Teks Khotbah Jumat Tema Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Mengenang Kembali Perjuangan Para Pahlawan

Teks khutbah Jumat bulan Muharram 1444 H/ 2022 M singkat dan terbaik.
Teks khutbah Jumat bulan Muharram 1444 H/ 2022 M singkat dan terbaik.

AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah contoh teks khotbah Jumat terbaru 2022 bertemakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Materi yang akan di bawakan berikut bisa dijadikan referensi dalam menyampaikan khotbah apabila ditunjuk sebagai khatib dalam pelaksanaan salat Jumat.

Mendekati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia Ke-77 pada 17 Agustus mendatang, teks khotbah Jumat ini bisa kalian bawakan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia.

Dikutip Ayojakarta.com dari website resmi pemerintah Sistem Informasi Bimas Islam (Simbi) direkrorat jendral bimbingan masyarakat islam pada Jumat (29/7/2022), berikut teks khotbah Jumat dengan tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H? Simak Penjelasan Menurut Ulama di Sini

Khotbah Pertama

السُّلَّامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدَ لِلَهَّ الَّذِي يُوجَدُ بِالْمَلِكِ وَالْمَلَكُوتِ وَتَفَرُّدٍ بِالْعَظْمَةِ وَالْجَبَرُوتِ وَتَشَهُّدٍ أَنَّ لَا اُلْهُ الَا اللهِ وَلَا رُبَّ غَيْرَهُ وَنَشْهَدُ انَّ سَيِّدُنَا مُحَمَّدًا عَبْدَهُ وَرَسُولَهُ الْمُنِيبَ الاوان نُورَ شَمْسِ الْعِرْفَانِ وَمَهْبِطِ أَسْرَارِ الْقُرْآنِ.

اللَّهُمُّ صِلٍّ وَسُلَّمِ وَبَارِّكَ.

عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٌ وَعَلَى آله الْخَبَرَةَ وَصِحَابَتَهُ الْبَرَرَةَ وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدَ, فياعباد اللهَ أُوصِيكُمْ واياي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ.

أَعُوذُ بالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمنوا اِتَّقَوْا اللهَ حَقِّ ثِقَاتِهِ ولاتموتن إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jama'ah Jum'at yang berbahagia!

Sebagai khatib saya mengajak para hadirin dan terutama dari saya sendiri untuk selalu meningkatkan kadar iman dan taqwa dengan sebenar-benarnya, dalam arti mengerjakan setiap apa yang diperintahkan Allah SWT, dan meninggalkan segala yang menjadi larangannya.

Jama’ah jum’at yang berbahagia!

Tanpa terasa kita sudah kembali memperingati hari yang amat bersejarah dalam kehidupan bangsa kita yaitu Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menyadari akan peristiwa tersebut, marilah kita kembali merenung pada saat terjadinya hari yang penuh arti, hari yang menjadi tonggak sejarah kemerdekaan negara kita.

Saat proklamator kemerdekaan membacakan naskah proklamasi yang walaupun hanya sekadar beberapa kalimat, namun mempunyai arti dan makna yang mampu menggoncangkan dunia.

Gemanya membuat para penjajah gentar, karena disusuli oleh semangat bangsa Indonesia untuk mempertahankannya.

Baca Juga: Doa Malam 1 Suro, Baca Saat Momen Pergantian Tahun Hijriyah Agar Mendapat Berkah

Para pejuang yang dengan gagah berani berjuang demi kemerdekaan, bukan saja pada saat tahun 1945, bahkan sebelumnya, seperti diperlihatkan oleh semangat Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Cik Ditiro, Sultan Hasanuddin maupun Pattimura. Dan itu semua dalam rangka beribadah, melaksanakan firman Allah SWT seperti dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11.

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Surat Ar-Ra’d -11)

Dari ayat tersebut, tersirat perintah Allah SWT bahwa umat manusia atau bangsa tidak akan bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa lain, apabila bangsa tersebut tidak mau berusaha untuk mendapatkannya dengan kekuatan sendiri.

