AYOJAKARTA.COM – Umat muslim saat ini sudah mulai melaksanakan puasa Ramadan.
Banyak sekali amalan-amalan yang dilaksanakan pada bulan Ramadan, seperti salat sunnah Tarawih.
Seperti yang diketahui, salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dianjurkan dilaksanakan setiap malam di bulan Ramadan.
Baca Juga: Lengkap! Bacaan Dzikir dan Doa Selepas Salat Tarawih, Dapat Sempurnakan Pahala Lho!
Hampir semua umat muslim khususnya di Indonesia menjalankan salat Tarawih secara berjamaah di masjid.
Lantas bagaimana jika salat Tarawih dilaksanakan sendirian di rumah?
Berikut penjelasan hukumnya yang diterangkan oleh Ustaz Adi Hidayat, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Muslimah Hijrah ID, pada Jumat,24 Maret 2023.
Baca Juga: Perbanyak Pahala di Bulan Ramadan dengan Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Shalat Tarawih Berikut Ini
Salat Tarawih Sendiri di Rumah
Menurut Ustaz Adi Hidayat menjalankan salat Tarawih secara berjamaah, akan mendapat pahala berkali-kali lipat.
“Berjamaah, dalilnya pertama pakai dalil umum yaitu shalat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan pahala 27 rakaat,” jelas Ustaz Adi.
Lebih lanjut UAH menceritakan asal muasal salat Tarawih ini dilaksanakan secara berjamaah.
Berawal dari Nabi Muhammad yang mengerjakan Salat malam saat bulan Ramadan di masjid, hingga banyak orang yang mengikuti cara Nabi.
Baca Juga: Simak Yuk! Panduan Lengkap untuk Melaksanakan Salat Tarawih di Rumah Agar Pahala Tetap Dapat Diraih
“Kedua, Nabi Muhammad SAW itu sesungguhnya memuliakan salat jamaah, maka kemudian Nabi ke masjid,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Ke Masjid pertama, orang tambah banyak, masjid kedua orang tambah banyak, ketiga tambah banyak lagi,” lanjutnya.
Menariknya, ketika banyak yang berjamaah, Nabi Muhammad khawatir Allah menjadikan salat berjamaah menjadi wajib.
Dengan begitu, kata Ustaz Adi Hidayat, Nabi Muhammad mencoba untuk tidak lagi ke masjid.
Baca Juga: Ternyata Nabi Muhammad Sempat Putuskan Salat Tarawih di Rumah, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Tujuannya!
“Karena semakin banyak, besoknya Nabi tidak ke masjid, subuh Nabi mengatakan tadi malam aku tahu kalian tunggu-tunggu Aku’ kalau aku melihat kalian banyak beribadah ke masjid aku khawatirkan ini dijadikan wajib oleh Allah SWT,” ungkap UAH.
Hal tersebut karena Allah SWT memiliki sifat pencemburu.
“Karena sifat Allah pencemburu, begitu senang beribadah, Allah tidak ingin hamba-Nya berbelok ke dunia lagi,” jelas Ustaz Adi.
Sehingga, Nabi Muhammad SAW memutuskan salat Tarawih selanjutnya dilaksanakan di rumah, dengan alasan tidak ingin membebani umatnya.
Baca Juga: Mana yang Lebih Utama, Salat Tarawih di Masjid atau di Rumah? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
“Maka dari itu Nabi memutuskan selanjutnya dirumah-dirumah dirumah, alasan ke rumahnya bukan ingin sendirian tapi untuk menghindari jadi beban untuk umatnya,” sebut UAH.
“Maka Ulama menyimpulkan dari kondisi ini pertama menilai bagus, dari zaman Umar itulah dijadikan berjamaah,” tutur UAH.
Meski begitu Ustaz Adi Hidayat menyarankan agar melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah di masjid, karena akan mendapat pahala yang lebih besar.***

Share this article
Umat muslim saat ini sudah mulai melaksanakan puasa Ramadan, bagaimana jika salat Tarawih dilaksanakan sendirian di rumah?