AYOJAKARTA.COM — Sepenggal kalimat bijak mengatakan bahwa "anak adalah cerminan orang tua" memang bisa menjadi acuan bagaimana menerapkan pola asuh terbaik bagi buah hati tercinta.
Karakteristik anak terbentuk karena penerapan pola didik dan kebiasaan yang sehari-hari orang tua lakukan dan kemudian diterapkan kepada anak setiap harinya.
Karakter positif pada anak bisa menggambarkan bagaimana tumbuh kembang anak di masa depan, meliputi sikap, kebiasaan, dan kualitas anak dalam segi emosional, sosial, dan intelektualnya.
Beberapa karakter positif anak yang bisa terlihat dari pembawaan dan kecerdasan emosional anak, antara lain sikap ceria, tekun, memiliki rasa ingin tahu yang besar, mandiri, empati, jujur, toleransi, dapat bekerja sama dengan baik, dan berani.
Lain hanya dengan pola didik orang tua yang kurang sesuai atau sering menunjukkan perilaku yang buruk kepada anak baik secara verbal maupun perbuatan, maka dapat memicu terbentuknya karakter negatif pada anak sehingga menghambat perkembangan anak baik segi emosial hingga intelektual.
Beberapa contoh karakter negatif pada anak mulai dari sikap temperamental, agresif, manipulatif, pemarah, egois, manipulatif, membangkang, tidak hormat, dan pemalas.
Jangan khawatir, karakter negatif pada anak bukan bersifat mutlak. Karakter ini bisa diubah dan dapat berkembang secara positif jik orang tua memberikan pengajaran, dukungan, dan anak juga berada pada lingkungan yang tepat.
Pengajaran orang tua melibatkan pola didik atau asuh sangat berperan penting untuk perkembangan karakter anak menjadi positif dan baik.
Beberapa cara untuk membentuk karakter positif anak dengan mengajarkan tujuh kata yang dianggap sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan emosional dan intelektual anak sehingga memiliki karakter positif.
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan akun TikTok @adelianiabidinofficial pada Jumat, 3 Mei 2024, berikut tujuh kata ajaib yang dapat membentuk karakter positif pada anak.
1. Salam
Membiasakan anak mengucapkan salam saat masuk rumah, keluar rumah, dan bertemu dengan orang lain merupakan kebiasaan positif yang dapat membentuk karakter anak lebih baik dan memiliki jiwa yang damai.
Bagi umat muslim, salam seperti assalamualaikum dan menjawab dengan walaikumsalam merupakan kebiasaan baik yang perlu diajarkan kepada anak sedari dini, agar anak dapat mengingat dan akhirnya mempraktekkan setiap harinya.
2. Tolong
Kata tolong sebaiknya dibiasakan dan diajarkan kepada anak agar anak bisa mengucapkannya ketika ingin meminta bantuan kepada orang lain.
Kebiasaan mengucapkan kata tolong akan membentuk pribadi anak menjadi rendah hati dan memiliki jiwa yang ramah serta tidak sombong
3. Terima kasih
Membiasakan anak untuk mengucapkan kata terima kasih ketika menerima bantuan dari orang lain akan membentuk karakter positif anak yaitu berjiwa besar dan mampu menghargai orang lain.
4. Maaf
Mengajarkan anak untuk mengucapkan kata maaf jika melakukan suatu kesalahan adalah sangat postif dampaknya terhadap perkembangan karakter anak.
Anak akan memiliki jiwa penuh kasih sayang dan rasa empati yang besar terhadap orang lain.
5. Izin atau Permisi
Membiasakan anak untuk izin atau mengucapkan kata permisi ketika ingin meminjam barang milik orang lain akan menumbuhkan karakter positif yaitu dapat menghargai dan menghormati orang lain.
6. Bisa
Membiasakan anak mengucapkan aku pasti bisa membuat anak menjadi pribadi yang percaya diri, optimis, dan mampu mengembangkan kreativitas dalam diri.
7. Dzikir
Bagi umat muslim, biasakan anak untuk mengucapkan kata-kata dzikir seperti alhamdulillah, masya Allah, Allahu Akbar. Hal ini akan membentuk karakter positif anak menjadi pribadi yang tekun dan bertakwa kepada Tuhan.***

Share this article
Karakteristik anak terbentuk karena penerapan pola didik dan kebiasaan yang sehari-hari orang tua lakukan dan kemudian diterapkan.