7 Ajaran Jepang yang Bantu Lawan Rasa Malas dan Meningkatkan Produktivitas, Tertarik Coba?

Ilustrasi Melawan Rasa Malas
Ilustrasi Melawan Rasa Malas

AYOJAKARTA.COM – Apakah kamu sering merasa malas dan sulit memulai pekerjaan?

Jika ya, maka kamu tak sendirian!

Kemalasan adalah masalah yang umum dihadapi banyak orang, tetapi untungnya ada solusi yang dapat membantumu mengatasinya.

Dalam artikel ini, ayojakarta.com akan mengeksplorasi beberapa ajaran Jepang yang telah terbukti efektif dalam menghancurkan rasa malas dan meningkatkan produktivitas.

Baca Juga: 7 Ajaran Filosofis Bangsa Jepang Melawan Rasa Malas, Terapkan Bila Ingin Menjadi Pribadi yang Berkarakter Tangguh

Kita akan mempelajari konsep ikigai yang membantumu menemukan tujuan hidup hingga praktik wabi-sabi yang mengajarkan menerima kekurangan.

Kamu akan menemukan bahwa budaya Jepang memiliki banyak pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengadopsi filosofi dan praktik ini, kamu akan mampu mengubah kemalasan menjadi semangat dan mencapai tujuan dengan lebih efektif.

Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @ngobrolbisnis pada Jumat (10/5/2024), berikut penjelasannya!

Baca Juga: 6 Kata-kata Motivasi Dari Jepang yang Memiliki Makna Mendalam

1. Ikigai

Ikigai adalah konsep Jepang yang menggabungkan empat elemen kunci untuk menemukan tujuan hidup.

Apa yang kamu sukai, apa yang kamu pandai lakukan, apa yang dunia butuhkan dan apa yang membuatmu mendapatkan imbalan.

Ketika keempat elemen ini selaras, kamu akan menemukan ikigai atau alasan untuk hidup.

Baca Juga: 7 Teknik Jepang untuk Melawan Kemalasan

Menemukan ikigai sangat penting dalam mengatasi kemalasan.

Ketika memiliki tujuan yang jelas dan bermakna, kamu akan merasa lebih termotivasi untuk bangun setiap hari dan melakukan pekerjaan dengan semangat.

Kamu akan merasa lebih terhubung dengan apa yang dilakukan dan lebih antusias untuk mengembangkan diri.

Untuk menemukan ikigai, cobalah menjawab pertanyaan berikut.

Baca Juga: Psikologi Orang yang Berumur Panjang di Okinawa Jepang, Kok Bisa Sehat Sampai Usia 100 Tahunan?

Apa yang paling kamu suka lakukan?

Apa yang paling kamu pandai lakukan?

Apa yang dunia butuhkan?

Apa yang membuatmu mendapatkan imbalan?

Baca Juga: Ilmu Psikologi: Tips Menghilangkan Rasa Malas Versi Budaya Jepang, Caranya Mudah Lho, Yuk Simak!

Dengan merefleksikan pertanyaan tersebut, kamu akan mulai melihat pola dan menemukan titik temu di antara keempat elemen itu.

Ikigai kamu mungkin berada di persilangan antara hobi, bakat, kebutuhan dunia dan imbalan.

Dengan menemukan dan mengejar ikigai, kamu akan menemukan motivasi yang diperlukan untuk mengalahkan kemalasan.

Baca Juga: Tipe Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah, Memahami Konsep Ketsueki-gata dari Jepang

2. Kaizen

Kaizen adalah filosofi Jepang yang menekankan pada perbaikan berkelanjutan, bahkan dalam hal kecil.

Dalam konteks mengatasi kemalasan, kaizen dapat membantu memecah tugas besar menjadi langkah kecil yang lebih mudah dikelola.

Daripada merasa dihantui proyek besar yang terlihat menakutkan, cobalah memecahnya menjadi langkah kecil yang dapat diselesaikan satu per satu.

