Benarkah Isra Miraj Seusai dengan Teori Relativitas Einstein? Simak Kajian Pakar Fisika Muhammadiyah Ini

Benarkah Isra Miraj Seusai dengan Teori Relativitas Khusus Einstein: Simak Kajian Pakar Fisika Muhammadiyah Ini
Benarkah Isra Miraj Seusai dengan Teori Relativitas Khusus Einstein: Simak Kajian Pakar Fisika Muhammadiyah Ini

AYOJAKARTA.COM – Salah satu peristiwa penting dalam perjalanan Nabi Muhammad mengabarkan Islam adalah Isra Miraj.

Isra Miraj adalah peristiwa yang di luar akal manusia saat itu dan mungkin juga sampai sekarang.

Bagaimana Rasulullah bergerak pulang pergi dari Masjidil Haram di Mekkah menunju Masjidil Maqdis di Palestina, lalu terbang menembus tujuh lapis Langit sampai ke Sidratul Muntaha lalu kembali ke Mekkah hanya dalam waktu sehari semalam?

Tidak heran, ketika kabar Nabi Muhammad melakoni Isra Miraj terdengar oleh banyak orang, Rasulullah lantas menjadi bahan olok-olokan kaum kafir Quraisy. Bahkan, orang yang sudah memeluk Islam yang ketika itu baru berkembang, menjadi keluar lagi dari agama yang dibawa Nabi Muhammad itu.

Hadits menjelaskan seorang Abu Bakar sebagai sahabat Nabi lah yang meyakini seratus persen cerita Rasulullah menjalani Isra Miraj.

Lantas bagaimana orang pada zaman modern ini memandang peristiwa Isra Miraj?

Pandangan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Purwanto yang juga Guru Besar Fisika Teori di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Agus Purwanto, mungkin bisa menambah wawasan umat Islam.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ceritakan Momen Besar di Bulan Rajab: Isra Miraj Peristiwa Penting di Mana...

Baca Juga: Mau Ramadan Tahun Ini Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya? Ini 9 Anjuran Majelis Tarjih dan Tadjid Muhammadiyah

Menurut Agus Purwanto, tidak sedikit ilmuwan yang mengaitkan Teori Relativitas Khusus dari Albert Einstein untuk menjelaskan peristiwa paling penting dalam sejarah ini yang diabadikan dalam QS. Al Isra ayat 1 dan QS. An Najm ayat 13-18.

Dalam pandangan Agus Purwanto, dengan menggunakan Teori Relativitas Khusus Einstein berarti mengatikan Isra Miraj dengan konsep dilatasi atau pemuluran waktu.

Oleh karena perjalanan Nabi bersama dengan malaikat Jibril, maka kecepatan kendaraan yang dipakai Nabi Saw setara kecepatan cahaya yaitu 300.000 km/detik.

Seandainya Miraj terjadi dari pukul 20.00 hingga 04.00, berarti perjalanan dari Bumi menembus tujuh lapis Langit kemudian kembali lagi ke Bumi berdurasi 8 jam.

Buat Agus Purwanto, hal itu mustahil. Menurut dia, jika kecepatan Rasulullah bersama Jibril setara dengan kecepatan cahaya, maka Nabi belum keluar dari sistem Tata Surya.

Dengan waktu perjalanan Nabi, jika dikalikan dengan kecepatan cahaya 300.000 km/detik, akan dihasilkan jarak tempuh sejauh 4.320.000.000 km dari bumi.

Dengan hasil itu, menurut Agus Purwanto, perjalanan Nabi baru mencapai planet Neptunus, planet terluar dari sistem tata surya. Artinya membutuhkan sekitar 4.4 tahun kecepatan cahaya hanya untuk sampai menuju alfancentauri.

Oleh karena itu, dalam pemikiran Agus Purwanto, penjelasan peristiwa Miraj menggunakan teori Relativitas Khusus Einstein belum memadai.

