Teks Khutbah Jumat Singkat tapi Menyentuh Hati, Bertema Dua Sifat Utama Manusia

Teks Khutbah Jumat Singkat dan Menyentuh Hati, Bertema Dua Sifat Utama Manusia
Teks Khutbah Jumat Singkat dan Menyentuh Hati, Bertema Dua Sifat Utama Manusia

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat yang bisa disampaikan pada hari ini Jumat (2/9/2022). 

Teks khutbah Jumat kali ini cukup singkat namun tetap menyentuh hati. 

Tema khutbah Jumat yang diambil yaitu mengenai dua sifat utama sebagai manusia. 

Baca Juga: Ini Khutbah Jumat NU Tentang Bulan Safar, Singkat dan Penuh Makna

Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Jatim Network dengan judul "Khutbah Jumat Paling Menyentuh Hati, Dengan Tema Dua Sifat Utama Manusia".

Khutbah jumat ini, menuntut khatib dan jamaah untuk bersyukur dalam segala hal yang diberikan Allah.

Diharapkan khatib dan jamaah sholat jumat, bisa lebih meningkatkan rasa syukur dan sabar setelah mendengar khutbah ini.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Singkat Terbaru yang Membuat Jamaah Menangis, Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

Dilansir JatimNetwork.com dari Lirboyo.net, berikut ini isi khutbah jumat dengan tema dua sifat utama manusia.

Khutbah Pertama

 

الْحَمْدُللهِ الْقَوِيّ سُلْطَانُهْ. اَلْوَاضِحِ بُرْهَانُهْ. اَلْمَبْسُوْطِ فِى الْوُجُوْدِ كَرَمُهُ وَاِحْسَانُهْ. تَعَالَى مَجْدُهُ وَعَظُمَ شَانُهْ. خَلَقَ الْخَلْقَ لِحِكْمَهْ. وَطَوَى عَلَيْهَاعِلْمَهْ. وَبَسَطَ لَهُمْ مِنْ فَائِضِ الْمِنّةِ مَاجَرَتْ بِهِ فِى اَقْدارِهِ الْقِسْمَهْ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ وَفِي أيَةٍ أَخَرَ وَقَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

Baca Juga: Ini Khutbah Jumat Singkat 26 Agustus 2022, Tentang Ikhlas Beribadah

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, di siang yang mulia ini kita bisa bertatap muka lagi dalam kondisi yang sehat. Khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan hadirin sekalian, agar selalu memupuk ketakwaan kita. Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat keimanan yang Allah berikan. Dan menjauhkan diri dari apa-apa yang dilarang-Nya.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Baca Juga: Ini Khutbah Jumat Singkat 26 Agustus 2022, Tentang Ikhlas Beribadah

Rasa syukur kita yang paling besar atas nikmat Allah adalah nikmat berupa iman dan terjaga dari melakukan maksiat. Bersyukur kepada Allah menjadikan kita orang beriman, menghindarkan kita dari maksiat terbesar berupa kekafiran, kesyirikan, bid’ah dan macam maksiat lainnya. Belum lagi kenikmatan indrawi yang menjadi patokan umum dari kita, seperti nikmat hidup tenang, kecukupan harta, kedamaian keluarga dan sebagainya. Kita tidak mampu menghitung semua nikmat itu.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”

Baca Juga: Inspirasi Khutbah Jumat dalam Menyambut Kemerdekaan RI di Bulan Muharram 2022

Rasa syukur harus kita implementasikan dalam rupa tindakan nyata. Karena dengan demikian, kita seperti tengah mengikat semua nikmat tersebut agar tidak lepas lebih-lebih bisa bertambah. Syukur adalah pengagungan kita kepada Sang Pemberi nikmat dengan tidak berani-berani kepada-Nya dan mengkufuri nikmat-Nya.

 

Menurut Imam Al-Ghazali, paling tidak dari ungkapan syukur itu, kita tidak menjadikan anugerah nikmat tersebut sebagai alat untuk bermaksiat. Itulah standar syukur yang paling rendah versi beliau. Tidak menggunakan nikmat yang ada menjadi tunggangan dan tameng untuk bermaksiat.

