AYOJAKARTA.COM - Sempat terhimpit persoalan ekonomi hingga memaksanya berjualan online melalui eBay, Anies Baswedan tidak lantas menyerah.
Selain rutin mencari barang untuk dijual ulang, bekerja menjadi perawat Caterpillar atau ulat saat juga sempat dilakoni Anies Baswedan.
Meski sempat terhimpit persoalan ekonomi saat kuliah di luar negeri, Anies Baswedan tetap berhasil menjaga nilai akademisnya.
Menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga di negara orang sambil tetap menjaga prestasi adalah hal yang harus dilakukan.
Adanya perbedaan sistem penerimaan Beasiswa yang diterima membuat Anies tidak punya pilihan untuk mempertahankan prestasi akademik saat kuliah.
“Kami harus mempertahankan prestasi akademik, kalau nilainya turun beasiswanya bisa probation, nilai turun bisa berhenti,” jelas Anies dalam siniar.
Akibat hidup dalam kekurangan, tidak banyak yang kemudian mengetahui bahwa Anies juga sempat menjadi penerima Bansos.
Baca Juga: Pengadilan Tinggi DKI tetapkan Putusan Banding Ferdy Sambo CS Dibacakan 12 April Mendatang!
“Saya dan istri pernah punya pengalaman ngantri di fasilitas Dinas Sosial disana untuk mendapatkan biaya-biaya pembebasan,” jelas Anies.
Pengalaman dianggap sebagai orang bawah saat bertransaksi di pusat grosir saat diluar negeri masih tersimpan baik dalam ingatan Anies.
“Kalau kita ke pusat grosir pakai kupon, itu kasirnya memandang kami dengan,” terang Anies seraya menambahkan ekspresi direndahkan.
Hal tersebut dirasakan Anies karena kemampuannya menilai seorang yang sekedar bertugas, sedang merendahkan, atau justru ikhlas.
Pengalaman empiris berada di lapis paling bawah dalam hidup di masyarakat, dijadikan Anies sebagai bekal ketika bertugas di Jakarta.
Kesadaran akan hal tersebut kemudian membuat Anies perlu untuk memberi arahan kepada pihak-pihak yang bertindak sebagai Pemberi bantuan.
“Saya sering pesan pada semua, kalau kita menjadi pemberi bantuan, perlakukan penerima bantuan seperti premium customer,” pesan Anies.
Hal tersebut dikarenakan para penerima bantuan adalah orang yang secara sosial serta ekonomi berada di lapis paling bawah.
Baca Juga: Investigasi Kekayaan Tak Wajar Milik Rafael Alun, Kementerian Keuangan Bentuk 3 Tim, Apa Saja?
“Bukan karena rendahnya harga diri, melainkan karena status sosial ekonominya, dan saya pernah merasakan itu,” imbuh Anies untuk dijadikan pembelajaran.
Terkait banyaknya pertanyaan publik atas keputusan berpolitik sementara Anies memiliki latar belakang pendidikan, Anies memberi tanggapan.
Menurut penglihatan Anies setiap individu adalah pemiliki atas peran-peran, baik peran sebagai pribadi maupun peran sebagai mahluk sosial.
“Saya melihat kita semua sebenernya adalah entitas private dan entitas publik, seperti kita di dalam rumah dan kita di dalam kampung atau komplek,” terangnya.
Baca Juga: Prabowo Subianto Bertemu Surya Paloh, Pengamat Politik Sebut Nasdem dan Gerindra Sulit Bersatu
Hal tersebut menurut Anies tidak jauh berbeda dengan peran sosial kemasyarakatan yang dalam istilah lain diistilahkan sebagai politik.
“Lalu dibuat kelembagaan, bisa partai, pemerintahan,” pungkas Anies seperti dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Prestige Production pada Rabu, 8 Maret 2023. ***

Share this article
Cerita masa lalu Anies Baswedan saat kuliah di luar negeri, rutin mencari barang untuk dijual ulang, bekerja menjadi perawat Caterpillar.