AYOJAKARTA.COM – Diri manusia yang sejati selalu berisi dengan cinta dan hal-hal positif yang terlahir karena adanya rasa mencintai diri sendiri atau self love.
Namun, bagi seseorang yang masih dihinggapi dengan luka trauma mendalam, self love bukanlah perkara mudah untuk dilakukan.
Cemas, ragu, takut, kecewa, dendam, marah, akan terus-menerus dirasakan dan menumpuk hingga menutupi rasa cinta pada diri sendiri.
Perasaan tidak berharga dan anggapan buruk terhadap diri sendiri, jika diabaikan akan menjadi petaka yang bisa mengancam kesehatan jiwa.
Sebab faktanya, tidak ada seorangpun di dunia yang bisa menyembuhkan luka akibat pengalaman trauma kecuali dirinya sendiri.
Mencintai diri sendiri, merupakan salah satu hal penting untuk bisa memulihkan jiwa yang terluka.
Karenanya untuk bisa mengembalikan kemurnian dan kesejukan jiwa, setiap orang yang memiliki luka trauma perlu belajar mempercayai kemampuan diri sendiri.
Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan agar orang dengan luka trauma bisa kembali terhubung dengan dirinya, dikutip dari Instagram @psikologi_keluarga.
5 Tahap Mencintai Diri alias Self Love
Pertama, berusaha untuk menerima apapun keadaan diri secara utuh atas setiap peristiwa tidak menyenangkan dalam hidup.
Tidak menghakimi dan tidak menyalahkan diri, terlebih mempertanyakan dan meragukan keputusan terbaik yang datang atas persetujuan Tuhan.
Setiap peristiwa trauma tentu saja akan mendatangkan bekas luka batin dalam hidup yang akan terus menghantui.
Untuk itu, langkah kedua yang bisa dilakukan seseorang untuk bisa menyeimbangkan jiwanya adalah dengan mengeluarkan isi hati.
Baca Juga: Mentan SYL Mengundurkan Diri Imbas Dugaan Kasus Korupsi di Kementan
Hati seseorang dengan luka trauma akan penuh dengan emosi negatif dan mengerikan yang bisa berdampak pada diri dan orang di sekitar.
Secara perlahan dan berkala, lepas semua sumbatan dalam hati yang selalu menekan dengan cara menulis, berbagi atau cara baik lainnya untuk mengungkap rasa sakitnya.
Ketiga, berusaha memaafkan diri sendiri dan berdamai atas setiap kesalahan yang dilakukan akibat kekeliruan dalam menyikapi situasi saat hal buruk terjadi.
Setiap manusia tentu pernah bersalah, mengetahui letak salah dan belajar memperbaikinya serta mendapatkan kesempatan untuk melakukannya adalah anugerah.
Saat semua emosi dalam diri sudah bisa dikenali dan dikendalikan, langkah keempat membersihkan jiwa adalah dengan hidup para momen kekinian.
Tidak lagi terikat pada masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan adalah langkah untuk benar-benar hadir dan menyatu dengan momen saat ini.
Kelima, berikan afirmasi positif kepada diri sendiri atas kekuatan, keberanian dan kesabarannya melewati waktu yang sulit hingga ia sangat layak dicintai.***

Share this article
Bagi seseorang yang masih dihinggapi dengan luka trauma mendalam, self love bukanlah perkara mudah untuk dilakukan.