AYOJAKARTA.COM -– Mata pada anak menjadi merah? Anak demam dan batuk-batuk seperti flu? Awas, terkenas Covid sub varian baru, Arcturus.
Selepas WHO mengakhiri kedaruratan Covid-19, virus tersebut tidak hilang, namun terus bermutasi dan memunculkan varian baru yaitu XBB 1.16.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 7 Mei 2023, diketahui bahwa varian baru tersebut disebut sangat mudah menular.
Kementerian Kesehatan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk kembali aktif dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 yang kembali terjadi di beberapa negara seperti Singapura dan India.
Menurut dr. Mohammad Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, masyarakat harus kembali aktif menggunakan masker, terutama bagi individu yang sedang sakit (flu), orang yang melakukan kontak erat dengan orang yang sedang sakit dan juga saat berada di dalam kerumunan.
Himbauan ini ditujukan untuk meminimalisir adanya potensi lonjakan kasus Covid-19, terutama pada golongan lanjut usia dan kelompok yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.
Kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara tersebut juga dipicu oleh varian baru sub varian Arcturus atau XBB 1.16 yang sangat menular.
Gejala Covid Arcturus atau XBB 1.16
Gejala yang muncul pada varian ini antara lain konjungtivitis (mata merah) terutama pada anak-anak, demam atau menggigil, batuk, sesak nafas atau kesulitan bernapas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, serta diare.
Meski saat ini sub varian arcturus tersebut banyak ditemukan di India, namun apabila dilihat dari sejarah naik dan turunnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia, selalu mengikuti pola yang terjadi di India saat ini.
Diketahui per 17 April 2023, kasus positif varian baru Covid-19 yaitu Arcturus ada 7 kasus dengan rincian semua sembuh, hanya terdapat gejala ringan, bukan berat atau menyebabkan kematian, namun bersifat sangat cepat menular.
Baca Juga: Open House Dibatalkan, Istri Anies Baswedan Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Terbarunya!
Oleh karena itu, dr. Syahril mengajak masyarakat untuk tidak lengah dan kembali menerapkan protokol kesehatan diantaranya adalah memakai masker.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang telah disediakan secara gratis di berbagai tempat.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat dan mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Syahril juga mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan gejala Covid-19 dan segera mencari bantuan medis apabila merasakan gejala-gejala Covid-19.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menjaga kesehatan masyarakat. Meskipun Indonesia akan memasuki masa transisi dari Pandemi menjadi endemi Covid-19.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Mata pada anak menjadi merah? Anak demam dan batuk-batuk seperti flu? Awas, terkenas Covid sub varian baru, Arcturus.