AYOJAKARTA.COM - Berhadapan dengan orang yang egois memang menyebalkan.
Orang yang egois cenderung tidak terlalu responsif terhadap orang lain dengan cara apa pun selain mengevaluasi bagaimana orang tersebut memenuhi kebutuhannya.
Memahami mengapa seseorang bersikap egois bukan berarti membenarkan perilakunya, namun dapat membantu menginformasikan cara meminimalkannya.
Baca Juga: Tips Psikologi: Mengenali Inner Child bukan untuk Menyalahkan Orang Tua
Menurut F. Diane Barth, seorang psikoterapis dan analis yang dimuat di Psychology Today, ada dua ciri utama keegoisan, yakni:
1. Menjadi prihatin secara berlebihan atau eksklusif pada diri sendiri.
2. Tidak memperhatikan kebutuhan atau perasaan orang lain.
Diane memberikan empat tips menghadapi orang egois dalam hidupmu.
1. Pahami dari mana asalnya.
Memahami bukan berarti membiarkan seseorang lolos.
Dengan mengetahui apa yang mendasari perilaku tersebut dan menemukan apa yang memotivasi perilaku tersebut.
Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar Ilusi Ini Bisa Ungkap Kecenderungan Kepribadianmu, Rasional atau Pragmatis
Kamu akan memiliki peluang lebih besar untuk merespons dengan cara yang mungkin akan mengurangi pengaruhnya.
2. Jangan tersinggung.
Mungkin orang yang egois mengatakan sesuatu yang kurang mengenakkan kepadamu.
Jangan tersinggung dengan perkataannya tersebut.
Mungkin maksudnya adalah mereka ingin kamu melakukan hal lain—yang mungkin tepat bagi mereka, namun belum tentu tepat bagi kamu.
3. Jangan berasumsi.
Kita sering membuat asumsi yang salah atau menyesatkan.
Salah satu cara yang sangat berguna untuk menghadapi tuduhan seseorang yang egois kepadamu adalah dengan bertanya kepadanya.
Baca Juga: 10 Cara Memiliki Inner Beauty yang Kuat agar Kamu Lebih Menawan, Apa Saja?
Tanyakan dengan suara yang tenang dan bijaksana, apa maksudnya.
Bisakah mereka menjelaskan tuduhannya kepadamu? Apa yang mereka ingin kamu lakukan secara berbeda?
4. Ingatlah bahwa sikap egois dalam jumlah tertentu itu sehat.
Keegoisan yang sehat tidak hanya mengingatkan kita untuk menjaga diri sendiri; itu memungkinkan kita untuk menjaga orang lain.
Bahkan kepedulian dan kemurahan hati tanpa pamrih pun tidak sepenuhnya tanpa pamrih.
Jika melakukan sesuatu untuk orang lain membuat kamu merasa senang, itu tetap egois, bukan? Tapi itu tidak menjadikannya buruk.
***

Share this article
Orang yang egois cenderung tidak terlalu responsif terhadap orang lain dengan cara apa pun selain mengevaluasi bagaimana orang tersebut.