AYOJAKARTA.COM - Apa yang kamu rasakan saat ada tugas yang belum kamu tuntaskan?
Tugas yang belum selesai terus “berjalan” di latar belakang, sehingga mengganggu kinerja.
Semakin banyak tugas yang belum selesai yang harus kita lacak, semakin banyak bandwidth mental yang kita gunakan.
Dengan belajar melepaskan beban dan menyederhanakan tugas-tugas kita, kita dapat mengurangi bandwidth mental dan menghindari kewalahan.
Tahukah kamu betapa terlalu banyak tab browser yang terbuka akan menghambat komputermu?
Hal yang sama terjadi pada otak kita. Inilah yang disebut efek Zeigarnik.
Efek Zeigarnik diambil dari nama Dr. Bluma Zeigarnik yang terinspirasi mempelajari fenomena ingatan ini dari pengamatan profesornya, psikolog Kurt Lewin.
Lewin memperhatikan bahwa pelayan restoran memiliki daya ingat yang lebih baik untuk pesanan yang belum dibayar.
Namun, begitu pelanggan membayar, server kesulitan mengingat detail pesanan.
Zeigarnik menemukan bahwa otak kita terprogram untuk mengingat tugas yang belum selesai dengan lebih baik daripada tugas yang sudah selesai.
Seperti daftar tugas, setelah kita menyelesaikan suatu tugas, otak kita memeriksanya untuk mengosongkan bandwidth mental.
Namun ini juga berarti, semakin banyak tugas yang belum terselesaikan di latar belakang, semakin banyak sumber daya yang dicurahkan otak kita untuk mencatatnya.
Kita terus membaca atau menonton untuk mencari tahu apa yang terjadi selanjutnya karena otak kita terdorong untuk mencari penutupan.
Setelah terselesaikan, kita bisa melupakannya dan melanjutkan hidup.
Efek Zeigarnik adalah alasan kita berjuang dengan “multi-tasking.”
Apa yang kebanyakan orang sebut sebagai “multi-tasking” sebenarnya adalah apa yang oleh para psikolog disebut sebagai “peralihan tugas”.
Multi-tasking yang sebenarnya dikenal sebagai pemrosesan paralel—di mana Anda melakukan banyak hal secara bersamaan pada waktu yang bersamaan.
Efek Zeigarnik adalah salah satu alasan kita kesulitan untuk tertidur.
Bagi banyak dari kita, waktu tidur adalah saat dimana kita tidak dikelilingi oleh gangguan.
Jadi otak kita bekerja keras untuk menyegarkan dan memunculkan kembali semua tab yang tetap kita buka sepanjang hari
Strategi Mengatasi Efek Zeigarnik
Berikut dua strategi sederhana untuk membantu mengatasi Efek Zeigarnik:
1. Singkirkan daftar tugas.
Daftar tugas tidak pernah ada habisnya. Untuk setiap tugas yang kamu selesaikan, dua tugas baru akan muncul di tempatnya.
Sebaiknya buatlah daftar prioritas yang satu hingga tiga tugas.
Dengan memprioritaskan beberapa tugas yang benar-benar penting, tugas tersebut akan lebih mudah diingat, dilacak, dan diselesaikan.
2. Izinkan dirimu untuk melupakan.
Strategi lainnya adalah membuat apa yang oleh penulis Tiago Forte disebut sebagai “Otak Kedua”.
Otak kedua adalah tempat kamu menyimpan informasi untuk digunakan kembali nanti.
Otak Kedua dapat berupa buku catatan fisik, program seperti Notion, pengingat kalender, atau apa pun yang sesuai untukmu.
Semakin banyak tugas dan informasi yang dapat kamu keluarkan, semakin sedikit otakmu yang harus terus memantau.
***

Share this article
Jadi otak kita bekerja keras untuk menyegarkan dan memunculkan kembali semua tab yang tetap kita buka sepanjang hari