Bangsa Indonesia telah melaksanakan perintah Allah SWT tersebut, walaupun melalui proses perjuangan yang lama, panjang dan berliku, dengan mengorbankan harta benda.

Jiwa dan raga yang tak dapat dihitung karena begitu banyaknya.
Sidang jumat yang berbahagia.

Pada proses pertama perjuangan, dilakukan oleh sekelompok kecil, seperti Perang Padri yang sifatnya kedaerahan.

Demikian juga Perang Diponegoro, perjuangan Untung Surapati, Sultan Hasanuddin dan juga Pattimura, mereka berjuang menurut daerah yang lingkungannya sempit.

Sedangkan dalam kelompok kecil itu pun masih terjadi perpecahan, sehingga kekuatan yang kecil itu makin rapuh dan dengan mudah penjajah mengalahkannya.

Dengan tipu muslihat yang amat keji kaum penjajah melakukannya untuk mengadu domba antar kekuatan bangsa kita, sehingga mereka semua dapat dikuasai penjajah.

Baca Juga: Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah yang Rasulullah SAW Panjatkan, Yuk Amalkan!

Pada proses selanjutnya para pemuda di seluruh nusantara menyadari bahwa tanpa persatuan yang kokoh, dan semangat yang terpadu di antara seluruh kekuatan rakyat, mustahil akan dapat mengalahkan kekuatan penjajah yang lebih maju baik peralatan, maupun pengorganisasiannya.

Maka pada tahun 1928 mulailah para pemuda bangun, ditandai oleh diikrarkannya Sumpah Pemuda : Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, kemudian kekuatan raksasapun mulai terbentuk.

Kekuatan pada pemuda dari hari ke hari semakin kuat, dan pada saat adanya kekosongan kekuasaan setelah Jepang menderita kalah dari Sekutu pada Perang Dunia II itu, bangsa Indonesia bangkit merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tepat pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada tanggal itulah terbentang jembatan emas, yang menghubungkan antara zaman penjajahan dengan zaman kemerdekaan yang penuh harapan.

Tapi tantangan muncul kemudian, dengan usaha kaum penjajah yang ingin kembali berkuasa.

Juga selain itu juga orang-orang yang tidak bertanggung jawab ikut mengacau.

Kembali para pejuang mempertahankan kemerdekaan.

Di saat itu Jenderal Sudirman dan BKR serta rakyat bersatu padu menggalang kekuatan dalam satu gerak dan satu nafas mempertahankan kemerdekaan, sehingga dunia internasional akhirnya mengakui adanya negara Republik Indonesia yang merdeka, berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, sampai Indonesia diterima sebagai anggota PBB secara penuh.

Baca Juga: Inilah 3 Larangan dan Pantangan Malam 1 Suro yang Dipercaya Masyarakat Jawa dan Penganut Kejawen

Jama’ah jum’at yang berbahagia!.

Rupanya untuk memelihara, kemerdekaan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena cobaan untuk merubuhkan keutuhan negara terus berlangsung, sampai pada puncaknya dengan meletusnya usaha perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh G 30 S PKI pada tahun 1965.

Dengan runtuhnya kekuatan atheis PKI tersebut membuat bangsa Indonesia ini menjadi kuat, dan terlatih terhadap setiap usaha dari pihak manapun yang berusaha menumbangkan kekuasaan negara Republik Indonesia dengan dasar Pancasila ini.

Saat ini dalam alam pembangunan, kita merasakan kenikmatan sebagaimana dicita-citakan oleh para pejuang dan pah-lawan kesuma bangsa yang telah gugur.

Kita saat ini menikmati hasil bumi dan segala isinya, tanpa harus minta belas kasihan kepada siapapun.

Kita telah mengatur kehidupan kita sendiri, bebas menentukan sikap, tanpa tergantung dan menunggu perintah bangsa lain.

