Cara Mengatur Keuangan dengan Metode Persentase 50:30:20 yang Cocok untuk Pemula, Yuk Generasi Muda Merapat!

Ilustrasi mengatur keuangan dengan metode persentase 503020 yang cocok untuk pemula.
Ilustrasi mengatur keuangan dengan metode persentase 503020 yang cocok untuk pemula.

AYOJAKARTA.COM – Generasi muda yang terkena utang baik itu utang pribadi maupun pinjol karena terpengaruh gaya hidup mesti merapihkan masalah keuagannya.

Sekarang mulai banyak generasi muda yang mulai belajar cara mengatur keuangan atau budgeting dan menjadi seorang pemula dalam dunia budgeting.

Dikutip AyoJakarta.com dari buku Survival Guide for Girls: Saving Vs Shopping karya Lita Iqtianti, ada cara mengatur keuangan dengan metode persentase 50:30:20 yang cocok untuk pemula.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah uang tak cepat habis, tidak bisa menabung, atau berutang baik pribadi atau pinjol adalah mengatur keuangan atau membuat perencanaan keuangan.

Hal yang pertama dilakukan adalah menuliskan apa saja yang menjadi pengeluaran dalam sebulan ke depan.

Kemudian perlu juga ada biaya tak terduga atau dana darurat.

Selain membuat rencana pengeluaran, perlu juga untuk disiplin menjalankan anggaran tersebut.

Makanya anggaran dibuat dengan realistis atau menyesuaikan dengan keadaan. Perlu menyesuaikan dengan gaya dan kebutuhan hidup masing-masing orang.

Berikut adalah proporsi pengeluaran bulanan berdasarkan metode 50:30:20 dalam buku Survival Guide Book for Girls: Saving Vs Shopping.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Ideal sesuai Gaji Rp3 juta hingga Rp10 Juta, Begini Budgeting yang Cocok

1. Pos Biaya operasional rutin atau kebutuhan primer (50% penghasilan)

Dalam aturan ini, anggarkan untuk biaya kebutuhan hidup.

Biaya makan sehari-hari, transportasi, perlengkapan make up (bila menggunakan make up), pulsa, segala jenis cicilan non konsumtif (cicilan rumah atau kendaraan), kos, listrik, air (jika ada), zakat, dan sedekah.

Pos-pos tersebut bisa disesuaikan sesuai kebutuhanmu.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Karyawan Fresh Graduate agar Tidak Boros, Kurangi Self Reward dan Banyak Menabung

2. Pos Biaya bersenang-senang atau kebutuhan sekunder dan tersier (30% penghasilan)

Dalam pos ini, anggarkan untuk biaya bersenang-senang atau bersifat hiburan dan keinginan.

Jalan-jalan di mal, nongkrong di cafe, beli baju, beli tas, beli sepatu, beli kado untuk teman, hadiah uang pernikahan, nonton bioskop, dan karaoke bareng teman.

Pos-pos tersebut bisa disesuaikan sesuai keinginanmu.

Baca Juga: Kesalahan dalam Mengelola Keuangan di Tiap Rentang Usia yang Wajib Diketahui, Jangan Sampai Salah Langkah!

3. Pos Tabungan atau Investasi (20% penghasilan)

Dalam pos ini, bisa dianggarkan untuk tabungan dan investasi.

Tabungan dana darurat, tabungan rutin, dan investasi.

Pos-pos tersebut sesuaikan lagi dengan jenis tabungan yang kamu miliki.

Itulah cara mengatur keuangan dengan metode persentase 50:30:20 untuk pemula yang perlu diketahui oleh generasi muda.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pemula
# Generasi Muda
# keuangan

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.