AYOJAKARTA.COM - Puasa bulan Dzulhijjah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam, dipenuhi dengan momen penting seperti ibadah haji dan perayaan Idul Adha.
Di samping itu, bulan ini juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunnah.
Bagaimana niat puasa Dzulhijjah dan apakah boleh menggabungkannya dengan puasa Qadha Ramadhan?
Puasa Dzulhijjah dapat dilakukan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, dengan puncaknya pada hari Arafah saat jamaah haji berada di Bukit Arafah.
Puasa ini memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah menghapus dosa - dosa yang telah lalu.
Untuk menjalankan puasa Dzulhijjah, niat haruslah jelas dan tulus untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
Niat ini dapat diucapkan dalam hati atau dengan lisan, dengan menyatakan bahwa puasa tersebut dilakukan karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Sedangkan Puasa Qadha Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk mengganti puasa Ramadhan yang terlewatkan karena berbagai alasan, seperti sakit, perjalanan atau alasan lainnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube TRANS TV yang diunggah 1 Maret 2021, berikut penjelasan ustadz Syam tentang gabungan niat Puasa Dzulhijjah dan Qadha Ramadhan.
Terjadi perdebatan di kalangan ulama mengenai boleh tidaknya menggabungkan niat puasa sunnah seperti di Bulan Dzulhijjah dengan puasa Qadha Ramadhan.
Beberapa ulama berpendapat bahwa boleh menggabungkannya, asalkan niat tersebut jelas dan terinci.
Namun, ada yang berpendapat bahwa lebih baik menyelesaikan puasa Qadha Ramadhan terlebih dahulu sebelum melakukan puasa sunnah lainnya.
Menurut pendapat ulama Syafi'i bahwa puasa Qadha Ramadhan harus diniatkan dengan jelas. Sedangkan puasa yang lain niatnya mutlak.
“"Niat mutlak yaitu saya hanya untuk berpuasa karena Allah, itu saja. Seperti yang terjadi pada Rasulullah ketika tidak ada makanan, lalu beliau berkata, 'Baiklah, saya akan berpuasa,' maka beliau sudah berpuasa.",” ujar Ustadz Syam.
Sedangkan niat puasa Qadha Ramadhan harus jelas tujuannya seperti “Saya niat puasa Qadha Ramadhan besok karena Allah SWT”.
Baca Juga: Cara Menemukan Aplikasi Pemakan RAM di Android yang Bikin Ponsel Jadi Lambat
“Jika sudah meniatkan puasa Qadha Ramadhan maka puasa sunnah lainnya mengikuti,” ujar Ustadz Syam.
Sedangkan, jika kamu tidak mempunyai utang Ramadhan maka kamu dapat membaca niat puasa sunnah Dzulhijjah sebagaimana dikutip dari website NU Online, Sabtu (8/6/2024) sebagai berikut:
1. Puasa 1-7 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya berniat berpuasa sunnah di bulan Dzulhijjah semata-mata karena Allah ta'ala."
2. Puasa 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Tarwiyah semata-mata karena Allah ta'ala."
3. Puasa 9 Dzulhijjah (hari Arafah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya berniat menjalankan puasa sunnah Arafah (Dzulhijjah) karena Allah ta’âlâ."
Dengan memahami niat puasa Dzulhijjah dan keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.***

Share this article
Niat puasa Dzulhijjah apakah boleh digabungkan dengan puasa Qadha Ramadhan? Simak penjelasannya ini.