AYOJAKARTA.COM - Agorafobia merupakan kondisi atau rasa cemas berlebihan dimana seseorang mengalami ketakutan, kekhawatiran, atau kepanikan hebat di tempat umum.
Bagi penderita agorafobia, akan muncul perasaan samar-samar bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi.
Kecemasan berlebih ini akan dialami oleh penderita agorafobia karena mereka merasa situasi tersbeut akan sulit dihindari.
Baca Juga: INFO 10 Jurusan Sepi Peminat UGM dan Daya Tampung SNBT 2024, Prodi Baru S1 Punya Peluang Lolos
Bahkan, penderita agorafobia merasa tidak akan memperoleh pertolongan jika mengalami kepanikan atau kecemasan-kecemasan di tempat umum.
Gejala-gejala Agorafobia
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-5), agorafobia melibatkan rasa takut atau cemas yang hebat, yang terjadi pada, atau ketika mengantisipasi, setidaknya 2 dari 5 situasi berikut:
- menggunakan transportasi umum seperti mobil, bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat
- berada di ruang terbuka seperti tempat parkir, pasar, atau jembatan
- berada di ruang tertutup seperti toko, bioskop, atau bioskop
- mengantre atau berada di tengah kerumunan orang banyak
- berada di luar rumah sendirian
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Mencintai Diri Sendiri, Poin 3 Penting Dilakukan
Jika kamu atau orang-orang terdekatmu mengalami gejala-gejala ini lebih dari 6 bulan, maka bisa dipastikan itu adalah agorafobia.
Usia dewasa muda sebelum 35 tahun selama ini yang paling sering didiagnosis menderita agorafobia.
Menurut definisi, ketakutan yang terkait dengan agorafobia tidak rasional.
Ini berarti bahwa kecemasan tidak proporsional dengan bahaya nyata yang ditimbulkan oleh situasi tersebut.
Lambat laun, orang dengan agorafobia akan menyadari bahwa ketakutan mereka tidak rasional, tetapi tidak mampu berhenti mempercayainya.
Baca Juga: Tak Ingin Patah Hati? Kenali Karakter Seseorang Berdasarkan Bentuk Jari Tangan
Sebagai contoh, hanya ada sedikit potensi bahaya saat mengantri di bank, dan jutaan orang melakukannya setiap hari tanpa insiden.
Namun, banyak orang dengan agorafobia mungkin masih merasa negri membayangkan berada dalam situasi tersebut.
Sebagaimana halnya semua gangguan kecemasan, gejala agorafobia juga bisa terjadi secara fisik, mental, dan perilaku.
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah Yang Cocok Untuk Kamu Yang Suka Bersosialisasi, Extrovert Auto Semangat Kuliah!
Gejala Fisik dan Mental
Jika kamu memiliki agorafobia, kamu akan mengalami stres yang hebat dalam tubuhmu saat mengalami situasi yang sangat takut.
Hal ini adalah sebuah sistem alami yang membantu melindungi tubuh dari ancaman.
Agorafobia melibatkan pengalaman kecemasan yang kuat seperti panik saat berada di tempat umum atau ramai tertentu.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Yang Memiliki Prospek Kerja Paling Menjanjikan, Ada Pilihanmu?
Gejala fisik dan mental agorafobia meliputi:
- jantung berdebar kencang
- sesak napas
- berkeringat
- ketegangan otot
- gemetar
- pusing
- merasa mual
- kelemahan otot
- merasa panas atau dingin
- takut kehilangan kendali
- perasaan malapetaka atau ketakutan
- perasaan tidak nyaman secara umum
- merasa terpisah dari tubuh, yang dikenal sebagai disosiasi
Banyak orang dengan gangguan panik memiliki agorafobia, meskipun DSM-5 menganggapnya sebagai dua kondisi yang terpisah.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa Warna Favorit Kamu? Tipe yang Mudah atau Sulit Jatuh Cinta?
Gejala Perilaku
Suka menghindar merupakan gejala utama agorafobia.
Kamu mungkin menemukan dirimu menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menghindari situasi yang dapat memicu kecemasan.
Jika tidak, kamu mungkin akan mengalami ketidaknyamanan yang serius.
Pada umumnya, orang dengan agorafobia merasa tidak dapat meninggalkan rumah karena kecemasan yang hebat atas apa yang mungkin saja terjadi.
Kecemasan yang terkait dengan situasi ini dapat menyebabkan perubahan besar dalam perilaku, rutinitas harian, dan kemampuan untuk muncul di ruang publik.
Baca Juga: Lowongan Kerja Front Office Host Hotel Grand Hyatt di Jakarta, Berapa Gajinya?
Merasa dibatasi atau diluar kendali kehidupan sehari-hari, bisa berdampak pada kesehatan mental dan kesejahteraan.
Perasaan ini menyebabkan tekanan dan gangguan yang signifikan dalam hidupmu.
Akibatnya, sulit untuk mempertahankan pekerjaan, sekolah, atau terlibat dalam kegiatan sosial
Agorafobia mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda.
Gejalanya dapat berkisar dari yang serius hingga ringan, tergantung pada seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang.
***

Share this article
Bagi penderita agorafobia, akan muncul perasaan samar-samar bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi.