AYOJAKARTA.COM - Tinggal hitungan hari umat muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Banyak cara umat islam dalam menyambut bulan suci Ramadan, salah satunya melakukan ziarah kubur.
Bukan hanya ziarah kubur ke makam keluarga maupun kerabat, akan tetapi tak sedikit menjelang Ramadan ziarah ke makam para ulama.
Lantas apa hukum ziarah kubur sebelum Ramadan?
Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad, dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Ustaz Abdul Somad Official Fans pada Selasa, (14/3/2023).
Ustaz Abdul Somad menceritakan bahwa dulu Nabi Muhammad SAW melarang melakukan ziarah kubur, karena banyak yang sombong.
“Kata Nabi: dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur,” kata Ustaz Abdul Somad.
“Dulu awal-awal Islam dilarang berziarah kubur, karena waktu itu orang berziarah kubur hanya untuk sombong menyombong,” tutur Ustaz Abdul Somad.
Namun, pada saat ziarah membuat hati lembut, dan mengingatkan kita kepada kematian, itu diperbolehkan.
Baca Juga: Bagaimana Mendapat Jodoh Sholeh? Ustaz Abdul Somad Ingatkan Tak Perlu Risau, Ada Jaminan Ini
“Kemudian ketika ziarah kubur melembutkan hati, dan meneteskan air mata, bahkan mengingatkan kepada mati,” jelas UAS.
“Maka hadits yang melarang ziarah kubur itu hukumnya mansuh atau terhapus, sehingga kata Nabi, silahkan kami berziarah kubur,” lanjutnya.
Begitu juga dengan ziarah menjelang Ramadan, itu juga diperbolehkan.
Dikatakan Ustaz Abdul Somad, Nabi Muhammad tidak pernah menyebutkan spesifik waktu untuk melakukan ziarah kubur.
“Apa hukumnya berziarah pada waktu tertentu berziarah menjelang Ramadan, pagi Idul Fitri, berziarah kubur itu hukumnya umum, maka berlakulah hukum umum,” ungkap UAS.
“Jadi orang berziarah terserah dia, mau pagi, petang, malam, jelang Ramadan, jelang Idul Fitri maka silahkan berziarah,” sebutnya.
Baca Juga: Ternyata Ada Keutamaan Mendoakan Orang Lain Secara Diam-Diam, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa ziarah kubur sebelum Ramadan itu akan membuat ibadah Ramadan lebih khusyuk.
“Ada nasehat yang tidak bersuara, yakni kematian, maka sebelum Ramadan berziarah supaya hati mengingat mati, maka lebih khusyuk ibadah Ramadannya, seakan akan inilah Ramadan yang terakhir,” pungkas UAS.***

Share this article
UAS mengatakan bahwa hadits yang melarang ziarah kubur itu hukumnya mansuh atau terhapus, sehingga kata Nabi, silahkan kami berziarah kubur.