Belum lagi, katanya, ada fakta bahwa tidak ada materi yang bermassa yang bisa secepat cahaya. Cahaya dapat bergerak cepat karena pada dasarnya adalah gelombang elektromagnetik.

Artinya, menurut ilmuwan Muhammadiyah itu, hanya malaikat dan ruh saja yang bisa memiliki kecepatan 300.000 km per detik.

Baca Juga: Rahasia Pintu Rezeki Dalam Al Quran: Menurut Quraish Shihab Inilah Kuncinya

Baca Juga: Nasihat Quraish Shihab: Tuhan Itu Tidak Bertanya 5 + 5 Itu Berapa, Tetapi 10 Itu Berapa

“Karena ini bicara sains, akan terjadi pembengkakan massa yang besar sekali, dengan kata lain kalau Nabi Saw secepat kecepatan cahaya tubuhnya akan meledak. Karenanya hentikan penjelasan peristiwa Isra’ Miraj ini dengan pendekatan Relativitas Khusus Einstein,” ujar Agus Purwanto dalam kajian yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada Sabtu (26 Februari 2022).

Teori Relativitas Umum Einstein

Jika merujuk pada QS. Al Isra ayat 1 dan QS. An Najm ayat 13-18, kata Agus, terdapat tiga kunci yang ada pada peristiwa Isra Miraj yaitu: asra’, ‘abdi, dan layl.

Asra’ adalah memperjalankan, memindahkan materi dari satu tempat ke tempat lain.  Tempat menyatakan satu titik dalam ruang sehingga asra’ terkait dengan ruang beserta atributnya.

‘Abdi menunjuk pada hamba pilihan-Nya yakni Rasulullah yang meliputi jiwa, raga, jasmani dan ruhani. Layl mewakili waktu.

Petunjuk itu, menurut Agus Purwanto, mengantarkan pada struktur jagad raya yaitu sifat ruang-waktu-cahaya yang tidak lain adalah teori Relativitas Umum Einstein.

Teori Relativitas Umum Einstein memandang ruang dan waktu tidaklah ajeg, melainkan merupakan fenomena yang fleksibel, relatif, dan dinamis seperti proses alam semesta lainnya.

“Jadi menurut Einstein jagat raya kita itu melengkung,” ujar Agus.

Selain jagat raya itu melengkung, alam semesta juga terus mengembang. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh Edwin Hubble.

Baca Juga: Wasiat Kiai Maimoen Zubair: Mbah Moen Pesan 10 Hal Ini, Nomor 2 Makjleb

Baca Juga: PP Muhammadiyah: Awal Puasa 1 Ramadhan Jatuh 23 Maret 2023 Bisa Bareng Pemerintah Tapi Lebaran Mungkin Beda

Di masa lalu, alam semesta begitu kecil, padat, dan panas. Sebagaimana balon yang diisi udara, alam semesta kemudian mengembang, membesar, dingin, dan jarak antar galaksi dan materi di dalamnya pun semakin menjauh satu sama lainnya.

Jika alam semesta diibaratkan balon, maka permukaan bola itulah ungkapan ruang lengkung dua dimensi. Artinya masih ada dimensi lain, yaitu alam immaterial yang keberadaannya di luar ruang dan waktu alam semesta.

Maka dari itu, tak heran jika perjalanan Miraj yang menembus beberapa lapis langit tersebut, bisa berlangsung dalam waktu yang relatif sangat singkat karena keberadaannya bukan lagi di alam semesta melainkan berada di ‘ruang ekstra’ alias alam immaterial.

“Jadi perjalanan Rasulullah itu menembus dimensi yang lebih tinggi yaitu langit yang ghaib. Ini sudah berada di luar jangkauan ilmu pengetahuan,” tegas Agus Purwanto seperti termuat dalam artikel bertajuk Memahami Peristiwa Isra’ Mi’raj dengan Teori Relativitas Umum Einstein di laman muhammadiyah.or.id.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Agus Purwanto
# Einstein
# Rasulullah
# Nabi Muhammad
# Isra Miraj
# Muhammadiyah

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).