Tinggalkan Salat dan Puasa Harus Mengqadha? Buya Yahya Jelaskan Caranya..

Buya Yahya Jelaskan Cara Mengqadha Puasa dan Salat yang Ditinggalkan
Buya Yahya Jelaskan Cara Mengqadha Puasa dan Salat yang Ditinggalkan

AYOJAKARTA.COM---Bagi umat muslim, salat dan puasa yang ditinggalkan adalah akan menjadi hutang nanti di akhirat.

Banyak beberapa orang meninggalkan kedua kewajiban tersebut dengan beberapa alasan seperti haid dan lain-lain.

Buya Yahya menjelaskan cara membayar salat dan puasa yang sudah menjadi hutang.

Dikutip Ayojakarta melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, soal menqadha salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan.

Salat dan puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim.

Baca Juga: Jelang Ramadan Masih Belum Lunas Utang Puasanya? Begini Cara Ganti dan Niat Qadha Menurut Ustadz Abdul Somad

Banyak umat yang pernah meninggalkan salat dan puasa dengan beberapa alasan, namun meninggalkan kedua ibadah tersebut menjadikan hutangnya nanti di akhirat.

Buya Yahya mengatakan bahwa salat dan puasa yang ditinggalkan akan dijadikan hutang jika seseorang sudah memasuki baligh (masa pubertas).

Menurut ulama jika alasan meninggalkannya karena tanpa disengaja maka mengqadhanya bisa dengan perlahan-lahan.

Namun jika dengan disengajakan harus segera mengqadha kewajiban yang ditinggalkan.

Jamaah bertanya tentang cara membayar hutang salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan kepada Buya Yahya.

Baca Juga: Masih Miliki Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Qadha Usai Nisfu Syaban? Jangan Salah, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Cara pertama membayar salat dan puasa yang sudah lama ditinggalkan, maka hitung terlebih dahulu dan catat memastikan berapa hari lamanya meninggalkan kedua kewajiban tersebut setelah baligh.

Buya Yahya menjelaskan untuk mengqadha salat, jika mengqadha salat Dzuhur boleh dilakukan kapan saja, pada malam hari juga diperbolehkan.

"Boleh kapan saja, malam hari pun boleh mengqadha salat Dzuhur, cuman enaknya adalah kita itu ikuti irama waktu, berarti habis Dzuhur, Dzuhur-an lagi, habis ashar, ashar-an lagi, habis Maghrib, maghrib-an lagi." ujar Buya Yahya.

"Jadi sambil nyicil, kalo hutangnya 5 tahun, jadi hutangnya ke bayar 5 tahun, kalo pengen cepet ya 5 kali Dzuhur," sambungnya.

Baca Juga: Kapan Waktu Bayar Fidyah Puasa Ramadan? Berikut Panduan Lengkap, Niat, Takaran Beserta Penyalurannya

Cara untuk membayar puasa, hitung berapa bulan puasa yang ditinggalkan dikalikan dengan berapa hari, maka puasa lah dengan jumlah yang sudah diperkirakan.

Buya Yahya mengatakan bahwa lebih besar pahalanya mengerjakan yang wajib dibandingkan yang Sunnah.

"Makanya anda tidak usah berpikir yang Sunnah dulu, pikirkan dulu yang wajib". Ujar Buya Yahya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Mengqadha Puasa dan Salat
# hutang
# Wajib
# cara membayar
# sunnah
# Buya Yahya

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).