AYOJAKARTA.COM - Belakangan banyak kabar banyak orang yang mencoba atau melakukan bunuh diri tetapi sebenarnya tidak ingin mengakhiri hidupnya.
Hal ini mungkin terdengar kontradiksi, tapi benar terjadi. Orang-orang ini sering kali tidak melihat cara lain untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang mereka rasakan.
Bayangkan kamu berada dalam rasa sakit yang tak tertahankan dan tidak ada solusi yang tepat untuk membuat kondisi lebih baik.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Apakah Manusia Dasarnya Itu Baik atu Jahat? Begini Penjelasan Psikiater
Kamu tidak tahu cara mengatasinya, tidak ada yang bisa membantumu, dan bahkan teman terdekat serta keluarga pun tampak di luar jangkauan.
Beberapa orang melakukan tindakan menyakiti diri sendiri sebagai cara untuk mengalihkan kepenatan guna mengatasinya.
Harapannya, dengan menyakiti diri sendiri secara fisik, mereka tidak merasa sakit emosional, yang sulit diidentifikasi dan dikelola, ke dalam bentuk fisik.
Ini dikenal sebagai konversi, ketika seseorang melukai dirinya sendiri, rasa sakitnya berpindah ke luka fisik seperti dikutip dari akun TikTok @danangpsikolog.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Menyembuhkan Luka Lama, Panduan untuk Anak dan Orang Tua
Rasa sakit fisik dapat disembuhkan, sehingga tampak lebih mudah ditangani dibandingkan rasa sakit emosional.
Namun, hal ini menciptakan lingkaran setan. Setelah luka fisik sembuh, perasaan bersalah dan malu sering kali muncul.
Hal ini dapat membuat mereka kewalahan lagi dan melanggengkan penderitaan yang seolah tak berujung.
Orang dengan depresi atau kecenderungan ingin bunuh diri biasanya sadar akan tindakannya, tetapi tidak tahu bagaimana cara melepaskan diri dari rasa sakitnya.
Mereka mungkin berpikir bahwa bunuh diri sebagai satu-satunya jalan keluar dari semua kegalauan.
Jika kamu mengenal seseorang yang ingin bunuh diri atau tampak terjebak dalam lingkaran keputusasaan, tanggapilah dengan serius.
Salah satu hal paling ampuh yang dapat kamu lakukan adalah dengan berada di dekatnya, hadir saat dia merasa sendiri.
Kesepian dan kehampaan menambah rasa sakit mereka. Kehadiranmu, meskipun tidak terlalu dekat dengan mereka, bisa sangat menghibur.
Baca Juga: Banyaknya Kasus Bunuh Diri dan KDRT, Pakar Komunikasi Keluarga: Peran Komunikasi yang Lemah
Kamu tidak perlu memberikan nasihat; hanya dengan berada di sana, menunjukkan kasih sayang, dan membimbing mereka untuk mendapatkan bantuan profesional seperti psikolog klinis atau psikiater dapat membuat perbedaan yang signifikan.
Tunjukkan bahwa kamu memahami gejolak batin yang menekannya, sebagai edukasi psikologi yang sangat membantu.***

Share this article
Sejatinya, orang yang ingin bunuh diri menyimpan perasaan yang tidak diketahui siapapun dalam memahami gejolak batin yang menekan, perlu ini