AYOJAKARTA.COM – Bersantap sahur bagi kaum muslim yang akan menjalankan ibadah puasa merupakan perkara sunnah.
Namun tidak jarang, bagi sebagian kalangan lebih memilih untuk bersantap sahur di waktu awal malam untuk kemudian melanjutkan tidur.
Perkara memilih waktu terbaik bersantap sahur memang telah diajarkan baginda Rasulullah SAW, tetapi tidak semua umat bersedia untuk melakukan.
Padahal Nabi SAW telah mengingatkan kepada umatnya bahwa di dalam makanan sahur terdapat berkah dari Allah SWT.
Baca Juga: Menu Oseng Satset yang Cocok Untuk Sahur: Spicy Sesame Beef Cocktail, Cek di Sini Resepnya!
“Makan sahur sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena disana ada keberkahan,” jelas Ustaz Johan Saputra Halim dalam kajian, dikutip dari kanal YouTube YouTube Bisikan.com, Selasa, 11 April 2023.
Para ulama telah bersepakat bahwa di dalam sahur akan menjadikan kaum muslimin lebih kuat dalam beribadah.
Kondisi berbeda tentu saja akan dirasakan oleh umat muslim yang berpuasa tanpa melakukan santap sahur.
Dampak dari adanya rasa lapar berlebih tersebut, bisa saja akan menjadikan seorang muslim menjadi malas dalam menjalankan ibadah.
Selain timbul rasa malas beribadah, orang yang tidak bersantap sahur juga akan lebih mudah marah sehingga membuatnya berperilaku kurang baik.
Berkah lainnya dari bersantap sahur yang dilakukan seorang muslim, adalah kesamaan perilaku sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Sebaik-baik umat muslim dalam berperilaku adalah mereka yang paling banyak mengikuti sunnah Rasulullah SAW, termasuk dalam perkara makan sahur.
Keberkahan lain yang datang disaat sahur bagi seorang muslim adalah terbukanya kesempatan untuk mengingat Allah SWT.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Tips Puasa Berkah, Pakai Cara Sahur Ala Rasulullah SAW
Terlebih, karena rentang waktu sebelum sahur merupakan waktu terbaik yang disediakan Allah SWT untuk seorang hamba bermunajat.
Bukan hanya itu, ibadah makan sahur juga sebuah pembeda antara puasa seorang mukmin dengan para ahli kitab.
Keutamaan sahur juga telah diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim dari Sahabat Rasulullah SAW, Anas Bin Malik.
Untuk mendapatkan keutamaan sahur, dalam salah satu kajian dr. Zaidul Akbar pernah memberikan salah satu menu pilihan sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.
Menu tersebut merupakan hasil kerja hewan pilihan Allah SWT yang telah mendapatkan wahyu Allah SWT, sebagaimana tertulis dalam Surat An Nahl, lebah.
Di dalam madu, terdapat sebanyak 20 jenis asam amino, hingga kemudian Rasulullah SAW mengatakan madu sebagai salah satu penyembuh dari sakit.
“Semua produk lebah bermanfaat bagi manusia,” terang dr. Zaidul Akbar ketika menjelaskan keutamaan yang ada dalam madu.
Sehingga madu merupakan salah satu menu terbaik yang bisa dipilih kaum muslim agar ibadah puasa semakin bertambah berkah.****

Share this article
Bersantap sahur bagi kaum muslim yang akan menjalankan ibadah puasa merupakan perkara sunnah dan mencapai keberkahan.