AYOJAKARTA.COM — Tak terasa sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan menjalani bulan suci Ramadhan 2024/1445 H, tak terkecuali di Indonesia yang memang sebagian besar warganya adalah umat Muslim.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2024/1445 H pastinya pertanyaan seputar utang puasa Ramadhan akan selalu banyak ditanyakan dan dibahas.
Lantas, bagaimanakah hukumnya apabila seorang umat Muslim yang belum membayar utang puasa Ramadhan namun berniat melakukan puasa sunnah, sahkah puasanya dan apakah bisa membayar utang Ramadhan sebelumnya?
Penceramah Buya Yahya menjelaskan bahwa ada dua kondisi yang dialami seseorang sehingga tidak berpuasa Ramadhan, yang pertama karena bandel atau sengaja, dan yang kedua karena udzur seperti sakit, haid, atau bepergian yang memenuhi syarat.
Maka, terdapat dua hukum yang berbeda juga terkait kondisi tersebut apabila orang itu ingin melakukan puasa sunnah, khususnya di bulan Syawal padahal dia memiliki utang puasa Ramadhan yang merupakan kewajiban.
Baca Juga: RESMI! PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 11 Maret 2024, Lebaran Kapan?
“Sekarang utangnya dilihat, jika orang tersebut punya utang puasa Ramadhan karena kebandelannya (sengaja) bukan karena udzur, maka karena puasanya bandel maka dia harus segera membayar (puasa qadha),” kata Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Kamis, 8 Februari 2024.
“Maka mengqadhanya harus segera,” lanjutnya.
Apabila orang dengan kondisi sengaja meninggalkan puasa Ramadhan itu ingin melakukan puasa sunnah di bulan Syawal, lanjutnya, maka ditegaskan oleh Buya Yahya bahwa itu hukumnya haram.
“Tidak diperkenankan bahkan haram jika dia berpuasa sunnah,” tegasnya.
Namun, berbeda kondisi apabila orang yang berutang puasa tersebut karena udzur. Diperkenan baginya untuk bisa melakukan puasa sunnah seperti puasa Syawal karena terpenuhinya unsur udzur tersebut.
Namun dengan catatan, apabila telah selesai melakukan puasa Syawal untuk segera melakukan puasa qadha membayar utang puasa Ramadhan sebelumnya.
Baca Juga: Awal 1 Ramadhan Jatuh pada Tanggal Berapa? Muhammadiyah: 11 Maret 2024
“Tapi jika meninggalkan puasanya karena udzur seperti wanita haid atau dalam keadaan seseorang bepergian memenuhi syarat atau karena sakit maka di saat bulan syawal maka dia boleh melakukan puasa sunnah setelah itu kemudian puasa qadha,” imbuh Buya.
Selain itu, Buya Yahya juga memberikan solusi lain yang begitu indah, di mana para umat Muslim yang memiliki utang puasa baik sengaja maupun karena udzur untuk melakukan niat puasa qadha di bulan Syawal, karena tak hanya mendapatkan pahala membayar puasa wajib juga mendapatkan pahala puasa sunnah di bulan Syawal.
Itulah hukum bagaimana puasa sunnah ketika masih memiliki utang puasa Ramadhan.***

Share this article
Bagaimanakah hukumnya apabila seorang umat Muslim yang belum membayar utang puasa Ramadhan namun berniat melakukan puasa sunnah?