Bumi Arab Menghijau, Masyarakat Geger dengan Tanda-Tanda akan Kiamat? Begini Tanggapan Buya Yahya

Bumi Arab Menghijau, Masyarakat Geger dengan Tanda-Tanda akan Kiamat? Begini Tanggapan Buya Yahya
Bumi Arab Menghijau, Masyarakat Geger dengan Tanda-Tanda akan Kiamat? Begini Tanggapan Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Pada dasarnya tidak ada yang mampu mengetahui secara pasti kapankah hari terjadinya kiamat akan tiba.

Peristiwa hari akhir dunia itu hanya Allah SWT-lah yang maha mengetahui.

Namun, dengan banyaknya kejadian-kejadian di luar nalar yang sering kali kerap terjadi di akhir-akhir ini menjadi perbincangan tersendiri di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ricky Rizal Akan Ajukan Proses Banding Lebih Tinggi Lagi Karena Pledoi Ditolak oleh JPU

Salah satunya gurun pasir di tanah Arab yang terkenal kering nan tandus menjadi subur dan menghijau.

Fenomena itu lantas dikait-kaitkan dengan tanda-tanda terjadinya kiamat, yang kemudian membuat banyak masyarakat menjadi khawatir dan cemas.

Ustadz Buya Yahya kemudian juga menanggapi hal tersebut dengan penjelasan yang singkat terkait tanda-tanda hari akhir dalam kanal Youtube AL-Bahjah TV.

Menurutnya, hari kiamat itu adalah suatu yang harus diyakini, dan hanya sebatas itu saja.

"Hari Kiamat itu adalah satu hari yang harus kita yakini akan tiba," ujar Buya Yahya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos PKH, BSA YAPI dan PIP Sudah Cair Nih, Ini Cara Ceknya...

Hal itu karena, waktu terjadinya hari kiamat hanya Allah SWT lah yang maha mengetahui, dan dirahasiakan dimana tidak ada satupun yang tahu kapan kiamat itu akan terjadi.

"Adapun waktunya Allah sembunyikan, tidak boleh ada yang sok tahu tentang waktunya," kata Buya Yahya.

Kendati demikian, semua cerita yang menyebut ada orang yang mengetahui kapan terjadinya hari itu akan tiba, semua tidak benar adanya.

"Semua cerita-cerita yang dinukil bahwasanya ada orang yang tahu dan mengira-ngira kan hari kiamat adalah tidak benar," tambahnya.

Baca Juga: Rekomendasi 3 Film Jelang Hari Valentine, Cocok Ditonton Bersama Orang Tersayang

"Kalau sudah disembunyikan oleh Allah, ya sudah disembunyikan kiamat kubro itu, akan tetapi ada tanda-tanda mengarah kepada datangnya kiamat tersebut," ujar Buya Yahya.

Dalam ilmu Hadis dan pedomannya Al Quran kiamat itu dibedakan ada dua yakni kiamat sugra dan kiamat kubra.

"Kiamat ada dua ya. kiamat kubra yaitu kiamat nanti hancurnya semesta ada kiamat sugra itu milik masing-masing, kiamat sugro yaitu kematian," ujar Buya Yahya.

Dimana kiamat kubra adalah kiamat besar hancurnya alam semesta, sedangkan kiamat sugra itu adalah kiamat kecil yang dirasakan pada setiap orang yakni kematian.

"Dan Kiamat kubro itu ada tanda-tanda, tanda itu ada dua tanda syukro kubro, ada tanda-tanda kiamat yang tanda-tanda kecil dan ada tanda-tanda besar," kata dia.

Baca Juga: Tok! JPU Tuntut Agus Nurpatria Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Brigadir J dengan Pidana dan Denda Ini!

Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa tanda-tanda kiamat sugra itu sudah lama terjadi, seperti dalam hadits jibril yang mengatakan ada banyak anak yang menjadi durhaka.

"Tanda kecil sudah banyak diantaranya disebutkan kalau kita membaca hadits jibril tentang orang pada berlomba-lomba untuk meninggikan bangunan, banyaknya anak durhaka kepada orang tua." kata dia.

Namun, adapun kiamat kubra itu tanda-tandanya akan menjadi heboh jikalau orang-orang kemudian menyadari dan mengetahui.

"Tapi kalau kubra itu orang kalau sudah menemukan tanda kiamat kubra itu sudah heboh, coba saja tiba-tiba matahari terbit dari barat apa yang terjadi," kata Buya Yahya.

Lantas, isu terkait bumi arab menghijau itu dikatakan menjadi tanda kiamat, menurut Buya Yahya itu hanyalah kepiawaian orang dalam mengangkat suatu topik. Sehingga itu tersebut menjadi viral.

Baca Juga: Biodata Profil Wahyu Iman Santoso, Hakim Ketuas Kasus Pembunuhan Terdakwa Ferdy Sambo

"Terjadi di negeri arab itu tanahnya penuh dengan tetumbuhan hijau royo-royo, Jadi sebetulnya ini kepiawaian orang dalam mengangkat satu topik saja, sehingga jadi viral," kata dia.

"tapi itu tanda kiamat kubro? bukan- bukan itu," tambahnya.

Buya Yahya pun menyebut bahwa kiamat tidak akan terjadi sampai ada orang dimuka bumi ini tidak lagi ada yang mengucap La Ilaha Illallah.

"Jadi gak akan terjadi kiamat kecuali di bumi ini sudah tidak ada lagi orang yang mengucapkan La Ilaha Illallah ," kata dia.

Lebih lanjut, Buya secara tegas mengatakan bahwa hari kiamat itu cukup diyakini saja akan terjadi agar semua makhluk di bumi ini memiliki persiapan, yakni adalah keimanan kepada Allah SWT.

"Jadi bicara tentang hari kiamat itu anda dalam batas keyakinan agar anda punya persiapan. Adapun masalah kejadiannya anda tidak perlu khawatir asalkan anda ahli iman," pungkas Buya Yahya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kiamat sugra
# kiamat kubra
# Tanda-tanda Kiamat
# Arab Saudi
# Buya Yahya

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.