AYOJAKARTA.COM--Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan dan kemuliaan.
Banyaknya keutamaan di Bulan Ramadan, harus dijadikan oleh seorang Muslim sebagai ajang untuk memperbaiki diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Bukan hanya itu, Bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan iman.
Salah satu bentuk keutamaan dari Bulan Ramadan adalah pahala yang dilipatgandakan.
Pada Bulan Ramadan, Allah SWT akan melipatgandakan semua pahala dari setiap ibadah yang dilakukan.
Menurut Buya Yahya, pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT untuk setiap Muslim berbeda-beda.
Baca Juga: Perlu Diamalkan! Ini Amalan Malam Lailatul Qadar untuk Wanita Haid Menurut Buya Yahya
Ada syarat dan ketentuan yang berlaku dalam pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Buya Yahya menyebutkan bahwa pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT tergantung tingkat kelulusannya dalam melakukan ibadah.
“Sesuai dengan tingkat ketulusan seorang hamba di dalam melakukan kebaikan,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya pada Jumat (7/4).
Buya Yahya menjelaskan bahwa ibadah atau kebaikan yang dilakukan saat Bulan Ramadan sudah pasti dilipatgandakan sebanyak 10 kali dan itu pasti.
Tetapi apabila ingin pahala dilipatgandakan hingga 700 kali maka itu ada syarat dan ketentuannya.
“Satu kebaikan direncanakan kemudian dilakukan, Allah SWT akan lipat gandakan 10 itu yang pasti tidak ditawar,” jelasnya.
“Adapun dari 10 menuju 700 itu tergantung,” tambahnya Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, setiap orang akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan berbeda-beda jumlahnya.
“Ada yang kita dapat 100 karena memang ada perbedaan, ada yang sampai 500, bahkan ada yang sampai 700,” tuturnya.
Seorang Muslim yang mendapatkan pahala yang dilipatgandakan hingga 700 kali ditinjau dari berbagai macam hal.
“Tapi bisa saja sampai 700 sesuai dengan kekuatan hati si pelaku kebaikan tersebut yang ditinjau dari berbagai sisi,” kata Buya Yahya.
“Mungkin di tempat yang lebih baik, mungkin di waktu yang terbaik, atau mungkin ada beban yang lebih berat,” sambungnya.
Maksud dari waktu yang terbaik adalah ibadah yang dilakukan di Bulan Ramadan saja sudah Allah SWT lipatgandakan dari bulan-bulan biasanya.
Akan tetapi, ada satu malam di Bulan Ramadan dimana bulan tersebut lebih dari 1000 bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.
Baca Juga: Tinggalkan Salat dan Puasa Harus Mengqadha? Buya Yahya Jelaskan Caranya..
Ibadah atau kebaikan yang dilakukan di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala lebih banyak dari malam-malam di Bulan Ramadan bahkan di malam-malam biasanya.
Ada yang menyebutkan bahwa ibadah yang dikerjakan di malam Lailatul Qadar pahalanya lebih dari mengerjakan ibadah tersebut selama 83 tahun tanpa henti.
Pahala yang kita dapatkan dari Allah SWT tergantung kondisi dan keadaan saat kita melakukan Ibadah tersebut.
Dan hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: pahalamu tergantung bagaimana susah mu, semakin susah semakin baik.
Buya Yahya menegaskan bahwa ibadah dan kebaikan yang dilakukan di Bulan Ramadan sudah pasti dilipatgandakan sebanyak 10 kali.
Dan semua Muslim yang melakukan ibadah dan kebaikan di Bulan Ramadan pasti akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan sebanyak 10 kali.
Akan tetapi untuk dapat dilipatgandakan lebih dari 10 kali tergantung kondisi dan keadaan saat melakukan ibadah dan kebaikan tersebut.
“Tapi kalau 10 tuh semuanya dapat, 10 dilipatgandakan 10 semua dapat, hanya diatas 10 ini berbeda-beda sesuai dengan keadaan yang melakukan kebaikan tersebut,” pungkas Buya Yahya.***

Share this article
Buya Yahya menegaskan bahwa ibadah dan kebaikan yang dilakukan di Bulan Ramadan sudah pasti dilipatgandakan sebanyak 10 kali.