AYOJAKARTA.COM - Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang salah satu ayat dalam Alquran yang berasal dari Bahasa Indonesia.
Mungkin beberapa orang belum banyak yang tahu, bahwa ada salah satu ayat Alquran yang berasal dari Bahasa Indonesia.
Kali ini, salah satu ayat Alquran yang berasal dari Bahasa Indonesia itu akan disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Baca Juga: Solusi Saat Rezeki Sempit dan Putus Asa Menurut Ustaz Adi Hidayat, Ada 3 Amalan yang Perlu Dilakukan
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Bondowoso Network dengan judul "Masya Allah, Ustadz Adi Hidayat Ungkapkan Satu-satunya Ayat Dalam Alquran dari Bahasa Indonesia".
Sebagaimana diketahui, Alquran adalah kitab suci Ummat Islam yang berisi firman Allah SWT dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Alquran bukan hanya penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya, namun juga mukjizat terbesar yang diterima Rasulullah SAW.
Baca Juga: Manfaat Bersyukur Menurut Ustaz Adi Hidayat, Di antaranya Menambah Nikmat dan Rezeki
Tentu, sebagai orang Indonesia yang merupakan penganut Islam terbesar di dunia, menjadi kebanggan ketika Bahasa Indonesia dipakai pada salah satu ayat dalam Alquran.
Hal ini dungkapkan Ustaz Adi Hidayat (UAH), seperti dikutip BondowosoNetwork.com dari kanal Youtube Audio Dakwah.
Menurut UAH, sejak zaman dulu bahkan sebelum adanya islam, orang Arab melakukan bisnis perdagangan hingga ke negeri China.
Setiap akan menuju ke China, orang Arab dipastikan mampir lebih dulu ke Nusantara di daerah bernama Baros, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
"Karena di Arab tidak ada (huruf) 'O' maka setiap huruf O menjadi U. Maka berubahlah (nama) Baros menjadi Barus," ungkap UAH.
Sampai dengan saat ini, Kecamatan Baros berubah menjadi Barus.
Baca Juga: Jangan Hubungan Suami Istri di Waktu Ini Agar Terhindar dari 3 Hukuman Kata Ustaz Adi Hidayat
Barus sendiri menjadi kota pertama atau tertua sebagai kota sejarah, sekaligus kota Arab pertama di Indonesia.
Bahkan, peninggalan-peninggalan bersejarah orang Arab ada di kota Barus ini.
Menurut UAH, kota Barus kala itu juga dikenal sebagai satu-satunya di dunia yang memproduksi Kapur.
"Dari sini muncul istilah Kapur Barus," jelas UAH.
Lebih lanjut UAH mengatakan, bahwa istilah Kapur bukanlah bahasa Arab, bukan bahasa China, bukan bahasa Yunani, dan bukan bahasa negara lain.
"Kapur asli bahasa Nusantara, bahkan asli bahasa Indonesia sampai dengan kekinian," jelasnya.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Bicara soal Kehalalan Vaksin Sinovac
Karena ada hubungan perdagangan yang kuat, orang Arab yang singgah di Barus membawa kapur untuk dijual lagi di negaranya sekaligus bagian dari aset bisnis.
"Maka jadilah kosakata Kafur jadi kosakata bahasa Arab, yang disampaikan pada masa perdagangan masa itu," kata UAH.
Maka jadilah kata yang diserap dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab, yang disebut sebagai kalimat Mu'arroban.
Baca Juga: Viral Video Perempuan Injak Alquran Bersumpah Diduga Dituduh Selingkuh
"Maka jadilah (kalimat) Kapur menjadi bahasa Arab utama pada masa itu, dengan tulisan Kaafuur," ungkap UAH.
Selain bahasa Nusantara yang dibawa Arab hingga menjadi bahasa Arab, menurut UAH banyak juga bahasa Arab yang kini menjadi kosakata bahasa Indonesia.
UAH mencontohkan kalimat 'Musyawarah' dan 'Bab', yang mana kalimat tersebut berasal dari bahasa Arab.
Baca Juga: Ade Armando Jelaskan soal Perintah Sholat Lima Waktu Tak Ada dalam Alquran
Kemudian UAH mengungkapkan bahwa ada satu kalimat di dalam Alquran yang ternyata diambil dari bahasa Nusantara.
"Kita patut bahagia. Di antara sekian banyak ayat Alquran, ada satu kalimat dalam Alquran yang mengabadikan hubungan Haramain (nama lain Makkah dan Madinah) dengan Nusantara. Yang mengabadikan hubungan bangsa Arab terdahulu dengan Nusantara. Yang mengabadikan orang-orang islam dan kehidupan masa lalu dengan kehidupan sekarang," katanya.
Surat yang dimaksud UAH yakni Quran Surat ke 76 yakni Al-Insan ayat ke 5.
Baca Juga: Ade Armando Sebut Perintah Salat 5 Waktu Tak Ada di Alquran
Berikut bunyi ayat tersebut:
اِنَّ الْاَبْرَارَ يَشْرَبُوْنَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُوْرًاۚ
Innal-abraara yasyrabụuna ming ka`sing kaana mizaajuhaa kaafụuraa.
Baca Juga: Tiga Jalan Mudahnya Datang Rezeki Menurut Alquran
Artinya: Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.
Kalimat Kaafuuraa memiliki arti Kafur yang diyakini sebagian ulama dan muslim sebagai bahasa Nusantara atau Indonesia.
Dalam tafsir dijelaskan, Kafur yang dimaksud adalah mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah SWT, yang taat dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya, dan mereka para penghuni surga tersebut dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
Ayat ini menerangkan balasan Allah SWTkepada orang yang berbuat kebajikan, yaitu berupa minuman dari gelas yang berisikan air yang campurannya adalah air kafur, yaitu nama suatu mata air di surga yang warnanya putih, baunya sedap, dan rasanya enak.
Nah, itulah satu-satunya kalimat di dalam ayat Alquran yang diyakini diambil dari bahasa Nusantara atau Indonesia.***
Share this article
Ustaz Adi Hidayat ungkap salah satu ayat Alquran yang berasal dari Bahasa Indonesia yakni ada di surat ke 76 yakni Al-Insan ayat ke 5.