Hadirin rahimakumullah

Baca Juga: Khutbah Jumat Terbaru 2022 Singkat dan Padat Tentang Tahun Baru Islam Momentum Hijrah yang Hakiki

Di dunia ini selalu mempunya sisi lain yang berseberangan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, begitu seterusnya. Seperti kata pepatah, roda selalu berputar. Yang di atas akan merasakan juga bagaimana berada di bawah. Begitulah pola kehidupan. Ujian, kesulitan dan musibah yang kita hadapi, sejatinya mengandung hikmah yang sangat besar jika kita mampu menghadapi dengan sabar.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa ketika nikmat yang diberikan Allah begitu banyak, kita selayaknya harus selalu mensyukurinya. Bagaimana cara bersyukur? Yakni dengan mentaati-Nya, menghindarkan diri dari semua yang dilarang, atau setidaknya, seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali, kita tidak memanfaatkan fasilitas kenikmatan tersebut sebagai alat untuk mendurhakai Allah swt.

Dan saat musibah hidup melanda pun, kita bisa pula mendapatkan nilai pahala dengan bersabar menghadapinya. Bisakah kita tetap bersyukur saat musibah mendera? Sebagian ulama berpandangan, bahwa syukur hanya bisa diaplikasikan pada suatu kenikmatan, tidak sebaliknya yakni musibah dan ketidak-nyamanan hidup. Sebab dalam konteks tersebut, tugas seorang hamba adalah sabar, bukan syukur.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 22 Juli 2022, Singkat dengan Tema Keutamaan Bulan Muharram

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah
Sebagian lain mengatakan, tidak ada suatu musibah kecuali selalu dibarengi dengan kenikmatan. Dari sisi mana kenikmatan tersebut? Yaitu kenikmatan seperti yang diungkapkan Abdullah bin Umar; 

“Aku tidak pernah diuji dengan suatu musibah kecuali Allah memberiku empat kenikmatan sekaligus di dalamnya. Nikmat pertama, ternyata musibah tersebut tidak menimpa terhadap agama dan keyakinanku. Kedua Ternyata musibah tersebut tidaklah lebih besar (sebab masih ada musibah yang lebih berat). Ketiga, aku tidak terhalangi untuk mendapatkan ridha Allah karena musibah yang datang itu. Terakhir, aku bisa mendapatkan pahala darinya dengan cara bersabar.”

 

Sebagian menambahkan, kenikmatan yang lain ketika diterpa musibah, yakni ternyata musibah tersebut tidaklah lama, dia pasti berlalu. Lalu antara syukur dan sabar mana yang lebih utama dari keduanya? Ulama berbeda pandang. Sebagian mengatakan syukur lebih utama, sebab banyak pujian Allah kepada utusan-Nya yang mampu bersyukur, seperti pujian-Nya kepada Nabi Nuh As. Dalam sebuah ayat;

Baca Juga: Pemerintah Resmi Merilis Panduan Salat Idulfitri, Khutbah Maksimal 20 Menit

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا

“(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”

Namun, menurut Imam al-Ghazali, antara syukur dan sabar mempunyai keterikatan satu dengan yang lain. Keduanya adalah satu kesatuan. Sejatinya, orang yang bersyukur juga tengah bersabar, begitu pun sebaliknya. Orang yang mampu untuk sabar, sejatinya ia tengah bersyukur.

Baca Juga: Humor Lucu Gus Dur, Pernah Dikejar-kejar Polisi Usai Ceramah di Jember, Ternyata….

Sebab, ketika seseorang bisa bersyukur padahal kehidupan di dunia yang penuh dengan ujian, berarti dia juga termasuk golongan orang yang bersabar dari mengkufuri nikmat. Bersabar tidak menggunakan nikmat itu sebagai alat bermaksiat. Mampu menahan diri dan bersabar untuk tidak berbuat durhaka yang menyebakan Sang Pemberi Nikmat murka

Sedangkan orang yang memiliki sifat sabar sejatinya juga tengah bersyukur, ia bersyukur kepada Allah karena mendapatkan kekuatan untuk mampu bersabar menghadapi ujian dan musibah. Mampu untuk tidak berkeluh kesah. Semua itu sudah pasti harus di syukuri.

Sehingga antara syukur dan sabar adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Keduanya, setiap waktu bisa kita lakukan. Semoga bimbingan-Nya selalu menyertai di setiap lika-liku kehidupan kita. Seperti apa pun kondisinya. Amiin.

 Baca Juga: Video Mahasiswa Bentangkan Spanduk Save Wadas Saat Ganjar Pranowo Ceramah di Masjid UGM Viral

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْأنِ اْلعَظِيْم، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْم، وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُم تِلاَوَتَهُ ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذي وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Demikian isi teks khutbah jumat paling menyentuh hati, dengan tema rasa syukur dan sabar.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# khutbah Jumat
# sifat
# manusia

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).