AYOJAKARTA.COM – Kebanyakan individu sering salah saat mendengar istilah "kekuatan emosional", mengasumsikan bahwa itu mengacu pada kemampuan untuk menekan atau mengabaikan perasaan mereka.
Namun, pada kenyataannya itu salah besar. Kekuatan emosional bukanlah tentang penekanan perasaan yang sulit.
Sebaliknya, itu mengandalkan kemampuan seseorang untuk meresponnya dengan cara yang sehat.
Contohnya seseorang yang memiliki kekuatan emosional dalam menghadapi kecemasan, mungkin berarti mereka belajar menerima dan memahami pikiran, serta perasaan cemas mereka daripada mencoba melarikan diri dari itu secara terus-menerus.
Ketika seseorang memiliki kekuatan emosional dalam menghadapi kesedihan, itu berarti mereka bersedia untuk merasakan kesedihan mereka, menerima kenyataan kehilangan, daripada mencoba untuk mengalihkan perhatian dari rasa sedih tersebut.
Dalam menghadapi kemarahan, seseorang yang kuat secara emosional mengakui perasaan marah itu daripada menyangkalnya atau mengkritik diri sendiri.
Penting untuk diingat bahwa membangun hubungan yang lebih sehat dengan emosi membutuhkan usaha keras.
Hubungan semacam itu memungkinkan seseorang menjadi lebih tangguh dalam menghadapi perasaan yang menantang daripada menjadi rapuh.
Namun, hal ini sangat mungkin untuk dicapai, terutama melalui pengembangan kebiasaan konsisten yang mendukung hubungan yang lebih toleran dan penerima terhadap semua jenis perasaan, termasuk yang mungkin menyakitkan.
Berikut ini adalah empat kebiasaan orang yang kuat secara emosional yang harus ditanamkan seperti yang ditulis Nick Wignall di laman Medium.
Baca Juga: Tak Banyak DIsadari! 8 Kebiasaan Ini Buat Kamu Jahat kepada Diri Sendiri, Pernah Lakukan?
1. Mengendalikan Perhatian, Bukan Emosi
Sebagian besar seseorang memiliki kecenderungan untuk mencoba mengendalikan perasaan kita saat kita dihadapkan pada emosi yang sulit.
Namun, hal ini seringkali menjadi upaya yang sia-sia, karena emosi tidak selalu dapat dikuasai secara langsung.
Sebagai gantinya, kamu dapat mempengaruhi emosi dengan mengarahkan perhatian kita dan cara berpikir. Orang yang kuat secara emosional memahami bahwa mereka tidak dapat mengontrol emosi mereka secara langsung.
Mereka mempraktikkan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting dan menghindari jebakan pola pikir yang tidak membantu, seperti ruminasi atau kecemasan.
Baca Juga: Terungkap! Rahasia Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari Pakai Formula 20-20-20, Apa Itu?
2. Latihlah Self-Talk yang Penuh Kasih Sayang
Banyak orang mengaitkan kekuatan emosional dengan sikap keras terhadap diri sendiri. Namun, menilai diri sendiri dengan keras saat merasa buruk justru memperburuk perasaan tersebut.
Orang yang kuat secara emosional memahami bahwa berbicara dengan diri sendiri dengan kasih sayang dan pengertian saat merasa buruk jauh lebih bermanfaat.
Menerapkan self-talk yang penuh kasih sayang berarti memberikan diri sendiri dukungan yang sama seperti yang kita berikan kepada teman yang sedang mengalami kesulitan.
Baca Juga: Cara Meraih Kesuksesan dengan Kebiasaan Meluangkan Waktu 20 Menit Sehari, Maksudnya Apa?
3. Menggunakan Nilai-Nilai, Bukan Perasaan, dalam Pengambilan Keputusan
Orang yang kuat secara emosional tidak hanya mendengarkan emosi mereka, tetapi juga menggunakan nilai-nilai dan pemikiran rasional dalam pengambilan keputusan.
Emosi yang intens dan tidak diimbangi tidak selalu membantu dalam membuat keputusan yang bijak.
Menggunakan nilai-nilai dan alasan dalam pengambilan keputusan adalah kunci untuk menghindari pengaruh emosi yang tidak selalu tepat dalam situasi tertentu.
Ini berarti mendengarkan emosi, tetapi juga berpegang pada nilai-nilai pribadi dan alasan yang lebih mendalam.
Baca Juga: Tiru Kebiasaan Orang Sukses yang Menerapkan Rumus 3S 'Saving-Selling-Shelter', Begini Penjelasannya
4. Menetapkan dan Menegakkan Batasan yang Sehat
Menetapkan dan menegakkan batasan yang sehat sering kali merupakan hal yang sulit, tetapi itu sangat penting untuk kesejahteraan emosional.
Hal ini termasuk berani mengkomunikasikan kebutuhan dan keinginan kepada orang lain dan tidak terlalu menekan diri sendiri untuk kepentingan orang lain.
Mengatakan tidak dan menegakkan batasan yang sehat mungkin terasa tidak nyaman dalam jangka pendek, tetapi pada akhirnya, ini adalah tindakan yang baik bagi kesejahteraan emosional.
Menerapkan batasan yang sehat membantu mencegah stres kronis, kelelahan, dan ketidakpuasan yang berkelanjutan dalam hidup.
Jadi, jika kamu ingin menjadi kuat secara emosional, pertimbangkan untuk mengembangkan dan mempraktikkan keempat kebiasaan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan melakukannya, kamu dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan emosi kamu dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi perasaan yang mungkin sulit.***

Share this article
Seseorang yang kuat secara emosional mengakui perasaan marah itu daripada menyangkalnya atau mengkritik diri sendiri.