Maka sewajarnyalah kita mensyukuri nikmat ini.

Karena bagaimanapun hasil usaha ini adalah berkat ridha, rahmat dan inayah Allah SWT.

Sewajibnya kita bersyukur sesuai Surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi:

لَيِّنُ شَكَرْتُم لِأَزِيدَنَّكُمْ وَلِيَنَّ كَفَرِّهِمْ إِنَّ عَذَابِيَّ لِشَدِيدٍ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (Ibrahim – 7)

Memang kita dalam keadaan yang gembira, tapi kegembiraan tersebut tidak perlu kita nyatakan dengan pesta pora, berhura-hura yang akan membuat kita terlena dan lupa pada tujuan

Hal itu sangat bertentangan dengan nurani dan tujuan para syuhada dan pahlawan yang telah merelakan jiwa raga mereka demi kemerdekaan negara ini.

Kalau dalam merayakan hari bahagia ini kita menggunakan cara-cara yang tidak sesuai, bahkan tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai agama, hal itu berarti kita ikut larut dalam hal-hal yang membuat kita lupa pada jasa para pahlawan.

Marilah dalam merayakan hari kemerdekaan negara kita ini kita syukuri, kita tafakur dan kita merenung sudah sampai di manakah kita melangkah demi kemerdekaan ini, dengan langkah-langkah yang tepat menurut ajaran agama kita untuk kebahagiaan bangsa seluruhnya.

Umat Islam tidak dapat dipisahkan dengan perjuangan dan pembangunan bangsa, karena umat, Islam sangat dianjurkah untuk selalu mencintai negara tempat tanah tumpah darah, sebagaimana kata mutiara salah seorang ulama terkenal dari Mesir.

Baca Juga: Dianggap Keramat, Berikut Ini 3 Hal yang Dilarang pada Malam 1 Suro

Syauki Bey yang mengatakan :

حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإيمَانِ

“Cinta kepada tanah air adalah sebahagian dari iman”

Maksud dari kata tersebut adalah kita sebagai umat Islam dalam suatu negara harus selalu aktif berperan serta dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan perang atau damai.

Dalam keadaan berperang kita siap memanggul senjata membela negara dan dalam keadaan damai, lebih-lebih saat kita membangun, umat Islam harus aktif.

Sehingga kelak bila negara ini benar-benar tinggal landas dan menjadi negara yang maju, kita umat Islam tidak tertinggal di landasan.

Jama’ah jum’at yang berbahagia!

Dari uraian khotbah tadi dapat saya simpulkan bahwa pada hari ini kita kembali memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus dan terjadinya hari bahagia ini bukan karena belas kasihan atau pemberian dari bangsa manapun, tapi didapat melalui perjuangan yang panjang dan mengorbankan harta benda, jiwa dan raga para pahlawan yang banyak sekali.

Kita umat Islam tidak akan dapat berperan serta dalam pembangunan, kalau kita tidak membekali diri dengan ilmu dari berbagai bidang, termasuk ilmu agama, sebagai dasar langkah kita menapak lebih lanjut.

Bila kita sudah melengkapi diri dengan ilmu dunia dan ilmu akhirat, insya Allah pembangunan negara kita akan tercapai, dan negara kita ini akan segera menjadi : “Baldatun thayibatun wa rabbun ghaafur”, yaitu negara yang adil dan makmur di bawah naungan ampunan Allah SWT.

Khotbah ke 2

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بمافيه مِنَ الآيات وَالذِّكْرَ الْحَكِيمَ وَتَقَبُّلَ مُنْي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

أَقَوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاِسْتَغْفَرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Itulah contoh khotbah Jumat bertemakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Peringatan Hari Kemerdekaan RI
# HUT Kemerdekaan RI
# Teks Khotbah Jumat
# Khotbah Jumat
# Teks Khotbah Jumat
# Khotbah Jumat
# Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
# pahlawan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.