AYOJAKARTA.COM - Berikut penjelasan tentang sejarah Idul Adha yang merupakan kisah tauladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Selain membahas tentang sejarah Idul Adha, dalam artikel ini juga akan dijelaskan mengenai hikmah berkurban dan turunnya perintah berkurban.
Sebagai umat Islam kita tentu harus memahami seperti sejarah Idul Adha dan kisah tauladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Simak penjelasan sejarah Idul Adha di bawah ini:
Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022.
Tak jauh berbeda dengan Idul Fitri, Idul Adha juga dirayakan dengan semarak.
Biasanya, Idul Adha diawali dengan salat id hingga penyembelihan hewan kurban.
Namun sudah tahukah Anda seperti apa sejarah Idul Adha?
Sebagaimana diketahui, Idul Adha juga disebut sebagai Hari Raya Haji.
Kala itu, terdapat peristiwa penting yang dialami oleh Nabi Ibrahim yang menjadi cikal bakal Idul Adha atau Hari Raya Haji.
Peristiwa tersebut termaktub dalam Alquran surat Ibrahim ayat 37 yang berbunyi:
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Baca Juga: KJP Plus Juli 2022 Kapan Cair? Apakah Sebelum atau Setelah Hari Raya Idul Adha? Ini Prediksinya!
Artinya: “Ya Tuhan kami sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Dari ayat di atas diketahui bahwa Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk menempatkan istrinya, Siti Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu.
Keduanya pun lantas ditempatkan di suatu lembah yang tandus, gersang, dan tidak tumbuh sebatang pohon pun.
Baca Juga: Berikut Bacaan Doa Setelah Salat Idul Adha 2022 Beserta Tata Caranya, Klik di Sini!
Karena begitu tandus, Siti Hajar sempat kehabisan air minum hingga tidak bisa menyusui Nabi Ismail.
Beliau pun begitu panik saat Nabi Ismail menangis tanpa henti ketika kehausan dan mencari air ke sana kemari sambil berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Saat Siti Hajar mondar-mandir mencari air, Nabi Ismail kemudian menghentakkan kakinya ke tanah.
Baca Juga: 3 Amalan Idul Adha Bagi Wanita Haid, Lakukan Agar Mendapat Pahala Berlimpah!
Dengan kuasa Allah SWT, keluarlah air dari dalam tanah itu dimana air tersebut kini terkenal dengan nama 'air zam zam'.
Peristiwa lari-lari kecil yang dilakukan Siti Hajar untuk mendapatkan air itu disebut sebagai 'Sa’i' yang kini adalah rangkaian dari ibadah haji.
Tak cuma itu, terdapat peristiwa lain yang melatarbelakangi adanya penyembelihan hewan kurban pada saat Idul Adha.
Baca Juga: Sedang Haid, Tetap Lakukan 3 Amalan Idul Adha Ini, Pahalanya Berlimpah
Hal ini bisa ditemukan dalam Alquran surat Ash-Shaffat ayat 102 yang berbunyi:
`قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Dari ayat itulah, Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Alquranul Adhim menyatakan bahwa Nabi Ibrahim mendapatkan ujian keimanan dari Allah SWT berupa perintah untuk menyembelih putranya sendiri Nabi Ismail yang saat itu masih berusia 7 tahun.
Baca Juga: Hukum Makan Sebelum Salat Idul Adha, Ini Penjelasannya Menurut Hadist
Tanpa penolakan sedikitpun, Nabi Ismail justru mengatakan pada ayahnya untuk segera melaksanakan perintah Allah SWT.
Sempat digoda oleh setan beberapa kali, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail enggan untuk mengurungkan niatnya dan malah melempari setan dengan batu kerikil berulang kali.
Peristiwa melempar batu ini sekarang disebut lempar jumrah yang menjadi salah satu rangkaian ibadah haji.
Kemudian, Nabi Ibrahim pun sampai meletakkan pisau di leher putranya dan nyaris digerakkan.
Baca Juga: Link Twibbon Hari Raya Idul Adha 2022, Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Instagram
Namun kuasa Allah SWT justru memerintahkan Nabi Ibrahim menghentikan perbuatannya dan mengganti Nabi Ismail dengan domba.
Allah SWT berfirman, "Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian. Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Ash-Shaffat: 107-110).
Oleh sebab itu, istilah lain dari Idul Adha adalah Idul Qurban karena umat muslim diberi kesempatan untuk berkurban, jika tidak mampu melaksanakan ibadah haji.
Baca Juga: Cara Aman Berkurban saat Hari Raya Idul Adha di Tengah Wabah PMK
Adapun hikmah berkurban bagi seorang muslim di Hari Raya Idul Adha yaitu:
1. Sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.
2. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah diterima.
3. Sebagai perantara untuk melapangkan rizki kepada diri sendiri, keluarga, tetangga, teman dan orang fakir miskin.
4. Sebagai sarana menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim.***

Share this article
Sebagai umat Islam kita harus mengetahui seperti apa sejarah Idul Adha yang bermula dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.