AYOJAKARTA.COM – Dalam satu penggalan pengajiannya, Gus Baha memaparkan berkah bagi orang yang membaca Surat Al Fatihah.
Gus Baha atau Kiai A. Bahauddin Nursalim menyebut Surat Al Fatihah begitu dahsyat sehingga membuat Iblis uring-uringan ketika surat itu diturunkan.
“Ketika Al Fatihah turun, iblis itu kesakitan. Kayak orang sakit gigi, tersiksa… setersiksa-tersiksanya, karena turunnya Surat Al Fatihah. Artinya, kalau Anda baca al Fatihah (dengan) dijiwai, maka Anda melemahkan setan, melemahkan iblis,” kata Gus Baha seperti dilansir kanal YouTube Pecinta Ulama pada 28 Juni 2021.
Dengan gaya yang khas ulama NU, murid kinasih dari Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen itu kemudian melanjutkan ceritanya.
“Ketika Fatihah itu turun, iblis itu…, terkaparlah kira-kira. Sampai dijenguk banyak setan. Sampai (masuk) di ICU, entah Covid entah gak, nggak tahu. Pokoknya dijenguk banyak setan karena ketuanya sakit,” tutur Gus Baha.
Dengan mengutip sebuah kitab, Gus Baha menceritakan kejadian setelah Surat Al Fatihah diturunkan yakni dialog antara Iblis dan para bala tentaranya.
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
“’Saya ini bukan sakit fisik, kata Iblis. ‘Kamu gak usah jenguk saya, datangkan dokter terbaik, gak usah. Saya ini gak sakit fisik. Saya ini sakit karena ada surat yang diturunkan, yang pahala (orang) yang melafalkan surat itu pasti selamat dari neraka.” Begitu kira-kira penjelasan dari Iblis kepada anak buahnya seperti ditirukan oleh Gus Baha.
Iblis lantas melanjutkan curhat kepada bala tentaranya.“Padahal misi terbesar saya supaya manusia masuk ke neraka. Sekarang (manusia) punya tamengnya.”
Menurut Gus Baha, kitab tersebut menjelaskan bahwa Surat Al Fatihah membuat Iblis shock. “Shock lah Iblis. (Ibilis kira-kira bicara) ‘Aduh, sial nasib saya, ini umat gak bisa saya goda lagi’, karena mereka punya tamengnya tadi (al Fatihah),” begitu kata Gus Baha.
Kemudian Gus Baha memberikan contoh bagaimana orang yang shalat yang salah satu kewajibannya adalah membaca Surat Al Fatihah cenderung bisa melawan godaan setan.
“Lalu kita gimana,” tanya anak buah Iblis.
“Sudah…, bikin mereka lupa, sehingga mereka ndak baca lagi. Selagi(manusia) masih baca (Surat al Fatihah), kita pasti keok,” kata Iblis.
Seperti menyimpulkan dari apa yang termaktub di kitab, Gus Baha memberikan pandangannya.
“Jadi, kalau sampeyan sudah jarang baca al Fatihah, berarti itu sudah menjadi bagian dari kemenangan Iblis,” kata Gus Baha.
Profil Gus Baha
Gus Baha yang bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim adalah kyai muda asal Rembang, Jawa Tengah. Kiai merupakan sosok yang yang berusaha menguatkan tradisi intelektual pesantren dan tasawuf.
Selain pada ayahnya, Kyai Haji Nursalim, Gus Baha juga melewati masa remaja dengan belajar Al Quran pada KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Rembang.
Gus Baha adalah sedikit dari ulama tafsir yang dimiliki Indonesia. Dia memiliki tafsir mendalam dan menjadi Ketua Lajnah Mushaf di Lembaga Tafsir Al-Quran Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di zaman digital ini, ceramah dan kajian-kajian Gus Baha bertebaran di media sosial. Video ceramah Gus Baha banyak ditonton lewat platform media sosial Youtube, Facebook, Twitter dan Instagram.
Gus Baha masuk dalam jajaran Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan anggota Dewan Tafsir Nasional.
Dai NU terpopuler di YouTube
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) merilis D20 atau 20 Dai NU paling populer di jagat media sosial.
Rilis itu disampaikan Ketua LD PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin bersama Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Samidi di sela-sela Rakenas LDNU di asrama Haji, Pondok Gede Jakarta Timur pada Rabu 26 Oktober 2022.
Hasilnya, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjadi sosok dai yang paling populer di media sosial berdasarkan survei yang dilakukan LD PBNU bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Urutan kedua ditempati oleh Prof Quraish Shihab dan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) berada di posisi ketiga.
"Dai-dai NU ternyata memang ada di dunia medsos. Selama ini kita menganggap bahwa dai-dai Nahdlatul Ulama itu di-rate bawah," kata KH Soleh Sofyan, Pengurus LD PBNU, seperti dilansir laman NU Online di link ini.
"Tapi ternyata setelah kita mengadakan penelitian dan survei dengan Litbang Agama dan teman-teman dari (Universitas) Brawijaya, dan dari Lembaga Dakwah PBNU, ternyata survei membuktikan bahwa dai-dai dari Nahdlatul Ulama ada di top (puncak)," ungkap Kiai Soleh Sofyan terkait survei yang juga didukung oleh Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.
Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa para kiai-kiai NU dengan paket-paket yang disuguhkan kepada masyarakat melalui media sosial merupakan paket yang menarik.
Para kiai dan dai ini menurutnya mampu menyuguhkan penjelasan yang semakin memperkuat bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin.
Di antara nama-nama kiai dan dai NU yang masuk jajaran 10 besar yakni KH Anwar Zahid, KH Ahmad Muwaffiq, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), dan beberapa dai Ahlussunnah wal Jamaah lainnya.
Hasil Survei ini merupakan rangkaian dari kegiatan Rakernas LDPBNU yang digelar selama tiga hari sejak tanggal 25 Oktober 2022. Rakernas ini juga menghasilkan rekomendasi internal (kepada PBNU) maupun eksternal (kepada pemerintah) terkait dengan dunia dakwah di Indonesia.
Di antara rekomendasi tersebut adalah dorongan agar pemerintah peduli dengan aksi kelompok-kelompok yang gemar memprovokasi umat dengan tuduhan kafir. Paham takfiri (pengafiran) semacam ini ditengarai akan menyulut permusuhan dan perpecahan sesama anak bangsa.
Baca Juga: KJP Plus November 2022 Kapan Cair, Bisa-bisa Akhir Bulan Nih!
Pada masyarakat Muslim akar rumput kerap terjadi perdebatan, tudingan bid’ah bahkan pengafiran atas tradisi keagamaan mayoritas umat Islam di Indonesia. Jika dibiarkan begitu saja, kelak paham ini akan menyuburkan ekstremisme dan terorisme.
LD PBNU juga mengingatkan pemerintah akan merebaknya kajian-kajian keagamaan di lingkungan perkantoran pemerintah yang dalam beberapa hal bertolak belakang dengan komitmen pemerintah dalam membangun moderasi beragama.

Share this article
Gus Baha atau Kiai A. Bahauddin Nursalim menyebut Al Fatihah begitu dahsyat sehingga membuat Iblis uring-uringan ketika surat itu diturunkan