AYOJAKARTA.COM--Salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam yakni salat lima waktu dalam sehari.
Ternyata tidak semua ibadah salat yang dilakukan akan diterima oleh Allah SWT. Ada tiga golongan orang yang salatnya tidak diterima oleh Allah, siapa saja?
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS memberikan penjelasan terkait golongan orang yang salatnya tidak diterima Allah SWT.
“Rasulullah bersabda, ada tiga golongan tidak terangkat naik salat mereka di atas kepala mereka sejengkal,” ujar UAS dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube REDAKSI ISLAM, Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga: Kriteria Jodoh dalam Pandangan Islam, Ustaz Abdul Somad Ungkap 4 Poin Ini, Nomor 3 Paling Utama!
Menurutnya pendapat ini mengutip hadis riwayat Ibnu Majah, di mana makna pertama yang disebutkan dalam hadis ini bahwa salat mereka tidak terangkat walaupun sejengkal di atas kepala.
“Makna pertama, salatnya tidak bisa menaungi dirinya, masih syukur artinya salatnya masih diterima hanya sekedar tidak bisa menjadi naungan,” tutur Ustaz Abdul Somad.
Ia kembali menjelaskan bahwa masih ada naungan yang lain, yakni masih bisa dinaungi dengan shodaqoh, masih dinaungi dengan jabatan, serta masih dinaungi karena Allah.
Makna yang kedua yang lebih fatal menurut UAS yakni makna tidak terangkat walaupun sejengkal, salatnya tidak diterima oleh Allah SWT.
“Makna yang kedua yang lebih fatal, makna tidak terangkat walaupun sejengkal, salatnya tidak diterima Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya karena tidak terangkat salatnya maka tidak bisa dibawa oleh malaikat karena tidak cukup syarat.
Lantas siapa saya yang masuk dalam golongan ini? Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa golongan ini?
1.Seseorang yang menjadi imam bagi sekelompok kaum sedangkan orang itu tak suka kepadanya.
Maksud imam disini yakni imam kecil dan imam besar. Maksudnya ketika ada seorang imam tetapi para makmumnya tidak menyukainya menjadi imam.
Ada tiga penyebabnya yakni karena fasik melakukan perbuatan terus menerus dengan sengaja, jahil atau tidak berilmu (tidak mengerti agama), dan merupakan pelaku bidah atau perbuatan yang sengaja dibuat-buat dan tidak ada aturannya.
“Kalau sampailah kita menjadi imam kecil, imam masjid, imam musala, maupun imam besar, RT, RW, Camat, Lurah, Bupati, Gubernur, Walikota,” ujar UAS.
“Orang tak suka gara-gara kita jahil gara-gara kita tak adil, gara-gara kita fasik, gara-gara kita pelaku bidah, salatnya tak terangkat walaupun sejengkal,” tambahnya.
Baca Juga: Utang Menumpuk Karena Rezeki Seret? Tiru 4 Amalan Syekh Ali Jaber Berikut Agar Dikejar Rezeki
2. Suami/istri yang tidur sedangkan pasangannya dalam keadaan murka atau marah
Ustaz Abdul Somad mengatakan jika ada seorang perempuan yang tertidur tetapi suaminya dalam keadaan murka, marah dan tidak suka.
Maka jika meninggal dunia salatnya tidak terangkat walaupun sejengkal dari kepala tidak diterima oleh Allah SWT.
Menurutnya marahnya suami dijelaskan oleh ulama karena sang istri tidak menunaikan kewajibannya sebagai perempuan.
Hal tersebut juga berlaku juga pada laki-laki, karena sang suami tidak tidak melaksanakan kewajibannya yakni tidak ada nafkah makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan perhatian.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Keistimewaan dan Kemuliaan Ramadan: Bulan Mulia untuk Umat Muslim Semata
3. Berkonflik sehingga memutuskan tali silaturahmi atau persaudaraan
Menurutnya tidak boleh seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari tiga malam.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa orang yang memutus tali silaturahmi tidak akan masuk surga.
Walaupun salatnya rajin, tetapi tidak terangkat salatnya walaupun sejengkal karena ada dua orang yang bertikai berkelahi dan berkonflik.
Menghindar bukan berarti putus tali silaturahminya, karena yang tidak boleh yakni memutus tali silaturahmi atau tali persaudaraan.***

Share this article
Ada tiga golongan orang yang salatnya tidak diterima oleh Allah, siapa saja? berikut penjelasan dari ustaz Abdul Somad