AYOJAKARTA.COM – Grup Band Radja baru-baru ini mendapatkan insiden yang tidak mengenakan.
Usai melangsungkan konser di Johor Bahru, Malaysia akhir pekan lalu mereka diduga mendapatkan ancaman pembunuhan dan melaporkan kasus tersebut.
Merasa diri dan keluarganya masih tak aman, grup band Radja akhirnya mendatangi Bareskrim Polri dan Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meminta perlindungan.
Baca Juga: Ulah Turis WNA di Bali Semakin Menjadi, Sandiaga Uno Tegas Ambil Tindakan Deportasi dan Blacklist!
Melalui akun Instagram vokalis band Radja, Ian Kasela telah memposting dua pelaku pengancam dirinya.
Diketahui pihak Kepolisian Diraja Malaysia telah menangkap 2 orang yang diduga sebagai pengancam Band Radja di Malaysia.
Kedua pria tersebut ditangkap ketika menyerahkan diri di Markas Besar Polisi Distrik Johor Bahru Selatan.
Ternyata pengancam tersebut sudah dibebaskan dengan memberikan jaminan kepada pihak Kepolisian Malaysia.
“Setelah perbuatannya dilaporkan dia dibebaskan karena dia punya uang. Konsultan dari kedutaan kita bilang ini hukum yang berlaku, oke,” ujar Ian Kasela dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Kamis (16/3/2023).
“Kita pun tidak bisa berbuat apa-apa makanya kami koordinasi ngobrol cobalah sharing diarahkan ke Mabes berharap di sini bisa semacam memberikan perlindungan terhadap anak istri kami,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan menemukan bahwa tersangka berusia 37 tahun dan 48 tahun yang merupakan pria lokal dan pria asing.
KJRI di Johor Bahru, Malaysia menyampaikan bahwa saat ini kasus pengancaman pada grup band Radja telah masuk pelimpahan berkas ke Kejaksaan.
Dugaan sementara dari kasus tersebut terkait dengan masalah kontak yang terjalin.
Selain meminta perlindungan pihak Polri, grup band Radja juga meminta perlindungan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Baca Juga: Waduh! WNA Asal Suriah Kedapatan Punya KTP Bali, Kejari Ringkus dan Jerat UU Tindak Pidana Korupsi
Mereka berharap agar Kementerian Luar Negeri bisa mengawal proses hukum yang sedang berlangsung.
Selain itu para personel band Radja juga meminta perlindungan atau bisa menjamin perlindungan ketika mereka kembali berkunjung ke Malaysia.
“Alhamdulillah memang beliau pun sudah memonitoring dengan perwakilan kita yang ada di Johor Pak Sigit, jadi semuanya sudah kita terangkan,” ujar Ian Kasela.
Baca Juga: Linda Pujiastuti Bongkar Tawar Menawar Teddy Minahasa, Loloskan 1 Ton Sabu dengan Fee Rp100 M
“Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan apresiasi kami terhadap Pemerintah Johor yang begitu responsive banget, bagus sekali positif sekali beserta dengan kepolisian Johor juga,” imbuhnya.
Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI Kemlu menyampaikan bahwa setelah dilakukan persidangan pertama, proses persidangannya cepat.
“Dari KJRI Johor Bahru juga sudah menugaskan untuk melakukan working atau memonitor proses hukum yang ada,” ujarnya.***

Share this article
Merasa diri dan keluarganya masih tak aman, grup band Radja akhirnya mendatangi Bareskrim Polri dan Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu)