Tempat Pembuangan Sampah Elektronik Masih Sulit Ditemukan di Jakarta

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Beberapa warga mengatakan bahwa mereka masih kesulitan menemukan tempat pembuangan khusus untuk limbah elektronik di wilayah DKI Jakarta. Sehingga masyarakat memilih barang-barang elektronik yang sudah dipakai teronggok di rumah atau membuangnya ke tempat sampah umum.

"Saya belum pernah dengar ada tempat pembuangan seperti itu, yang saya tahu cuma tempat pembuangan sampah biasa saja," kata Irfan Yogi Susanto (22), seorang pengemudi ojek, di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Pekerjaan sebagai pengemudi ojek yang bergabung dengan platform penyedia layanan pemesanan transportasi daring membuat Irfan hampir setiap tahun mengganti telepon seluler.

Untuk keperluan pekerjaan, dia setidaknya sudah 12 kali ganti ponsel. Tahun ini saja dia tiga kali ganti telepon seluler karena gawai miliknya jatuh saat berkendara dan rusak.

"Kalau ponsel yang benar-benar rusak saya buang ke tempat sampah biasa, kalau masih bisa dijual komponennya saya jual " kata Irfan, yang tidak tahu kalau membuang limbah elektronik sembarangan bisa menimbulkan bahaya.

Iyang Hizkia (17), seorang pelajar, juga mengaku kesulitan menemukan tempat pembuangan limbah elektronik Dia memilih menyimpan ponsel lamanya di rumah daripada membuangnya ke tempat pembuangan sampah.

"Saya sedikit mengetahui tentang bahayanya limbah elektronik, kalau dibiarkan terdegradasi alam," kata dia.

Warga DKI lainnya, Khairul (21), juga memilih untuk menyimpan limbah telepon seluler miliknya daripada membuangnya ke tempat sampah. Setidaknya, dia sudah mengoleksi enam ponsel yang sudah tidak dipakai karena rusak.

"Tapi kalau saya alasan lainnya siapa tahu aja bisa berguna di kemudian hari, ada beberapa yang rusak tapi masih bisa dipakai saya berikan kepada famili," ujarnya.

Menurut makalah berjudul Kebijakan Pengelolaan Limbah Elektronik dalam Lingkungan Global dan Lokal tulisan Sri Wahyono di Jurnal Teknologi Lingkungan di laman e-jurnal Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), jumlah limbah elektronik meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup.

Dalam makalahnya, Sri Wahyono dari Pusat Teknologi Lingkungan BPPT menyebut limbah elektronik sebagai salah satu limbah yang laju timbulannya tercepat di dunia.

Menurut Konvensi Basel Annex VIII, limbah elektronik masuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya (B3). Umumnya limbah elektronik dikategorikan sebagai limbah B3 karena mengandung elemen seperti merkuri, timbal, kadmium, khromium, arsenik, dan polychlorinated biphenyls yang berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.

Logam berat yang terkandung dalam limbah elektronik bersifat racun, karsinogenik (menyebabkan kanker) dan mutagenik (menyebabkan cacat bawaan) menurut makalah Sri Wahyono. Merkuri (Hg) misalnya, dikenal dalam menyebabkan kerusakan sistem syaraf otak dan cacat bawaan.

Namun, menurut makalah itu, limbah elektronik juga mengandung material bernilai seperti plastik, kaca, logam besi dan baja, logam mulia (emas, perak, platina dan tembaga), serta logam tanah langka seperti skandium, yttrium, serium, dan neomidium yang bisa diolah kembali.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Sampah Jakarta
# pengelolaan sampah
# DKI Jakarta
# DKI Jakarta
# Lingkungan

News Update

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.