Misalnya jika ingin menulis buku, mulailah dengan menulis satu paragraf per hari bukan langsung berusaha menulis seluruh buku dalam satu waktu.

Baca Juga: Tes Psikologi dari Jepang Ini Ungkap Tipe Kepemimpinan Kamu

Dengan pendekatan kaizen, kamu akan menemukan bahwa tugas yang sebelumnya terlihat sulit, sekarang menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Kamu akan merasa lebih produktif dan termotivasi karena dapat melihat kemajuan secara bertahap.

Selain itu, kaizen juga mengajarkanmu untuk terus belajar dan berkembang.

Jangan puas dengan status quo, tetapi teruslah mencari cara memperbaiki dan meningkatkan diri sedikit demi sedikit.

Dengan menerapkan filosofi ini, kamu akan terhindar dari kemalasan dan terus bergerak maju menuju tujuan.

Baca Juga: 5 Filosofi Jepang Ini Bisa Membantu Kamu Dalam Memaknai Hidup

3. Hara Hachi Bu

Hara hachi bu adalah konsep Jepang yang mengajarkan untuk makan sampai merasa 90 persen kenyang, bukan sampai merasa kenyang penuh.

Meskipun konsep ini berkaitan dengan pola makan, prinsipnya dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk mengatasi kemalasan.

Gagasan di balik hara hachi bu adalah belajar mengendalikan diri dan tak terlalu berlebihan.

Dalam konteks produktivitas, ini berarti tidak berusaha melakukan terlalu banyak hal dalam satu waktu.

Baca Juga: Apa Itu Kokologi? Yuk Cobain Tes Psikologi yang Menyenangkan dari Jepang Ini

Cobalah fokus pada satu tugas atau tujuan pada satu waktu dan lakukan dengan sungguh-sungguh hingga 90 persen selesai sebelum beralih ke tugas berikutnya.

Dengan menerapkan hara hachi bu, kamu akan terhindar dari perasaan terbebani atau kewalahan.

Kamu akan belajar untuk mengelola energi dan fokus secara efektif sehingga dapat menghindari kemalasan dan mencapai hasil lebih baik.

Ingatlah, lebih baik melakukan sedikit dengan baik daripada melakukan banyak hal setengah-setengah.

Baca Juga: Jenis Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah ala Jepang, Kamu yang Mana?

4. Shosin

Shosin adalah filosofi Jepang yang menekankan pada kesederhanaan dan fokus.

Dalam konteks mengatasi kemalasan, shosin dapat membantu menyederhanakan hidup dan lingkungan sehingga kamu dapat lebih fokus pada apa yang benar-benar penting.

Mulailah membersihkan dan merapikan ruang kerja.

Buang atau tata ulang barang yang tak dibutuhkan sehingga kamu dapat bekerja dalam lingkungan yang bersih dan terorganisir.

Hal ini dapat membantu mengurangi distraksi dan memungkinkanmu lebih fokus pada tugas.

Selain itu, shosin juga mengajarkanmu fokus pada satu hal pada satu waktu.

Baca Juga: Rahasia Kebahagiaan: Menelusuri 5 Filosofi Hidup Orang Jepang Yang Bisa Kita Tiru

Jangan mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus karena dapat menyebabkanmu merasa kewalahan dan akhirnya malas.

Selesaikan satu tugas dengan baik sebelum beralih ke tugas berikutnya.

Dengan menerapkan prinsip shosin, kamu akan menemukan bahwa hidup menjadi lebih sederhana dan fokus.

Ini dapat membantumu menghindari kemalasan dan mencapai produktivitas yang lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Cara Jitu Mengatur Keuangan ala Orang Jepang dalam Kehidupan Sehari-hari dengan Metode Kakeibo, Apa Artinya?

5. Ganbaru

Ganbaru adalah konsep Jepang yang menekankan pada usaha keras, ketekunan dan kegigihan.

Dalam konteks mengatasi kemalasan, ganbaru dapat membantumu terus berjuang dan tak menyerah bahkan ketika merasa sulit atau tak bersemangat.

