan empat pada tahun ini," kata Joko Widodo saat membuka kegiatan saresehan 100 ekonom Indonesia secara virtual, Jumat 27 Agustus 2021.
Setidaknya ada tiga strategi yang akan diambil pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Yakni melakukan hilirisasi industri, ekonomi hijau hingga mendorong digitalisasi UMKM.
"Hilirisasi industri ialah melakukan penghentian ekspor bahan mentah seperti nikel. Hal ini agar perekonomian kita lebih stabil. Ekonomi hijau artinya melakukan berbagai pengembangan lewat energi baru yang diterbarukan," ungkapnya.
Sementara pada sektor ekonomi, pemerintah mesti mendorong agar pelaku UMKM di Indonesia mulai melakukan ekspansi ke sektor digital. Baik melalui media sosial hingga melakukan ekspansi ke sejumlah e-commerce yang ada.
"Saat ini jumlah UMKM yang melakukan itu ada sekitar 15,5 juta. Kita harus terus mengedukasi masyarakat untuk dapat mengembangkan usahanya ke sejumlah platform digital yang ada," tuturnya m
Selain tiga hal di atas pemerintah juga menyediakan program Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Di mana lewat program tersebut diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
Presiden menjelaskan, program PNM Mekaar sudah ada sejak 2016 silam. Di mana program tersebut menyediakan sejumlah pinjaman dana segar bagi masyarakat yang hendak berwiraswasta. Mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Prgram ini pun disambut baik oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jumlah nasabah PNM Mekaar di setiap tahunnya.
"Pada awal Oktober 2017 jumlah nasabahnya 1,54 juta jiwa. Saat ini sudah mencapai 10,8 juta jiwa. Tentunya dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi usaha mikro di tanah air," harapnya.
Joko Widodo juga berpesan kepada para ekonom di tanah air untuk bisa ambil bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti ini.
"Dalam kondisi saat ini pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai pihak khususnya ekonom. Baik dari segi pemikiran maupun gagasan berbasis riset. Sehingga nantinya hal itu bisa kami terapkan untuk membuat ekonomi Indonesia bangkit kembali. Tentunya ini bisa jadi solusi bagi Indonesia untuk cepat keluar di masa seperti ini," tutupnya.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
program PNM Mekaar sudah ada sejak 2016 silam. Di mana program tersebut menyediakan sejumlah pinjaman dana segar bagi masyarakat