AYOJAKARTA.COM - Insiden penembakan di Kantor MUI atau Majelis Ulama Indonesia di Jakarta Pusat masih menjadi misteri.
Penembakan di Kantor MUI atau Majelis Ulama Indonesia ini terjadi pada 2 Mei 2023 kemarin siang pukul 11.24.
Ditemukan surat ancaman terkait insiden penembakan di Kantor MUI atau Majelis Ulama Indonesia.
Baca Juga: Penembakan di Kantor MUI Terkait dengan Kontroversi Ponpes Al Zaytun? Begini Kata Ketua FUUI
Dikutip melalui kanal YouTube METRO TV, surat itu berjudulkan,'SUMPAH YANG KEDUA'.
Pelaku diduga menulis surat ini untuk pihak kepolisian, yakni pimpinan Kapolda Metro Jaya.
Dalam suratnya dia menyampaikan bahwa dirinya memohon keadilan dan ingin dipertemukan dengan Ketua MUI.
Baca Juga: ASTAGHFIRULLAH! Penembak Kantor MUI Sempat Ngaku Wakil Nabi Muhammad, Ternyata Residivis
Dia mengancam agar polisi memenjarakannya seumur hidup atau menembak mati.
"Kepada bapak pimpinan Kapolda Metro Jaya yang terhormat, setelah saya membawa pisau ke kantor bapak, tetap saya tidak mendapatkan hal saya yaitu keadilan," tulis surat tersebut.
"Juga bapak tidak mempertemukan saya dengan ketua MUI Republik Indonesia, saya mohon kepada bapak penegak hukum supaya saya dipenjarakan seumur hidup, tembak mati kalau tidak bapak lakukan," isi selanjutnya.
Baca Juga: Ketua FUUI Sesalkan Ancaman Sebelum Peristiwa Penembakan Kantor MUI Tak Diselidiki Intelijen
Bahkan disebutkan bahwa dia bersumpah akan menembak pejabat MUI menggunakan senjata api.
"Saya bersumpah atas nama Allah dan Rasul saya akan cari senjata api, saya akan tembak penguasa pejabat di negeri ini terutama orang-orang MUI," tulis surat tersebut.
"Tanpa memberi tahu terlebih dahulu, meminta izin untuk kedua kalinya kepada penegak hukum kepolisian, karena saya sudah lelah berjuang untuk mendapatkan hak saya yaitu keadilan," isi berikutnya.
Tercatat tanggal dibuatnya surat tersebut yakni 23 Juli 2022 dan tertandatangan Mustofa NR.
Surat yang keenam berisi ajakan kepada Ketua MUI untuk mempersatukan umat Islam.
Pelaku yang diduga menulis surat itu juga sempat mengklaim bahwa dia menyampaikan pernyataannya selaku wakil nabi.
Baca Juga: UPDATE Kronologi Penembakan Kantor MUI hingga 2 Staf Jadi Korban Luka, Pelaku Orang yang Dikenal?
"Supaya Bapak mau saya ajak mempersatukan ummatnya biar keinginan Tuhan terwujud dan Rasulullah merasa senang," tulis surat berikutnya.
"Mengenai pernyataan saya selaku wakil nabi saya sudah 4 kali diproses di Lampung, saya tidak mengada-ngada atau merekayasa, atau bohong," tambahnya.
Usai insiden penembakan di Kantor MUI, pelaku dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian masih terus menelusuri terkait motif dan identitas pelaku.***

Share this article
Pelaku penembakan kantor MUI memberi ancaman melalui surat meminta dirinya untuk dipenjarakan seumur hidup bahkan ditembak mati.