AYOJAKARTA.COM - Sarapan pagi merupakan hal utama yang mayoritas dilakukan untuk menjadi pondasi stamina dalam tubuh.
Sarapan pagi dilakukan untuk memberikan energi agar dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Namun, kebiasaan sarapan pagi tidak semua bisa melakukannya. Tak jarang beberapa tidak suka makan pagi.
Baca Juga: Mengenal Kepribadian Seseorang dari Ucapan, Hati-hati dengan Orang yang Suka Mengatakan Kalimat Ini
Hal ini bisa menjadi kebiasaan ataupun karena tidak ada waktu akibat padatnya aktivitas.
Lantas bagaimana dampak dari tidak sarapan bagi kesehatan tubuh?
Dilansir AYOJAKARTA.COM dari Hallodoc, berikut ulasan dampak yang akan dirasakan jika tidak sarapan pagi.
1.Meningkatkan Risiko Obesitas
Bagi mayoritas orang, obesitas atau kelebihan berat badan memang membuat harap-harap cemas.
Studi dalam Arab Journal of Nutrition and Exercise, melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada anak-anak dan remaja di Arab Saudi.
Baca Juga: CPNS Penjaga Tahanan Kemenkumham Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya Sebelum Daftar!
Hal sebaliknya berlaku, mereka yang rutin sarapan dikaitkan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan atau obesitas.
Meski begitu, karena sifat studi observasi yang kurang kuat, para ahli mengatakan masih membutuhkan studi lebih jauh untuk membuktikan hal tersebut.
2.Meningkatkan Risiko Masalah Jantung
Dampak melewatkan sarapan juga bisa menyasar organ vital seperti jantung. Menurut studi dari Universitas Harvard, pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 27 persen lebih besar terkena serangan jantung atau penyakit jantung, daripada mereka yang memiliki kebiasaan sarapan.
Meski penyebab langsungnya belum diketahui secara persis, para peneliti menduga bahwa bertahan dalam keadaan puasa lebih lama bisa memicu stres fisik dan membuat tubuh bekerja lebih keras, dan menyebabkan perubahan metabolisme.
Baca Juga: Cara Melihat Pesan WA yang Sudah Dihapus Tanpa Aplikasi Tambahan, Gampang Banget!
3.Tidak Produktif
Dampak melewatkan sarapan juga bisa membuat kita jadi tidak produktif dan sulit berkonsentrasi. Pasalnya, tubuh terutama otak tak memiliki “bahan bakar” untuk beraktivitas atau bekerja bila tidak sarapan.
Ingat, otak membutuhkan glukosa agar berfungsi optimal. Kehabisan glukosa atau penurunan gula darah dari keadaan puasa yang lama memengaruhi fungsi kognitif.
Imbasnya, kita tidak dapat berpikir dengan jernih seperti biasanya. Hal ini akan mengurangi produktivitas sehari-hari.
Contohnya, fokus yang menghilang sehingga melupakan pekerjaan yang harus dilakukan.
4.Meningkatnya Hormon Kortisol
Menurut studi pada 2014 dari University of California, menunjukkan wanita yang melewatkan sarapan memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang lebih tinggi selama berbagai tes sepanjang hari, dibandingkan dengan wanita yang sarapan. Selain itu, wanita yang melewatkan sarapan juga memiliki hasil tekanan darah yang lebih tinggi.
Baca Juga: 10 Resep Panjang Umur ala Orang Jepang, Rutin Terapkan Kebiasaan Ini
Menurut peneliti, kombinasi melewatkan sarapan dan mengalami stres kronis meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom kardiometabolik.
Dengan memprioritaskan sarapan dan menjaga keseimbangan dalam pola makan, dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Jika memerlukan nasihat medis lebih lanjut, konsultasikan dengan profesional kesehatan.***

Share this article
Sarapan pagi merupakan hal utama yang mayoritas dilakukan untuk menjadi pondasi stamina dalam tubuh.