AYOJAKARTA.COM - Sebagian besar permasalahan psikologis yang dialami orang dewasa ternyata memiliki akar pada masa kecilnya, khususnya relasi dengan orang tuanya.
Psikolog Ferdian Permana, dalam akun TikTik @katapsikologi yang dikutip AyoJakarta.com, 12/3/2024, menyatakan bahwa ketika seseorang mengalami masalah psikologis, sering kali sumbernya adalah orang tuanya sendiri.
Ferdian menuturkan bahwa banyak sekali pasiennya yang mengalami berbagai gangguan kejiwaan, setelah ditelusuri ternyata memiliki permasalah dengan orang tuanya.
“Sebagian besar mereka punya konflik dengan orang tuanya. Mereka punya beban dari orang tuanya terlalu besar, atau bahkan tidak dipedulikan oleh orang tuanya,” ujar Ferdian.
Intinya, hampir dalam setiap masalah psikologis, selalu ada kaitan dengan orang tua penderita gangguan mental sebagai akar masalahnya.
Hal ini terjadi karena setiap anak yang terlahir secara naluri akan bergantung kepada orang tuanya.
Sejatinya, ketika anak membutuhkan perhatian, maka orang tuanya harus memberikan perhatian.
Ketika anak membutuhkan kasih sayang, maka orang tuanyalah yang harus memberikan kasih sayang.
Pun ketika anak membutuhkan kehadiran orang tua, maka orang tua harus ada untuk anaknya.
Sayangnya, kondisi ideal ini tidak selamanya terjadi. Tidak sedikit orang tua yang disadari atau tidak disadari tidak bisa memenuhi kebutuhan psikologis anaknya yang masih belia.
Orang tua seharusnya adalah sosok yang paling dekat dengan anaknya. Orang yang seharusnya bisa memberikan apa-apa yang dibutuhkan oleh anaknya.
“Ketika kita masih kecil, kita hanya bisa berharap orang tua mempunyai parenting yang baik,” kata Ferdian, “Sedangkan tidak semua orang tua diberkahi dengan kemampuan parenting yang baik.”
Tidak semua orang tua punya sikap dan sifat yang baik. Tidak semua orang tua bisa selalu hadir untuk anaknya.
Alih-alih memberikan pengaruh positif, tidak sedikit orang tua justru memberikan pengaruh negatif kepada anaknya.
Ini semua yang nantinya akan menjadi bibit-bibit permasalahan psikologis sang anak di kemudian hari.
Itulah mengapa penting bagi setiap calon orang tua untuk membekali diri dengan pengetahuan parenting.
Parenting bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis anak, seperti makan dan minum, tetapi juga kebutuhan psikologis anak, seperti perhatian dan kasih sayang.
***

Share this article
Parenting bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis anak, seperti makan dan minum, tetapi juga kebutuhan psikologis anak, seperti perhatian