AYOJAKARTA.COM - Meskipun Samsung Galaxy A06 menawarkan sejumlah fitur menarik dengan harga terjangkau sekitar Rp1.999.000.
Perangkat ini memiliki beberapa kekurangan mendasar yang jarang disorot dalam iklan atau review singkat.
Salah satu keterbatasan utamanya terletak pada layar yang masih menggunakan panel PLS LCD dengan resolusi rendah 720 x 1600 piksel (HD+) dan kepadatan piksel hanya 262 PPI.
Baca Juga: Sudah Dimulai! Pencairan Gelombang 2 PKH dan BPNT 2025: Pahami Perbedaan Termin dan Tahapnya
Pada ukuran layar yang cukup besar yaitu 6,7 inci, kepadatan piksel yang rendah ini menyebabkan tampilan konten menjadi kurang tajam, dengan teks dan gambar yang terlihat sedikit berpiksel bila diperhatikan secara seksama.
Bezel tebal di sekeliling layar dan desain notch waterdrop untuk kamera depan juga terkesan ketinggalan zaman.
Dibandingkan dengan kompetitor di rentang harga yang sama yang sudah mengadopsi desain punch-hole yang lebih modern dan memberikan area tampilan yang lebih luas.
Terlebih lagi, layar ini tidak memiliki fitur refresh rate tinggi yang sudah menjadi standar pada perangkat entry-level dari merek lain, sehingga pengalaman scrolling dan interaksi dengan antarmuka terasa kurang mulus.
Aspek lain yang menjadi kekurangan signifikan adalah performa perangkat yang terbatas akibat penggunaan chipset MediaTek Helio G85.
Meskipun chipset ini cukup untuk penggunaan sehari-hari seperti media sosial dan browsing, namun akan mengalami kesulitan ketika menjalankan aplikasi atau game yang menuntut sumber daya tinggi.
Lag dan stuttering akan terasa jelas saat multitasking dengan banyak aplikasi atau memainkan game grafis seperti PUBG Mobile atau Genshin Impact bahkan pada pengaturan grafis terendah.
Meskipun RAM telah ditingkatkan menjadi 6GB dan dapat diperluas hingga 12GB dengan RAM Plus, teknologi ini sebenarnya menggunakan penyimpanan internal sebagai RAM virtual yang kecepatannya jauh lebih lambat dibandingkan RAM fisik, sehingga tidak sepenuhnya mengatasi masalah performa.
Selain itu, pilihan kamera yang terbatas dengan hanya mengandalkan kamera utama 50MP dan kamera depth 2MP tanpa lensa ultrawide atau makro membatasi fleksibilitas fotografi.
Dan hasil foto dalam kondisi cahaya rendah cenderung kurang detail dengan noise yang jelas terlihat.
Keterbatasan terakhir yang patut menjadi pertimbangan adalah paket penjualan yang minimalis dan dukungan pengisian daya yang tidak optimal.
Meskipun Samsung mengklaim dukungan pengisian cepat 25W, adaptor pengisi daya tidak disertakan dalam kemasan resmi.
Baca Juga: Berkah Ramadan: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Gelombang 2 Dipercepat, Mulai Senin 10 Maret 2025
Memaksa konsumen untuk membeli aksesori tambahan atau menggunakan charger lama yang mungkin tidak mendukung kecepatan pengisian maksimal.
Terlebih lagi, tidak adanya dukungan NFC menjadi kendala serius bagi pengguna yang mengandalkan pembayaran nirsentuh yang semakin populer di Indonesia.
Samsung Galaxy A06 juga tidak dilengkapi dengan sertifikasi tahan air atau debu, menjadikannya rentan terhadap kerusakan akibat paparan cairan atau partikel halus.
Meskipun Samsung menjanjikan dua kali pembaruan sistem operasi utama, dukungan keamanan jangka panjang masih dipertanyakan.
Mengingat posisinya sebagai perangkat entry-level yang biasanya mendapatkan prioritas lebih rendah dalam jadwal pembaruan dibandingkan seri menengah atau flagship.
Dengan kombinasi keterbatasan ini, konsumen perlu mempertimbangkan dengan cermat apakah penghematan harga sebanding dengan kompromi yang harus diterima.
Terutama ketika banyak kompetitor menawarkan spesifikasi lebih seimbang pada rentang harga yang sama.***

Share this article
Meskipun Samsung Galaxy A06 menawarkan sejumlah fitur menarik dengan harga terjangkau sekitar Rp1.999.000, ini deretan kekurangannya