AYOJAKARTA.COM - Dalam bulan Ramadhan, kita dihadapkan pada peluang besar untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.
Seperti halnya dalam dunia bisnis, di mana seorang pebisnis cerdas akan selalu mencari peluang dengan keuntungan maksimal dalam waktu singkat, begitu pula seharusnya sikap kita terhadap bulan suci ini.
Buya Yahya dalam ceramahnya menekankan bahwa berdagang selama sebulan di bulan Ramadan keuntungannya mengalahkan tahunan.
Baca Juga: Bisa Jadi Pertimbangan! Ini Kekurangan Utama Samsung Galaxy A06, Hp Harga 1 Jutaan..
"Kalau tidak memanfaatkannya, berarti betul tadi orang yang bodoh bisnis dengan Allah, orang tidak cerdas bisnis dengan Allah," ujar Buya Yahya
Beliau menganalogikan ini seperti peluang bisnis yang menguntungkan, di mana Allah dan Rasulullah telah menjanjikan bahwa bulan Ramadhan adalah "bulan diskon besar-besaran" di mana sedekah dan ibadah kita akan dilipatgandakan pahalanya.
Namun, Buya Yahya menegaskan bahwa kita tidak perlu mengubah total rutinitas bisnis atau pekerjaan kita saat Ramadhan tiba.
"Kita ingin membuat suatu budaya baru. Anda tetap berdagang di pasar, tidak harus anda merubah kehidupan anda lalu pergi ke masjid lalu pasar mati nanti.
Anda tetap ke pasar, tetap jualan, tetap melakukan bisnis yang selama ini anda jalankan, cuman bedanya caranya saja," jelasnya.
Yang diperlukan adalah menghadirkan Allah dalam setiap transaksi dan interaksi.
"Pastikan dalam perdagangan anda bulan ini, tahun ini di Ramadan sedikit berubah.
Baca Juga: Sudah Dimulai! Pencairan Gelombang 2 PKH dan BPNT 2025: Pahami Perbedaan Termin dan Tahapnya
Omongan yang mungkin selama ini sering ada tambahan kebohongan menjadi tidak berbohong.
Kemudian pastikan yang anda lakukan di situ antara berzikir menyebut nama Allah dan menawarkan dagangan, itu saja sudah," tambahnya.
Beliau menekankan pentingnya menjaga pandangan di tengah keramaian pasar sebagai bentuk jihad yang nilainya sangat besar.
"menjauhi keharaman lebih bagus daripada rakaat-rakaat yang kita tegakkan, jauh lebih bagus daripada menjalankan kesunahan," pungkasnya.
Kreativitas dalam beribadah sangat diperlukan, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi.
Buya Yahya memberikan tips praktis agar ibadah tetap seimbang walau memiliki kesibukan.
"Nabi pernah melakukan salat sunah Al rahilatihi di atas kendaraannya. Tolong Anda biasakan punya air wudhu.
Anda dari sini ke Bogor hari ini 1 jam setengah, 2 jam, itu kalau anda sambil salat, 100 rakaat enggak kerasa."
Buya Yahya menjelaskan bahwa salat di atas kendaraan memiliki banyak manfaat.
"Ini banyak faedahnya. Pertama biar anda tidak gampang ngedumel di Jakarta karena macet, kedua agar Anda tidak banyak tolah-toleh lihat aurat, ketiga anda selalu menghubungkan dengan Allah," jelasnya
Penting juga untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan berkeluarga.
"Kalau ibu yang sholehah, kalau lagi dekat sama suami, kurangi salat sunatmu. Jangan sampai suaminya datang 'Bang, entar Bang, 10 rakaat dulu Bang.' Sama suami kalau sudah ketemu, senangkan dulu, ngobrol maksimal, baru salat," ujarnya.
Buya Yahya menyimpulkan bahwa dengan memahami ilmu beribadah yang benar, seseorang bisa mencapai target ibadah yang tinggi tanpa mengorbankan hubungan keluarga dan pekerjaan.***

Share this article
Buya Yahya Bagikan Tips Menjaga Keseimbangan antara Bisnis dan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan, ternyata...