AYOJAKARTA.COM - Media sosial telah banyak mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain, khususnya generasi muda yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan media sosial.
Tidak sedikit pula, generasi muda yang menjadi korban dari sifat-sifat adiktif yang ditimbulkan oleh media sosial.
Para peneliti telah menyelidiki hubungan antara kesehatan mental dan media sosial. Jelas bahwa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Snapchat, dan TikTok dapat menyebabkan gejala depresi.
Baca Juga: Tes IQ: Buktikan Kamu Masih Jeli, Temukan Angka 120 di Antara Angka 102 dalam Waktu 7 Detik
Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda depresi lebih cenderung menggunakan media sosial.
Media sosial telah memberikan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap komunitas dan informasi.
Namun, penggunaan platform ini secara berlebihan dapat menciptakan hubungan dan ketergantungan yang tidak sehat.
Berikut adalah daftar pertanyaan untuk ditanyakan pada dirimu sendiri.
Berapa banyak waktu per hari yang saya habiskan di media sosial?
Bagaimana keputusan yang saya ambil dalam hidup saya dipengaruhi oleh media sosial?
Apakah saya telah menunda tanggung jawab untuk berada di media sosial?
Mengapa saya memilih untuk berinteraksi dengan media sosial?
Penelitian menunjukkan bahwa media sosial sebenarnya meningkatkan perasaan kesepian dan isolasi.
Baca Juga: Ilmu Psikologi: Ini Tipe Orang yang Pura-Pura Baik Padahal Licik di Belakang
Selain tekanan sosial sebagai remaja atau dewasa muda, media sosial dapat memperburuk perasaan dikucilkan ketika terus-menerus melihat interaksi orang lain.
Filter dan aplikasi pengeditan foto yang banyak digunakan di media sosial dapat meningkatkan perasaan tidak puas terhadap penampilan, sering kali mengubah persepsi anak muda tentang kecantikan dan harga diri.
Setiap orang harus bijaksana dan berhati-hati dalam menentukan bagaimana dan kapan harus terlibat dalam perilaku online.
Jika kesehatan mentalmu memburuk akibat penggunaan media sosial, penting untuk mengevaluasi kembali caramu bermedia sosial.
Jika kamu atau orang yang kamu sayangi mengalami dampak buruk dalam bermedia sosial, mungkin inilah saatnya mencari bantuan profesional.***

Share this article
Edukasi psikologi, fakta hubungan pengguna media sosial dengan kesehatan mental, apakah ada korelasinya?