Ganbaru berarti tak hanya berjuang untuk mencapai tujuan tetapi juga terus belajar dan berkembang.

Jangan biarkan kegagalan atau hambatan menyurutkan semangat.

Baca Juga: Tes Kepribadian dengan Daya Imajinasi Ini Populer di Jepang, Bisa Ungkap Ketakutan Anda, Penasaran?

Alih-alih menyerah, cobalah mengidentifikasi pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman tersebut dan gunakan untuk memperkuat diri.

Selain itu, ganbaru juga mengajarkanmu untuk tak membandingkan diri dengan orang lain.

Setiap orang memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda.

Baca Juga: Kepribadian Bisa DIlihat dari Golongan Darah? Profesor Asal Jepang Tokeji Furukawa Beberkan Hal Ini

Fokus pada diri sendiri dan terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirimu.

Dengan menerapkan semangat ganbaru, kamu akan menemukan bahwa kemalasan akan semakin sulit muncul.

Kamu akan memiliki kekuatan untuk terus maju bahkan ketika menghadapi tantangan.

Ini akan membantumu mencapai tujuan dengan lebih efektif.

Baca Juga: 5 Filosofi Jepang yang Bisa Ditiru agar Hidup Jadi Lebih Bermakna, Yuk Terapkan dari Sekarang

6. Wabi-Sabi

Wabi-sabi adalah filosofi Jepang yang menekankan pada keindahan dalam ketidaksempurnaan dan perubahan.

Dalam konteks mengatasi kemalasan, wabi-sabi dapat membantumu menerima diri apa adanya dan tak terlalu keras pada diri sendiri.

Seringkali, kemalasan muncul karena kita merasa tak cukup baik atau tak mampu mencapai kesempurnaan.

Wabi-sabi mengajarkanmu melepaskan ekspektasi tersebut dan menerima diri apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Baca Juga: 7 Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Ala Orang Jepang, Ternyata Mudah Ditiru

Cobalah tak memaksakan diri untuk menjadi sempurna.

Alih-alih, fokus pada perbaikan dan pertumbuhan diri sedikit demi sedikit.
Nikmati perjalananmu, bukan hanya hasil akhirnya.

Dengan menerapkan wabi-sabi, kamu akan menemukan bahwa kemalasan menjadi lebih mudah diatasi.

Kamu akan merasa lebih nyaman dengan diri sendiri dan bersemangat untuk terus berkembang tanpa terbebani rasa takut akan kegagalan atau ketidaksempurnaan.

Baca Juga: Ikigai, Resep Panjang Umur ala Orang Jepang

7. Shinrin-Yoku

Shinrin (hutan) yoku (bersih) adalah praktik Jepang yang melibatkan menghabiskan waktu di alam terbuka untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental.

Dalam konteks mengatasi kemalasan, shinrin-yoku dapat membantu memulihkan energi dan fokus.

Ketika merasa malas, seringkali disebabkan oleh kelelahan fisik atau mental.

Shinrin-yoku dapat membantumu beristirahat, menenangkan pikiran dan mengisi ulang energi.

Dengan berjalan-jalan di alam terbuka, bernapas dalam-dalam dan menikmati keindahan alam, kamu dapat melepaskan diri dari stres dan distraksi sehari-hari.

Baca Juga: Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur ala Orang Jepang, Ternyata Cukup Sederhana

Selain itu, shinrin-yoku juga dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas.

Dengan menenangkan pikiran, kamu dapat menemukan inspirasi baru dan perspektif segar untuk menyelesaikan tugas.

Cobalah menyisihkan waktu secara teratur untuk melakukan shinrin-yoku.

Bahkan hanya 15-20 menit berjalan-jalan di taman atau hutan dapat memberimu manfaat yang signifikan.

Dengan melakukan ini, kamu akan merasa lebih segar, termotivasi dan siap menghadapi tantangan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ajaran
# malas
# Produktivitas
# Jepang

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.