AYOJAKARTA.COM - Berikut ini empat larangan saat Idul Adha yang wajib kita tinggalkan sebagai umat Muslim.
Pasalnya, jika kita melakukan empat larangan saat Idul Adha ini malah akan mendapat dosa.
Simak ulasan empat larangan saat Idul Adha sebagai berikut pada artikel di bawah ini.
Sebagaimana diketahui pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada Minggu (10/7/2022).
Namun sebagian umat Islam sudah merayakan Idul Adha lebih dulu pada hari ini Sabtu (9/7/2022).
Pada peringatan hari raya ini, berkurban menjadi satu tradisi yang sunnah untuk dilakukan.
Namun, sayangnya ada beberapa hal yang dilarang saat Idul Adha.
Berkurban biasanya diamalkan dengan menyembelih sapi, kambing, domba atau unta.
Amalan ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, terutama bagi umat Islam yang mampu.
Lebaran kurban ini menjadi salah satu bentuk rasa ikhlas, syukur, dan berkah bagi Allah SWT.
Tak ingin pahala kita berkurang saat berkurban, ada baiknya anda perlu mengetahui larangan-larangan saat Idul Adha.
Ada beberapa aktivitas yang tidak boleh dilakukan saat Idul Adha.
Baca Juga: Terungkap 3 Kendala BSU 2022 Tak Kunjung Cair hingga Kini, Pencairannya setelah Idul Adha?
Berikut AyoJakarta.com melansir dari berbagai sumber empat larangan saat Idul Adha yang wajib kita tinggalkan lengkap dengan dalilnya:
1. Puasa saat Idul Adha
Wajib dipahami, diharamkan berpuasa di hari Idul Adha dan tiga hari setelahnya yang disebut hari Tasyrik.
Hari Tasyrik adalah hari yang haram berpuasa di bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Baca Juga: Spesial Idul Adha, Dinkes DKI Layani Booster 1.000 Dosis / Hari di JIS
Larangan ini berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:
"Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR Muslim nomor 1141).
Disebut hari Tasyrik berarti mendendeng atau menjemur daging kurban di bawah terik matahari.
Baca Juga: Inilah 7 Hikmah Kurban di Hari Raya Idul Adha Bagi Umat Islam yang Wajib DIketahui
Di dalam hadist Syarh Shahih Muslim 8:18 menyebutkan, hari Tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir dan takbir.
Bertepatan dengan hari itu, biasanya para jamaah haji di Makkah melaksanakan ibadah lempar jumrah.
2. Dilarang potong kuku dan rambut bagi yang berkurban
Bagi yang berkurban di hari raya Idul Adha, dilarangmemotong kuku dan rambut di seluruh badan, termasuk mencukur kumis dan mencabut uban.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, PNM Serahkan Bantuan Hewan Qurban di Purwokerto
Larangan ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadist yang disahkan oleh HR Muslim nomor 1977 bab 39 halaman 152, berbunyi:
"Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban".
Larangan ini mulai berlaku saat memasuki 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.
Baca Juga: Ingin Mudik Hari Raya, Cek Yuk Tanggal Cuti Bersama Idul Adha!
Itu artinya, mulai tanggal 1 dzulhijjah sampai 10 dzulhijjah, sampai hewan kurban disembelih.
Hukum larangan memotong kuku dan rambut sifatnya sunnah.
Faedah larangan saat Idul Adha itu ditujukan untuk memberikan keistimewaan sekiranya Allah SWT berkenan untuk mengampuni orang yang melaksanakan kurban dari ujung rambut hingga ujung kuku.
Baca Juga: Tata Cara dan Niat Mandi Idul Adha hingga Adab Serta Keutamaannya
3. Jangan makan sebelum salat Idul Adha
Larangan saat Idul Adha selanjutnya yaitu jangan makan sebelum melaksanakan salat Idul Adha.
Buraidah ra berkata: "Nabi SAW tidak keluar untuk salat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada Hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat) lalu beliau makan dari sembelihannya."
Hal ini disebabkan karena setelah melaksanakan salat Idul Adha akan melakukan penyembelihan kurban, sehingga diharapkan umat Muslim bisa menikmati makanan dari hewan kurban yang disembelih.
Baca Juga: Jangan Keliru, Berikut 15 Ucapan Idul Adha Bahasa Jawa dan Artinya untuk Dikirim ke Keluarga
4. Tidak menjalani cara salat Idul Adha dengan benar
Dari Aisyah radliallahu ‘anha, bahwa "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir ketika Idul Adha, di rakaat pertama: 7 kali takbir dan lima kalli takbir di rakaat kedua, selain takbir rukuk di masing-masing rakaat." (HR. Abu daud dan Ibn Majah dan dishahihkan al-Albani).
Salat Idul adha tentu sudah ada aturannya yang jelas.
Dalam melakukannya semua umat muslim wajib mengikutinya.
Jika ada yang dengan sengaja tidak menjalankan sesuai syariat islam, baik itu yang menjadi imam atau makmum maka baginya dosa besar.
Hal ini karena salat merupakan salah satu ibadah yang langsung menuju dan dinilai oleh Allah SWT.***

Share this article
Berikut empat larangan saat Idul Adha yang wajib kita tinggalkan sebagai umat Islam. Lengkap dengan dalilnya dan pahami.