AYOJAKARTA.COM -- Sayembara Desain Batik Haji Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan sambutan luar biasa dengan 422 peserta yang mendaftar.
Pendaftaran sayembara ini, yang berlangsung secara daring dari 25 Agustus hingga 6 September 2023, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Saiful Mujab, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang sangat besar ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan.
Baca Juga: Kemenag Terus Lobi Saudi untuk Perpendek Masa Tinggal Jemaah Haji Indonesia
"Alhamdulillah, sampai dengan penutupan pendaftaran, total ada 422 peserta yang mendaftar Sayembara Desain Batik Haji Indonesia," katanya belum lama ini.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah penutupan pendaftaran, saat ini sayembara memasuki tahap penjurian.
Sayembara dilakukan dalam rangka memperbaharui desain batik Haji Indonesia. Pasalnya, motif seragam batik yang dikenakan jemaah Indonesia pada operasional haji 1444 H/2023 M, sudah digunakan sejak 2011 atau lebih dari 10 tahun.
Baca Juga: 8 Tips Menjaga Kesehatan Selama Menjalankan Ibadah Haji
Karena itu, peremajaan dipandang perlu dengan motif baru yang lebih inovatif, serta mencerminkan kultur, budaya, dan identitas Indonesia,
Terdapat lima dewan juri yang terlibat dalam penilaian desain batik ini. Mereka akan menilai berbagai aspek, termasuk originalitas desain, komposisi, estetika, dan kerumitan dalam proses produksi.
Desain batik yang terpilih akan diproduksi menggunakan teknik batik cap oleh para perajin batik, khususnya kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: Kemana Perginya Batu Bekas Lempar Jumrah Jemaah Haji? Simak Penjelasan Berikut Ini
Sayembara ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengganti desain batik. Selain menciptakan semangat baru dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, juga ingin mencirikan keindonesiaan dan menjadi identitas jemaah haji Indonesia.
Desain batik baru diharapkan dapat memudahkan pengenalan jemaah dari kejauhan dan membantu petugas dalam memberikan bantuan kepada jemaah yang mengalami kendala di lapangan.
“Desain batik haji Indonesia harus bisa mencirikan keindonesiaan dan menjadi identitas jemaah. Orang kalau melihat dari jauh, sudah bisa tahu kalau itu jemaah Indonesia. Ini juga akan memudahkan petugas saat membantu jemaah yang mendapat kendala di lapangan,” ujar Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media, Komunikasi Publik, dan Teknologi Informasi Wibowo Prasetyo.
Baca Juga: Perlunya Luruskan Niat Menjelang Puncak Haji
Selain itu, pergantian seragam batik Jemaah Haji juga bertujuan untuk mengikutsertakan perajin batik UMKM dalam proses produksi.
Proses pembuatan batik cap yang digunakan dalam sayembara ini diharapkan akan memberikan dampak positif pada perekonomian perajin batik cap yang mayoritas merupakan UMKM.
Walaupun proses produksi batik cap memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga hasil yang konsisten, dengan monitoring yang berkelanjutan diharapkan hasilnya dapat memenuhi standar yang diinginkan.
Pemenang sayembara akan diumumkan pada 2 Oktober 2023, bertepatan dengan Hari Batik Nasional, dan seragam batik baru ini diharapkan dapat digunakan pada musim haji 1445 H/2024 M.

Share this article
Sayembara Desain Batik Haji Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama berhasil mencuri perhatian dengan 422 peserta.