AYOJAKARTA.COM -- Dinas Sosial alias Dinsos Kota Bogor kembali menertibkan gelandangan yang hidup dan tinggal di kolong jembatan. Saat mengamankan salah satu penghuni kolong jembatan tersebut mereka juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun siapa sangka, kalau gelandangan yang berprofesi sebagai pengemis dan pemulung tersebut memiliki banyak harta berupa kendaraan bermotor hingga tabungan yang fantastis.
"Penghuni Kolong jembatan Panaragan Kota Bogor yang sudah 3 kali dievakuasi Dinsos Kota Bogor ternyata punya uang tunai yg cukup banyak, tabungan, motor, dan aset lainnya yg cukup besar,"kata Dinsos Kota Bogor.
Baca Juga: Grebek Gudang Solar Ilegal Diduga Milik Achiruddin Hasibuan, Polisi Temukan 3 Tangki BBM
Dikutip ayojakarta.com tampak terlihat ada beberapa petugas Dinsos Kota Bogor mewawancarai ibu pengemis penghuni kolong jembatannya. Pemeriksaan ibu mengemis ini juga dibagikan melalui akun instagram @dinsoskotabogor.
Pengemis yang mengenakan baju motif garis hitam putih dan topi coklat kusam tersebut memperlihatkan semua aset yang ia miliki. Bahkan ibu pengemis tersebut mengaku kalau dirinya sudah sering terjaring razia oleh Dinsos.
"Tidak bergelandangan atau di bawah jembatan seperti itu. Itu namanya enggak ramah keluarga,"kata petugas Dinsos yang menasehati.
"Udah berapa kali ke sini?," tanya petugas Dinsos kembali
Baca Juga: Apakah Ini Sinyal? Ramai Dijodohkan dengan Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo: Cocok!
"Sering, dari ibu Mega aku ke sini," jawab ibu pengemisnya.
Pemeriksaan yang dilakukan petugas Dinsos ini pun membuat mereka syok lantaran ibu pengemisnya memiliki beberapa STNK sepeda motor.
"Ini Yamaha, banyak amat STNK-nya," kata petugas Dinsos ketika melihat suratnya.
Baca Juga: PPP Deklarasikan Dukungan untuk Ganjar Pranowo, Nasib KIB Dipertanyakan, Akankah Bubar?
"Itu punya mertua aku Pardin," kata pengemis.
Selanjutnya, ibu pengemis juga memperlihatkan kartu identitasnya, buku tabungan, uang tunai dan cek BCA sebesar Rp1.350.000.000 yang ada dalam gulungan plastik yang ia dikeluarkan.
"Ceknya kita lihat, satu milyar tiga ratus lima puluh juta," ucap petugas Dinsos.
"Kalah nih kita Pak Kabid," kata petugas Dinsos yang lain.
Dinsos Kota Bogor juga mengungkapkan bahwa pengemis maupun pemulung merupakan kerjaan mereka sehari-harinya. Dengan demikian mereka akan dikasihani agar bisa mendapatkan uang.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bogor terus berusaha menangani PMKS/PPKS khususnya GePeng agar mereka bisa mandiri dan tidak mengandalkan hidupnya dari belas kasihan orang lagi.
Bersama SKPD lain kami bersinergi untuk menampung di Rusunawa bagi tuna wisma warga kota Bogor dengan menyediakan fasilitas kesehatan bersama Dinkes, Sekolah Gratis di Semua SD dan SMP Negeri, juga menyediakan sembako bantalan untuk kebutuhan sehari-hari. ***

Share this article
Penghuni Kolong jembatan ternyata punya uang tunai yg cukup banyak, tabungan, motor dan lainnya setara Rp1,3 M. Simak di sini!