AYOJAKARTA.COM - Sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadan.
Rasulullah SAW menganjurkan agar memperbanyak amalan di bulan Syaban salah satunya dengan berpuasa.
Namun masih banyak yang belum tahu ketentuan dari puasa sunah Syaban, termasuk hukum puasa sunah setelah nisfu Syaban berlalu.
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS memberikan penjelasan terkait hukum mengerjakan puasa setelah nisfu Syaban.
Menurutnya ada hadis yang menyebut bahwa kalau sudah lewat nisfu Syaban maka tidak boleh berpuasa lagi.
“Setelah nisfu Syaban ada hadis yang menyebut, kalau sudah lewat nisfu Syaban jangan puasa lagi,” kata Ustaz Abdul Somad dikutip ayojakarta.com dari YouTube FANS USTADZ, Sabtu (11/3/2023).
Terkait dengan hadis tersebut menurutnya banyak orang yang menelan mentah-mentah padahal menurut penceramah kondang ini hadis tersebut ada penjelasannya.
Baca Juga: MasyaAllah, Inilah 9 Keutamaan Pada Bulan Nisfu Syaban yang Sangat Sayang Untuk Dilewatkan
UAS menyebutkan bahwa yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa yakni orang yang memulai puasa sunah setelah nisfu Syaban.
“Jangan dibaca itu bulat-bulat, yang tidak boleh puasa itu orang yang memulai puasa sunah setelah nisfu Syaban, itu yang tak boleh,” tuturnya.
“Selama ini tak pernah dia berpuasa, Rajab tak pernah puasa, satu dua tiga empat ini tak ada puasa, tiba-tiba setelah nisfu Syaban dimulainya puasa sunah itu tak boleh. Itulah makna hadis itu,” jelasnya.
Penjelasan hadis tersebut akan berbeda pada seseorang yang telah sering berpuasa seperti puasa sunah Senin Kamis.
Atau seseorang yang biasa berpuasa Daud, kemudian hari ia berpuasa jatuh setelah nisfu Syaban maka puasa sunah masih boleh dilakukan.
Baca Juga: Viral! Benarkah Hadits Ibadah Nisfu Syaban Itu Palsu? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat Selengkapnya!
Selain itu ada yang juga diperbolehkan puasa setelah nisfu Syaban yakni ketika seseorang mengqada puasa.
“Adapun hikmah kenapa dianjurkan puasa ini supaya kita sudah bisa merasakan manisnya puasa,” kata UAS.
Terkait dengan bulan Syaban, Ustaz Abdul Somad mengingatkan dengan pindah arah kiblat yang jatuh di bulan Syaban tahun kedua.
Penceramah kondang ini kemudian menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang menghadap ke Baitul Maqdis selama 17 bulan menurutnya karena menghitung dari bulan Rabiul Akhir.
Sedangkan jika seseorang menghitung ketika Nabi Muhammad SAW menghadap Baitul Maqdis selama 18 bulan karena menghitungnya mulai dari bulan Rabiul Awal.
Baru kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang menyebut agar saat salat menghadapkan wajah ke arah Masjidil Haram.
Ustaz Abdul Somad mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi di bulan Syaban sehingga di bulan tersebut mengingatkan tentang Masjidil Aqsa.***

Share this article
Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad terkait hukum berpuasa setelah Nisfu Syaban, apakah diperbolehkan?