AYOJAKARTA.COM – Informasi seputar Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2024 bisa disimak dalam artikel ini.
Agar pengajuan KUR BRI 2024 bisa disetujui dan dana dicairkan pihak bank, maka calon debitur harus memenuhi persyaratan baik secara administrasi dan persyaratan pendukung lainnya.
Dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi BRI pada Senin (18/3/2024), syarat umum pengajuan KUR BRI adalah memiliki usaha aktif minimal enam bulan, tidak sedang menerima kredit kecuali kredit konsumsi, melengkapi persyaratan administrasi seperti KTP, KK maupun surat izin usaha.
Selain syarat-syarat tersebut, ada ketentuan yang berlaku di sebagian besar bank termasuk BRI.
Baca Juga: Selamat! Pencairan BPNT Tahap 2 dan 3 Mulai Hari Ini, Pastikan KPM Bawa 3 Dokumen Penting
Salah satu hal yang penting dan perlu dipertimbangkan calon debitur sebelum mengajukan pinjaman KUR BRI 2024 adalah riwayat kredit atau BI Checking.
BI Checking atau sekarang dinamakan SLIK OJK merupakan layanan informasi berisikan riwayat kredit debitur yang tercatat dalam Sistem Informasi Debitur (SID).
Dalam tayangan YouTube evan alzaed yang kerap memberikan informasi seputar KUR BRI menjelaskan bahwa BI checking menjadi salah satu penentu apakah pinjaman KUR BRI 2024 yang diajukan disetujui oleh pihak bank atau ditolak.
Adapun seseorang yang masuk dalam daftar hitam atau blacklist yaitu akibat tidak melunasi pinjaman selama bertahun-tahun.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah untuk yang Suka Berimajinasi, Ide Cemerlangnya Bisa Disalurkan di Prodi Ini
Sementara jika hanya macet beberapa bulan, kemudian dilunasi memang akan nampak jelek di BI Checking tapi akan bisa hilang riwayat kredit jeleknya setelah beberapa waktu.
Lantas jika bermasalah dengan BI Checking tapi ingin mengajukan KUR BRI 2024, bagaimana solusinya?
Ketika debitur ingin mengajukan pinjaman di suatu bank, maka pihak bank akan mengecek bagaimana riwayat kreditnya.
Contohnya jika seseorang pernah bermasalah dengan BI Checking, pernah macet tapi sudah dilunasi, lalu mengajukan pinjaman di bank lain maka pihak bank akan mengecek dan terbaca pernah macet misalnya empat bulan.
Baca Juga: Hati-hati! Keseringan Nonton Youtube Bikin Kamu jadi Malas, Ini Kata Psikolog
Maka orang bank akan bertanya dan kemungkinan pengajuannya akan ditolak karena riwayat BI Checking.
Maka dari itu, kesempatan bagi debitur untuk menjelaskan agar pihak bank memberikan kesempatan untuk acc pengajuan pinjaman.
Jika hanya omong belaka mungkin pihak bank tidak akan percaya dengan alasan yang disampaikan debitur.
Maka dari itu jelaskan dengan menggunakan bukti, misalnya saat awal-awal lancar pembayarannya.
Tapi di pertengahan mengalami macet, misalnya karena sempat ada musibah seperti istri sakit membutuhkan perawatan serta biaya yang banyak.
Kemudian tunjukkan datanya, misalnya dokumen-dokumen rumah sakit ketika pengobatan yang sesuai dengan keadaan.
Tapi kemudian setelah pulih dari sakit kembali melanjutkan kredit hingga lunas.
Hal ini penting karena pihak bank berbicara mengenai data.
Jika memberikan alasan logis dan memiliki data pendukung maka kemungkinan pihak bank akan mempertimbangkan untuk mencairkan pinjaman.***

Share this article
Begini cara agar pengajuan KUR BRI cepat acc dan auto cair meskipun memiliki riwayat BI Checking di masa lalu.