AYOJAKARTA.COM -– Ramadan akan tiba sebentar lagi, sudah persiapkan diri menyambut bulan menuju kemenangan? Bulan puasa Ramadan 1444 hijriah akan tiba pada 23 Maret 2023.
Buya Yahya ungkapkan bahwa manusia seharusnya memepersiapkan sesuatu dengan matang, termasuk urusan menyambut ramadan.
Dikutip melalui kanal Youtube Buya Yahya oleh AyoJakarta.com pada 8 Maret 23, Buya Yahya sebutkan persiapan dan langkah penting jelang Ramadan.
Baca Juga: Catat! Ini Penjelasan Buya Yahya Tentang Amalan Nisfu Syaban untuk Perempuan yang Sedang Haid
Menurut Buya Yahya, persiapan pertama yang juga langkah pertama untuk menyambut ramadan adalah hal sebagai berikut ini.
“Langkah pertama dan juga persiapan sambut ramadan adalah memupuk kerinduan akan Ramadan,” jelas Buya Yahya.
Ustaz Buya Yahya menjelaskan semua ibadah akan bermakna dan menjadi semangat beribadah apabila merindukan Ramadan dengan sungguh-sungguh.
Faktanya, Buya Yahya menjelaskan sekedar rindu saja tidak cukup. Kebanyakkan rindu Ramadan disangkut pautkan dengan urusan duniawi.
“Rindu Ramadan bukan hanya diwujudkan di media sosial, seperti tulisan Ramadan Mubarak, atau Marhaban ya Ramadan, tetapi juga niat untuk beribadah,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyebutkan, Ramadan bukan tentang apa yang akan kita tulis di media sosial, di pekerjaan kita, rencana bersama keluarga dan saudara, tetapi bagaimana kita beribadah.
“Kerinduan akan Ramadan adalah bagaimana keseriusan kita dalam beraktifitas dan beribadah, bagaimana kita semangat dalam menghidupkan malam-malam di Bulan Ramadan,” jelas Ustaz Buya Yahya.
Ustaz Buya Yahya menjelaskan juga bahwa ia lebih setuju dengan orang yang nyusun jadwal ibadah untuk menghidupkan Ramadan.
Selain itu, ia mengungkapkan menyambut Ramadan seperti menyambut tamu. Memuliakan Ramadan seperti memuliakan tamu.
Baca Juga: Kenapa Malam Nisfu Syaban Begitu Istimewa? Buya Yahya Ungkap Allah Melihat Pendosa dengan...
Terkait bagaimana kita menjamu tamu, mengucap syukur saat tamu tiba hingga mengantar kepergiannya seperti selayaknya Ramadan adalah tamu.
“Tidak mungkin ada tamu tidak dipersilahkan duduk atau pergi, tidak dijamu,” sebut Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa kita harus memeriahkan malam-malam Ramadan sebagaimana kita memuliakan tamu.
“Muliakan Ramadan seperti memuliakan tamu, bukan hanya melalui media sosial,” jelas Buya Yahya.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Ustaz Buya Yahya menjelaskan semua ibadah akan bermakna dan menjadi semangat beribadah apabila merindukan Ramadan dengan sungguh-sungguh.